
Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. menyerahkan sebanyak 131 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng kepada Camat Gerokgak sekaligus secara resmi menggelar Kuliah Kerja Nyata Interprofesional Collaboration (KKN IPC) di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan membawa sejumlah program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pendekatan kolaboratif antar-profesi kesehatan.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh ini, para mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi, termasuk Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi akan bekerja sama dengan pemerintah desa, puskesmas, serta tokoh masyarakat untuk menerapkan berbagai intervensi kesehatan berbasis kebutuhan lokal, seperti penyuluhan gizi balita, skrining penyakit tidak menular, pelatihan kader kesehatan, dan pengembangan usaha kesehatan lingkungan.
Desa Pemuteran dipilih sebagai lokasi KKN IPC karena dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi beberapa tantangan kesehatan, seperti akses layanan kesehatan yang terbatas, kesadaran hidup bersih dan sehat yang belum optimal, serta tingginya prevalensi penyakit degeneratif di kalangan warga.
Para peserta KKN IPC tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan yang menyeluruh, mulai dari pentingnya pola makan seimbang, pencegahan stunting, hingga manajemen stres dan deteksi dini kanker serviks bagi perempuan usia produktif.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader kesehatan dan posyandu di Desa Pemuteran agar mampu melanjutkan program-program pemberdayaan masyarakat secara mandiri, bahkan setelah masa KKN berakhir, sehingga dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, para mahasiswa turut melibatkan generasi muda setempat dalam berbagai kegiatan kreatif, seperti pembuatan media promosi kesehatan berbasis digital, pelatihan usaha kecil menengah (UKM) berbasis kesehatan, serta kampanye lingkungan untuk mengurangi sampah plastik di wilayah pesisir yang menjadi daya tarik wisata Desa Pemuteran.
Koordinator Desa KKN IPC STIKES Buleleng, Bdn. Lina Anggaraeni Dwijayanti, S.ST., M.Kes., menyatakan bahwa program ini dirancang secara partisipatif setelah melalui proses identifikasi masalah bersama masyarakat, sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga Desa Pemuteran.
“Kami tidak ingin datang hanya sebagai pemberi teori, tetapi sebagai mitra yang turun langsung membaur dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk masalah kesehatan yang dihadapi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Salah satu inovasi unggulan dalam KKN IPC kali ini adalah pembentukan ‘Rumah Sehat Pemuteran’, sebuah pusat edukasi kesehatan yang berfungsi sebagai tempat konsultasi gratis, pelatihan keterampilan hidup sehat, serta posko pengaduan masalah kesehatan, yang nantinya akan dikelola oleh kader desa dengan pendampingan dari STIKES Buleleng.
Dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait juga mengalir deras, seperti yang disampaikan oleh Camat Gerokgak, I GD ARYA RIMBAWA GIRI, S.IP., M.A.P., yang mengapresiasi inisiatif STIKES Buleleng dalam membantu mengatasi permasalahan kesehatan di wilayahnya, sekaligus berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Gerokgak.
“Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi dalam menyambut kedatangan mahasiswa KKN IPC, dan ini menjadi modal besar untuk menciptakan perubahan positif, terutama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Desa Pemuteran, Nyoman Arnaya, menegaskan bahwa program KKN IPC ini sejalan dengan visi misi desa dalam mewujudkan Pemuteran sebagai desa wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga unggul dalam bidang kesehatan masyarakat.
Tak hanya kegiatan serius, mahasiswa KKN IPC STIKES Buleleng juga menyelipkan berbagai acara hiburan edukatif, seperti lomba mewarnai dengan tema kesehatan bagi anak-anak, senam bersama lansia, serta pentas seni yang menampilkan kolaborasi antara mahasiswa dan warga lokal, sehingga menciptakan ikatan emosional yang erat.
Melalui pendekatan holistik seperti ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia, dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat nyata dari kehadiran mahasiswa KKN IPC, sekaligus menciptakan sustainable impact yang terus berkembang bahkan setelah program ini berakhir.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, STIKES Buleleng dan masyarakat Desa Pemuteran berkomitmen untuk menciptakan legacy kesehatan yang berkelanjutan, mengukuhkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Bali.
KUI_humas