Lagu Tanah Papua Menggelegar Pada Peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia di STIKES Buleleng!!!

Suguhan Spesial dari Mahasiswa Papua pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia di STIKES Buleleng

Suara merdu dan syahdu lagu-lagu khas Tanah Papua menggema dengan nuansa yang penuh kebanggaan di halaman STIKES Buleleng pagi ini, menjadi suguhan spesial yang menghidupkan semangat kemerdekaan dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia.

Mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di STIKES Buleleng mempersembahkan kolaborasi musik dan tarian tradisional yang memukau, dengan busana khas Tanah Papua mengundang decak kagum ratusan peserta upacara yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta tamu undangan.

Dengan balutan pakaian adat tradisional Papua yang memancarkan kearifan lokal, mereka menyanyikan lagu “Tanah Papua” dengan penuh penghayatan, seolah membawa seluruh hadirin terbang ke ujung timur Indonesia yang kaya akan budaya dan keindahan alam.

Tidak hanya sekadar pertunjukan, penampilan ini juga menjadi simbol persatuan dan kebinekaan, mengingatkan kita semua bahwa Indonesia adalah mosaik indah yang terdiri dari ribuan suku, bahasa, dan tradisi yang harus selalu dijaga. Moment haru pun tak terhindarkan ketika para mahasiswa Papua tersebut mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih dengan semangat nasionalisme yang membara di hati setiap insan yang hadir.

Kolaborasi Budaya yang Memukau: Dari Papua hingga Buleleng

Dalam upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.30 WITA tersebut, penampilan mahasiswa Papua tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga edukasi budaya yang memperkaya wawasan peserta tentang kekayaan Budaya Nusantara.

Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., selaku Ketua STIKES Buleleng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa Papua yang dengan sukarela mempersembahkan talenta mereka untuk memeriahkan hari bersejarah ini.

“Ini adalah bukti nyata bahwa meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, semangat persatuan dan cinta tanah air bisa menyatukan kita semua dalam kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kolaborasi antara mahasiswa Papua dengan rekan-rekan mereka dari berbagai daerah lain di Indonesia juga menjadi sorotan, terutama ketika mereka bersama-sama membawakan lagu “Bagimu Negeri” dengan aransemen yang memadukan alat musik tradisional Papua dan gamelan Bali.

Harmoni yang tercipta bukan hanya pada nada-nada yang dilantunkan, tetapi juga pada rasa kebersamaan yang terjalin erat, mengikis sekat-sekat perbedaan yang selama ini kerap dianggap sebagai penghalang.

Semangat Kemerdekaan di Tengah Keberagaman

Peringatan HUT ke-80 RI tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, dan STIKES Buleleng memilih untuk mengejawantahkan tema tersebut melalui gelaran upacara yang sarat akan nilai-nilai inklusivitas dan toleransi.

Tak hanya lagu dan tarian, mahasiswa Papua juga membagikan kisah inspiratif tentang perjuangan mereka merantau jauh dari kampung halaman untuk mengejar mimpi di bidang kesehatan, serta bagaimana mereka tetap menjaga identitas budaya meski berada di tengah masyarakat Bali yang memiliki adat sangat kuat.

Salah satu mahasiswa keperawatan asal Wamena, Elkana, dengan lantang berbagi pengalamannya: “Kami mungkin berbeda warna kulit, bahasa, atau adat, tetapi darah merah dan putih yang mengalir di tubuh kami sama. Kami bangga menjadi bagian dari Indonesia, dan kami ingin dunia tahu bahwa Papua adalah mutiara yang tak ternilai bagi negeri ini.”

Pernyataan Elkana disambut tepuk tangan riuh seluruh peserta upacara yang hadir pada upacara pengibaran bendera dan terlihat tersentuh dengan kebanggaan yang dipancarkan para mahasiswa Papua tersebut.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top