Moment Bersejarah! Atdikbud Manila Filipina Antar Langsung 2 Alumni SID Filipina Berkuliah di STIKES Buleleng, Bali

Dalam sebuah acara yang penuh dengan kebanggaan dan haru, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D., secara resmi mengantarkan langsung dua siswa berprestasi lulusan Sekolah Indonesia Davao (SID), JENICA AIKA MENDOME MAHALING dan DIANA ROSE CANQUE KUHANTA, untuk memulai perjalanan akademis mereka menuju jenjang pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng, Bali.

Sebuah momen bersejarah yang menandai semakin menguatnya jembatan pendidikan Indonesia di kawasan Asia Tenggara serta memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, khususnya di bidang pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.

Keberangkatan kedua mahasiswa tersebut, yang tidak hanya sekadar menjadi transfer pelajar biasa melainkan sebuah simbol nyata dari kesuksesan diplomasi pendidikan Indonesia di Filipina Selatan, disaksikan oleh seluruh jajaran guru dan staf SID beserta para orang tua siswa yang hadir dengan raut wajah penuh kebanggaan dan doa, menciptakan atmosfer yang sangat emosional dan membanggakan bagi seluruh komunitas Indonesia di Davao.

Peristiwa monumental ini, yang akan tercatat dalam tinta emas sejarah panjang Sekolah Indonesia Davao, merupakan buah manis dari perjuangan tanpa henti para pendidik di SID dan dukungan penuh dari Atdikbud Manila yang secara konsisten membina dan mempromosikan keunggulan sistem pendidikan Indonesia, sehingga mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan siap bersaing di kancah internasional.

Kedua alumni tersebut, yang telah melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif, dinyatakan lolos dan diterima di program studi Ilmu Keperawatan STIKES Buleleng berdasarkan pada prestasi akademik mereka yang gemilang selama menimba ilmu di SID serta kemampuan adaptasi mereka yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai pelajar Indonesia di negeri orang, yang menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di sekolah Indonesia di luar negeri tidak kalah bersaing dengan sekolah-sekolah dalam negeri bahkan sekolah internasional lainnya.

Peran aktif dan pendampingan intensif dari Atdikbud Manila, mulai dari proses pendaftaran, seleksi administrasi, hingga keberangkatan, menjadi faktor kunci sukses yang menghantarkan JENICA AIKA MENDOME MAHALING dan DIANA ROSE CANQUE KUHANTA mewujudkan impian mereka untuk kuliah di tanah air, sekaligus merefleksikan komitmen kuat pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam memastikan kesinambungan pendidikan yang berkelanjutan bagi para pelajar Indonesia di luar negeri untuk kembali berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Perjalanan akademis JENICA AIKA MENDOME MAHALING dan DIANA ROSE CANQUE KUHANTA menuju bangku kuliah di STIKES Buleleng tidak terlepas dari kerjasama yang sangat erat dan sinergis antara pihak pengelola Sekolah Indonesia Davao dengan jajaran Atdikbud Manila yang telah memetakan potensi dan bakat kedua siswa tersebut sejak dini, kemudian memberikan pembinaan serta bimbingan khusus untuk memastikan mereka dapat mencapai standar kompetensi yang diperlukan untuk diterima di perguruan tinggi idaman.

STIKES Buleleng sendiri, yang berlokasi di Utara Pulau Dewata, Bali, merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi ilmu kesehatan terkemuka di Indonesia Timur yang terkenal dengan kurikulumnya yang modern, fasilitas pendidikannya yang lengkap dan mutakhir, serta jaringan kerjasamanya yang luas dengan berbagai rumah sakit dan institusi kesehatan baik di dalam maupun luar negeri, sehingga memberikan jaminan kualitas pendidikan yang excellent dan prospek karir yang sangat cerah bagi para lulusannya.

Keputusan kedua siswa untuk memilih bidang ilmu keperawatan juga bukan merupakan sebuah kebetulan, melainkan sebuah pilihan yang strategis dan visioner yang didasari oleh kesadaran akan semakin meningkatnya permintaan global terhadap tenaga kesehatan profesional, khususnya perawat yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan humanisme yang dalam, yang sangat sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan selama mereka belajar di SID.

“Ini adalah momen yang sangat kami tunggu-tunggu, di mana jerih payah belajar selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang manis, dan kami tidak akan bisa berada di posisi ini tanpa dukungan dan doa tanpa henti dari kedua orang tua, bimbingan penuh kesabaran dari semua Bapak dan Ibu guru di SID, serta fasilitasi yang luar biasa dari Atdikbud Manila,” ujar Aika dengan suara bergetar penuh Syukur. 

Sementara Diana menambahkan dengan penuh semangat, “Kami akan memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya, belajar dengan sungguh-sungguh, dan suatu saat nanti kami berharap dapat kembali ke Davao atau daerah lain di Filipina untuk berkontribusi, mungkin sebagai perawat diplomatik atau dalam program kesehatan masyarakat, untuk membalas segala kebaikan yang telah diberikan.”

Lebih dari sekadar kesuksesan individu, keberhasilan JENICA AIKA MENDOME MAHALING dan DIANA ROSE CANQUE KUHANTA ini merupakan cerminan dari efektivitas program dan kebijakan pendidikan yang dijalankan oleh Atdikbud Manila di bawah kepemimpinan Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D., yang memiliki visi jelas untuk mentransformasi Sekolah Indonesia di luar negeri tidak hanya menjadi pusat pembelajaran tetapi juga menjadi pusat pengembangan talenta dan duta budaya Indonesia yang unggul.

Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya yang inspiratif, menekankan bahwa momen bersejarah ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan Indonesia memiliki standar mutu yang diakui secara internasional dan mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing untuk memasuki perguruan tinggi berkualitas di tanah air, yang pada gilirannya akan memperkuat narasi positif tentang Indonesia di mata dunia.

Keberhasilan anak-anak kita hari ini adalah sebuah capaian kolektif yang membanggakan, dan ini harus menjadi motivasi serta pemicu semangat bagi adik-adik kelas mereka di SID dan sekolah Indonesia di luar negeri lainnya bahwa pintu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia terbuka sangat lebar,” tegas Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D. dengan penuh keyakinan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru SID yang telah berdedikasi penuh dalam menanamkan ilmu dan membentuk karakter siswa, serta kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Indonesia Davao, sebuah kepercayaan yang kini telah terbayarkan dengan sangat gemilang.

“Fasilitasi dan pendampingan seperti ini akan kami tingkatkan dan kami perluas ke sekolah-sekolah Indonesia lain di Filipina, karena tugas kamilah untuk memastikan bahwa tidak ada satupun pelajar Indonesia di luar negeri yang kehilangan haknya untuk mengenyam pendidikan tinggi hanya karena kendala prosedural atau informasi,” tambahnya berkomitmen.

Dukungan dari orang tua kedua siswa juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya dalam merajut kesuksesan ini, dimana mereka dengan penuh kepercayaan dan kesabaran telah mendampingi anak-anak mereka melalui seluruh proses yang panjang dan melelahkan, mulai dari persiapan ujian, pengurusan dokumen, hingga melepas kepergian mereka menuju sebuah babak baru kehidupan yang penuh tantangan dan harapan.

 “Sebagai orang tua yang bekerja dan tinggal di Davao, tentu ada perasaan khawatir melepas anak untuk kuliah jauh di Bali, namun melihat antusiasme dan keseriusan mereka, ditambah dengan jaminan dan dukungan penuh dari Atdikbud yang akan memantau perkembangan mereka, semua kekhawatiran itu terbayarkan oleh rasa syukur dan bangga yang tak terhingga,” ujar orang tua dari Aika, dengan mata yang berkaca-kaca.

Sentimen serupa juga diungkapkan oleh keluarga Diana, yang menyatakan bahwa pilihan untuk menyekolahkan anak mereka di SID adalah keputusan terbaik yang pernah mereka ambil, karena selain mendapatkan pendidikan akademik yang berkualitas, anak mereka juga tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai keindonesiaannya, yang justru menjadi bekal berharga untuk melanjutkan studi di tanah air.

Komunitas Indonesia di Davao secara keseluruhan menyambut gembira kabar keberhasilan kedua putra terbaik mereka ini, karena hal tersebut mematahkan stigma bahwa belajar di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) memiliki keterbatasan dalam hal akses untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di Indonesia, dan justru sebaliknya, SILN mampu menjadi batu loncatan yang kokoh menuju kesuksesan akademis di level yang lebih tinggi.

Dengan demikian, peristiwa pengantaran langsung oleh Atdikbud Manila ini telah menciptakan sebuah preseden baru yang sangat positif bagi masa depan pendidikan Indonesia di kawasan Filipina dan Asia Tenggara pada umumnya, membuka jalan bagi semakin banyak lagi alumni SID dan SILN lainnya untuk mengikuti jejak Maria dan Ahmad dalam mengejar cita-cita akademis mereka di berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia.

STIKES Buleleng, sebagai institusi penerima, juga menyambut dengan sangat antusias kedatangan dua mahasiswa anyarnya yang berasal dari latar belakang yang unik dan internasional, karena kehadiran mereka akan menambah keberagaman budaya di kampus dan membawa perspektif baru dalam dinamika pembelajaran, khususnya dalam konteks kesehatan global dan keperawatan transkultural.

“Kami sangat bersemangat menyambut Aika dan Diana, keunikan pengalaman mereka bersekolah di Filipina dan pemahaman mereka tentang budaya yang berbeda akan menjadi aset yang sangat berharga bagi komunitas kampus kami, khususnya di program studi ilmu keperawatan dan kebidanan yang mereka pilih dimana pemahaman lintas budaya adalah sebuah keharusan,” ujar Direktur STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., yang di wakilkan oleh Dr. Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep., selaku Ketua Senat dalam sambutannya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Atdikbud Manila atas kepercayaannya menempatkan kedua mahasiswa tersebut di STIKES Buleleng dan berjanji akan memberikan yang terbaik dalam hal pendidikan, pengawasan, dan kesejahteraan selama masa studi mereka.

Kerjasama strategis antara Atdikbud Manila dengan perguruan tinggi di dalam negeri seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan diperkuat, tidak hanya terbatas pada bidang ilmu kesehatan namun juga pada berbagai disiplin ilmu lainnya, sehingga dapat menciptakan sebuah ekosistem pendidikan yang integratif, berkelanjutan, dan berorientasi global bagi seluruh WNI di luar negeri.

Pada akhirnya, perjalanan yang ditempuh oleh Aika dan Diana dari ruang kelas Sekolah Indonesia Davao menuju auditorium STIKES Buleleng adalah lebih dari sekadar sebuah perubahan lokasi geografis; ini adalah sebuah perjalanan transformatif yang membuktikan bahwa dengan dedikasi, dukungan sistemik, dan kerjasama yang solid, masa depan pendidikan Indonesia berada di tangan yang tepat dan siap untuk bersaing di panggung dunia.

Momen bersejarah yang terjadi pada hari yang cerah di Manila ini tidak hanya akan dikenang sebagai hari dimana dua pemuda mewujudkan mimpinya, tetapi juga sebagai hari dimana seluruh bangsa Indonesia dapat berdiri tegak dan dengan penuh kebanggaan mengatakan bahwa pendidikan kita mampu melampaui batas-batas teritorial, menyatukan anak-anak bangsa dari seluruh penjuru dunia di bawah panji-panji ilmu pengetahuan dan persaudaraan.

Selamat dan sukses untuk Aika dan Diana, semoga kalian menjadi perawat  dan bidan yang tidak hanya terampil secara klinis tetapi juga penuh empati, menjadi duta-duta budaya Indonesia yang membawa nama harum bangsa di kancah internasional, dan yang terpenting, menjadi inspirasi bagi ribuan pelajar Indonesia lainnya di luar negeri untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkilau.

Humas_STIKES Buleleng

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top