Hadirkan 350 Guru SD dan SMP Se-Kabupaten Buleleng, Sosialisasi Aplikasi SIAP Karya Dosen STIKES Buleleng Jadi Inovasi Andalan Dinas Pendidikan Mendukung Program Pendidikan Karakter di Kabupaten Buleleng

Kabupaten Buleleng kembali mencatatkan terobosan inovatif di bidang pendidikan dengan mengembangkan Sistem Informasi Anti Perundungan (SIAP) karya dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng, yang kini telah diadopsi oleh Dinas Pendidikan setempat sebagai salah satu platform digital unggulan untuk meningkatkan efisiensi administrasi akademik di sekolah-sekolah.

Aplikasi yang dirancang secara khusus untuk memudahkan guru dalam mengelola data kehadiran siswa, penilaian harian, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), hingga pelaporan hasil belajar ini, telah melalui serangkaian uji coba di beberapa sekolah percontohan dan menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurangi kasus perundungan dikalangan siswa.

Atas keberhasilannya tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng bersama dengan STIKES Buleleng sepakat untuk mendaftarkan SIAP ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfosanti) guna memperoleh sertifikasi resmi sebagai produk inovasi teknologi pendidikan yang layak digunakan secara nasional.

Sosialisasi perdana aplikasi ini digelar secara besar-besaran di STIKES Buleleng Convention Center (SBCC) dan dihadiri oleh 350 guru dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Buleleng, menandai dimulainya implementasi massal SIAP di seluruh wilayah tersebut. 

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M. Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Aplikasi SIAP merupakan jawaban atas tantangan dunia pendidikan di era digital, terutama dalam menyederhanakan proses administrasi yang selama ini menjadi kendala utama para guru dalam fokus mengajar.

“Dengan adanya aplikasi ini, kami berharap guru tidak lagi kasus-kasus perundungan dikalangan siswa,” ujarnya di hadapan ratusan peserta sosialisasi yang antusias. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara Dinas Pendidikan dengan STIKES Buleleng dalam pengembangan SIAP merupakan bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, Pak Kadis mengungkapkan bahwa sertifikasi dari Kominfosanti akan menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa aplikasi ini memenuhi standar keamanan data serta interoperabilitas yang diperlukan, sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dengan fitur-fitur canggih seperti integrasi dengan sistem pembelajaran daring dan analisis big data untuk pemetaan kompetensi siswa. 

Sementara itu, Ketua Tim Pengembang Aplikasi SIAP sekaligus dosen Prodi Kebidanan STIKES Buleleng, Bdn. Putu Sukma Megaputri, S.ST., M.Kes., memaparkan bahwa ide awal pembuatan aplikasi ini berawal dari keluhan banyaknya kasus perundungan, kekerasan hingga mengakibatkan beberapa kasus bunuh diri pada remaja.

“Kami merancang SIAP dengan antarmuka yang user-friendly, sehingga guru dari berbagai latar belakang teknologi dapat dengan mudah mengoperasikannya, bahkan bagi yang belum terlalu melek digital sekalipun,” jelasnya saat memandu demo penggunaan aplikasi di depan peserta sosialisasi.

Bidan Sukma, juga menambahkan bahwa aplikasi ini telah dilengkapi dengan sistem cloud backup sehingga data tidak akan hilang meskipun perangkat guru mengalami kerusakan, serta telah dioptimalkan untuk penggunaan di daerah dengan konektivitas internet terbatas melalui mode offline synchronization. 

Antusiasme peserta sosialisasi terlihat jelas ketika sesi tanya jawab dibuka, dengan banyak guru yang menyampaikan apresiasi sekaligus mempertanyakan detail teknis seperti mekanisme update aplikasi, keamanan data privasi siswa, serta kemungkinan penambahan fitur seperti integrasi dengan Dapodik di masa depan.

Salah satu guru SDN di Buleleng, mengungkapkan bahwa selama ini ia menghabiskan hampir 30% waktu mengajarnya hanya untuk mengerjakan administrasi, sehingga tidak sepenuhnya mengontrol dan mengawasi siswa dalam setiap situasi dan keadaan, sehingga kehadiran SIAP seperti angin segar yang akan membantunya lebih fokus pada interaksi dengan murid yang diharapkan menurunkan tindakan perundungan pada siswa.

Implementasi Aplikasi SIAP ke depannya tidak akan berhenti pada sosialisasi satu hari ini saja, melainkan akan disertai dengan pendampingan intensif selama tiga bulan ke depan melalui tim khusus yang terdiri dari dosen STIKES Buleleng dan staf IT Dinas Pendidikan, yang siap membantu sekolah-sekolah dalam proses instalasi, troubleshooting, hingga pelatihan lanjutan untuk memaksimalkan pemanfaatan fitur-fitur aplikasi.

Rencana pengembangan jangka panjang termasuk penambahan modul untuk manajemen perpustakaan digital, sistem absensi berbasis facial recognition, serta kolaborasi dengan platform video conference untuk memfasilitasi hybrid learning, yang semuanya dirancang untuk menjadikan SIAP sebagai satu pintu solusi digital bagi guru di era pendidikan 4.0.

Dukungan anggaran untuk pengembangan lebih lanjut juga telah dijamin oleh Pemkab Buleleng, dengan alokasi khusus untuk pelatihan guru, pembelian server dedicated, dan hibah tablet bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki perangkat memadai, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam transformasi digital sektor pendidikan. 

Acara sosialisasi yang berlangsung dari pagi hingga sore hari itu ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan komitmen implementasi SIAP oleh perwakilan sekolah, disaksikan langsung oleh Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. yang dalam pidato penutupannya menegaskan bahwa inovasi seperti ini sejalan dengan visi STIKES Buleleng yang senantiasa mewujudkan Buleleng sebagai Kota Pendidikan yang ramah bebas dari perundungan.

Dengan dimulainya tahap implementasi masif Aplikasi SIAP ini, Kabupaten Buleleng telah menorehkan sejarah baru sebagai salah satu daerah pertama di Indonesia yang secara sistematis mendigitalisasi administrasi pembelajaran secara terintegrasi, membawa angin segar bagi dunia pendidikan yang lebih efisien dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. 

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top