STIKES Buleleng Sambut 266 orang Dosen dan Mahasiswa IKES Rajawali Bandung Dalam Rangka STUDI Banding dan Pengabdian Masyarakat

Dalam sebuah gelaran kolaborasi akademik yang monumental dan penuh makna, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng telah menyambut dengan hangat dan penuh suka cita kedatangan sebanyak 266 orang delegasi yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari Institut Kesehatan (IKES) Rajawali Bandung, yang hadir dalam sebuah kegiatan integratif bertajuk studi banding dan pengabdian masyarakat selama satu hari penuh di Utara Pulau Dewata.

Kunjungan yang berlangsung dari tanggal 12 September 2025 ini tidak hanya sekadar melakukan observasi lapangan melainkan merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dirancang secara khusus untuk saling bertukar ilmu, mempererat jejaring strategis, serta memberikan kontribusi langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan keindahan alam dan keramahan budayanya.

Rombongan besar dari IKES Rajawali Bandung tersebut disambut secara resmi oleh Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. selaku Ketua STIKES Buleleng dalam sebuah upacara penerimaan yang meriah dan khidmat di auditorium utama Kampus 1 STIKES Buleleng atau STIKES Buleleng Convention Center (SBCC), yang dihadiri oleh seluruh pimpinan lembaga, para ketua program studi, serta ratusan mahasiswa STIKES Buleleng yang dengan antusias ingin menyaksikan momen bersejarah bagi kedua institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Indonesia ini.

Agenda inti dari kunjungan kolosal ini terbagi dalam dua fokus utama, yakni kegiatan studi banding yang mencakup diskusi mendalam mengenai sistem kurikulum, metodologi pembelajaran, manajemen lembaga, diskusi mahasiswa serta sharing inovasi penelitian, dan di sisi lain adalah aksi nyata pengabdian masyarakat yang menyasar beberapa desa di Buleleng dengan program-program kesehatan yang bersifat edukatif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Melalui sinergi yang terbangun dengan sangat solid dan penuh kekeluargaan ini, kedua belah pihak berharap dapat menciptakan sebuah model kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas lulusan tenaga kesehatan yang unggul, kompeten, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dunia kesehatan nasional yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Kegiatan studi banding yang dilaksanakan pada hari pertama dan kedua kunjungan berlangsung dalam suasana yang sangat dinamis, interaktif, dan dipenuhi dengan semangat keingintahuan yang tinggi dari kedua belah pihak untuk mengeksplorasi berbagai best practice dan inovasi yang telah diimplementasikan oleh masing-masing institusi.

Para dosen dan pimpunan dari IKES Rajawali Bandung secara khusus menyampaikan ketertarikan mereka untuk mempelajari secara mendalam tentang model pendidikan vokasi kesehatan yang diterapkan oleh STIKES Buleleng, yang terkenal sangat adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan telah berhasil mencetak lulusan yang banyak diserap oleh rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Sesi diskusi berjalan dengan sangat intensif dan produktif, mencakup berbagai topik strategis mulai dari pengelolaan laboratorium keterampilan klinik yang mutakhir, sistem penjaminan mutu internal, pengintegrasian teknologi digital dalam proses belajar mengajar, hingga strategi untuk mendorong publikasi ilmiah internasional bagi para dosen dan mahasiswa.

Tidak ketinggalan, para mahasiswa dari kedua kampus juga diberikan ruang untuk berinteraksi langsung dalam sebuah forum diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) yang membahas tentang organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengembangan soft skill, serta pengalaman mereka selama menjalani praktik klinik di berbagai fasilitas kesehatan.

Pertukaran ide dan pengetahuan dalam skala sebesar ini diakui oleh kedua pihak sebagai sebuah lompatan besar yang sangat berharga untuk mendongkrak kualitas proses akademik dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan.

Sementara itu, rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan seluruh 266 orang dosen dan mahasiswa dari IKES Rajawali Bandung tersebut merupakan sebuah aksi sosial yang sangat masif dan terorganisir dengan rapi, yang menyasar tiga desa berbeda di Kabupaten Buleleng, yaitu Desa Bungkulan yang dipilih berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan permasalahan kesehatan yang spesifik di setiap lokasi.

Para peserta dibagi ke dalam beberapa tim multidisiplin yang mencakup keahlian dalam keperawatan sehingga setiap tim mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan holistik kepada masyarakat desa yang telah antusias menyambut kedatangan mereka.

Berbagai program unggulan berhasil dilaksanakan dengan sukses, antara lain penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil, skrining kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, demo memasak makanan sehat dan bergizi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta distribusi paket sembako dan perlengkapan kebersihan untuk keluarga kurang mampu.

Antusiasme masyarakat desa terlihat sangat tinggi, terbukti dengan membludaknya jumlah warga yang memadati balai banjar dan posyandu sejak pagi buta untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan, sementara para mahasiswa dari kedua institusi tampak sangat bersemangat dan profesional dalam melayani setiap pasien, yang tidak hanya memberikan pengalaman klinis yang berharga tetapi juga melatih kepekaan sosial mereka.

Dampak dari pengabdian masyarakat skala besar ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek melainkan juga dapat memicu perubahan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan masyarakat desa, sekaligus menjadi model percontohan untuk kolaborasi pengabdian masyarakat antar institusi pendidikan kesehatan di masa yang akan datang.

Selain dua agenda utama tersebut, kunjungan 266 orang delegasi IKES Rajawali Bandung ini juga diisi dengan berbagai acara pendukung yang tidak kalah menarik dan bermakna, dirancang khusus untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kabupaten Buleleng yang memesona, sehingga menciptakan pengalaman yang berkesan dan balance antara kerja keras dan relaksasi. Para tamu dari Bandung diajak untuk mengunjungi beberapa Gedung mini hospital dan OSCE yang dimiliki oleh STIKES Buleleng.

Melalui kegiatan-kegiatan pendukung ini, tidak hanya transfer knowledge yang terjadi tetapi juga terjalinnya emotional bonding dan mutual respect yang sangat kuat antara seluruh peserta, yang menjadi fondasi kokoh untuk membangun kerja sama yang lebih strategis dan berjangka panjang di masa depan, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, joint research, hingga co-author seminar dan conferences.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top