Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Untuk menciptakan SDM yang unggul, Kemendikbud mendorong transformasi perguruan tinggi melalui 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) diantaranya Lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen memiliki kegiatan di luar kampus, memiliki praktisi mengajar di dalam kampus, dan terkait hasil kerja dosen dapat digunakan masyarakat dan dapat rekognisi internasional, selain itu program studi juga memiliki kerjasama dengan mitra kelas dunia, menciptakan kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta program studi telah berstandar internasional.
Tanpa disadari, terkadang dapat duduk bareng dengan para abdi lembaga termasuk ketua STIKes Buleleng, yang memiliki banyak pengalaman ilmu dan konsep pendidikan yang didapat, guna mampu mensupport diri untuk lebih berkualitas. Cara mengambil sebuah definisi sekaligus implementasinya dalam sebuah program pemerintah, Ketua STIKes Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep, M.Si, adalah ahlinya. Termasuk pemahaman tentang Merdeka Belajar di Kampus Merdeka, mudah baginya dengan realita yang sangat mudah dicerna otak, dikarenakan backround awalnya yang merupakan seorang pendidik yang dapat menuntaskan ilmu keguruannya selama 3 tahun penuh di SPG sekitar tahun 80-an.
Lembaga STIKes Buleleng sangat mendukung kebijakan pemerintah. Fokus utama dari kebijakan Kampus Merdeka adalah mendorong mahasiswa agar dapat pengalaman belajar di luar kampus seperti melakukan Magang, proyek desa, mengajar, melakukan riset, berwirausaha, dan pertukaran pelajar. Untuk meningkatkan hubungan dengan dunia kerja, mahasiswa didorong untuk belajar di luar program studi mereka selama 3 semester dari 8 semester pendidikan.
Mahasiswa memiliki hak 3 semester untuk mendapatkan pengalaman di luar prodinya. Kebijakan Kampus Merdeka ini tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Empat program Kampus Merdeka yang didukung LPDP di tahun 2021 (Semester ganjil: Agustus / September 2021) bahwa Semua program unggulan Kampus Merdeka dijamin 20 sks untuk partisipasi 1 semester dan 40 sks untuk partisipasi 2 semester (Kepmendikbud No. 74/P/2021). Diantaranya program kampus mengajar, dalam hal ini kemendikbud mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan pendidikan dengan mengajar di sekolah-sekolah terpilih. Mahasiswa melakukan magang & studi independen bersertifikat, mengikuti Indonesian International Student Mobility Awards, dan melakukan pertukaran mahasiswa merdeka.
Dengan kebijakan Kampus Merdeka ini, Lembaga STIKes Buleleng harus mampu menciptakan SDM yang berkualitas dan unggul. Disamping Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, seorang pelajar di dorong harus mampu mencerminkan profil pelajar Pancasila yaitu Bernalar kritis, Bertakwa kepada Tuhan YME, & Berakhlak Mulia, Memiliki jiwa gotong royong, Mandiri, dan Berkebinekaan global. Peran Lembaga inilah yang tentu sangat penting untuk memanajemen program lembaganya dalam mendukung Kampus Merdeka ini, tentunya dengan memiliki kualitas kurikulum, kualitas lulusan yang unggul serta kualitas dosen/pengajar haruslah bermutu dan seimbang untuk menciptakan harapan pemerintah dari kebijakan yang diciptakan.
