MERIAHKAN BULELENG EDUCATION EXPO, STIKES BULELENG TUNJUKKAN INOVASI DAN DEMONSTRASI KEPAKARAN KOMPLEMENTER

Ribuan pengunjung yang memenuhi area utama Buleleng Education Expo 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik pada akhir pekan lalu disuguhkan dengan beragam atraksi edukatif yang spektakuler, namun yang paling menyita perhatian publik adalah stan megah milik STIKES Buleleng yang berhasil memadukan konsep teknologi kesehatan modern dengan kearifan lokal terapi komplementer secara apik.

Berdiri di antara puluhan stan dari berbagai institusi pendidikan terkemuka se-Bali dan Nusa Tenggara, STIKES Buleleng tidak hanya memamerkan prestasi akademik semata melainkan juga memberikan demonstrasi langsung tentang bagaimana ilmu keperawatan dapat bersinergi dengan pendekatan holistik berbasis bukti ilmiah.

Pengunjung yang antusias tampak rela mengantre panjang demi mencoba layanan pijat refleksi gratis yang dilakukan oleh mahasiswa program studi keperawatan yang telah tersertifikasi di bidang terapi komplementer tersebut. Selain itu, tim dari STIKES Buleleng juga memperkenalkan alat inovasi buatan sendiri yaitu tensimeter digital dengan perekam suara untuk pasien lansia tuna rungu, sebuah terobosan yang langsung mendapat apresiasi dari para pengunjung lansia yang hadir.

Dengan tema “Menggabungkan Sains Modern dan Sentuhan Tradisional untuk Kesehatan Masa Depan”, partisipasi STIKES Buleleng dalam expo bergengsi ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai pionir pendidikan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Wayan Antariksawan, S.Kep., MAN., DNM., menjelaskan bahwa kehadiran institusinya dalam ajang Buleleng Education Expo tidak sekadar untuk menarik calon mahasiswa baru tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya pendekatan komplementer yang aman dan terstandar sebagai pelengkap pengobatan medis konvensional.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai terapi komplementer karena seringkali disamakan dengan praktik pengobatan alternatif tanpa dasar ilmiah, sehingga STIKES Buleleng merasa terpanggil untuk meluruskan pemahaman tersebut melalui demonstrasi interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung.

Selama tiga hari pelaksanaan expo, puluhan mahasiswa dan dosen yang bertugas di stan secara bergantian menunjukkan teknik akupresur sederhana untuk mengurangi nyeri kepala dan kecemasan, lengkap dengan penjelasan anatomi fisiologis yang mudah dipahami oleh orang awam.

Oleh karena itu, setiap lulusan STIKES Buleleng dibekali kompetensi untuk mengkaji, mengedukasi, dan mengkolaborasikan terapi komplementer dengan pengobatan medis standar sehingga pasien tidak perlu lagi bingung atau khawatir akan efek samping yang merugikan.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top