PENUHI ASPIRASI MASYARAKAT! STIKES BULELENG SEGERA BUKA PRAKTIK MANDIRI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

VISITASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BULELENG TERKAIT DENGAN PERMOHONAN IZIN PRAKTIK MANDIRI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER DI STIKES BULELENG

Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis keilmuan terpadu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng mengajukan permohonan izin praktik mandiri keperawatan komplementer kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, yang kemudian direspons dengan kegiatan visitasi lapangan secara menyeluruh untuk menilai kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesesuaian kurikulum dengan standar nasional.

Proses visitasi yang berlangsung selama satu hari penuh ini melibatkan tim ahli dari Dinas Kesehatan, perwakilan dipimpin oleh Putu Agus Hartawan, SKM., M.Kes. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, serta staf dengan fokus evaluasi mencakup kelengkapan fasilitas praktik, kompetensi klinis pengajar, dan keberlanjutan program dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pengobatan holistik.

“Keperawatan komplementer bukan sekadar tren, melainkan pendekatan ilmiah yang mengintegrasikan terapi konvensional dengan metode tradisional berbasis bukti, sehingga kami harus memastikan bahwa STIKES Buleleng benar-benar siap menjadi pionir dalam mengedukasi perawat masa depan di bidang ini,” tegas Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., saat membuka acara visitasi di Ruang Rapat Ruang Ketua STIKES Buleleng yang dihadiri oleh puluhan dosen, dan mahasiswa.

Visitasi ini menjadi tonggak penting bagi STIKES Buleleng yang selama lima tahun terakhir telah mempersiapkan diri dengan menyusun kurikulum spesifik keperawatan komplementer, melatih dosen melalui program sertifikasi internasional, serta membangun klinik simulasi yang dilengkapi peralatan akupresur, aromaterapi, dan terapi herbal sesuai standar Kementerian Kesehatan RI.

Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep. selaku Kaprodi S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Buleleng, dalam presentasinya menyatakan bahwa permohonan izin ini merupakan wujud komitmen kampus untuk tidak hanya menghasilkan perawat generalis, tetapi juga tenaga kesehatan yang mampu memberikan layanan paripurna dengan menggabungkan ilmu medis Barat dan kearifan lokal Bali, seperti penggunaan loloh (ramuan tradisional) dan usada (pengobatan Bali) yang telah teruji klinis.

Tim visitasi melakukan peninjauan lapangan ke delapan ruang praktik khusus keperawatan komplementer di Kampus 1 STIKES Buleleng, termasuk laboratorium yang dilengkapi alat pengukur respons stres psikologis, ruang terapi untuk rehabilitasi bagi pasien. Tim juga memberikan catatan perbaikan terkait perluasan jejaring kolaborasi dengan puskesmas dan klinik tradisional agar mahasiswa mendapat pengalaman klinis yang lebih beragam, serta penyempurnaan dokumen protokol terapi untuk menghindari risiko malpraktik. 

Aspek legalitas dan perlindungan hukum menjadi sorotan utama dalam sesi diskusi tertutup antara tim visitasi dan manajemen STIKES Buleleng, mengingat praktik keperawatan komplementer di Indonesia masih berada dalam area abu-abu regulasi yang memerlukan payung hukum lebih jelas.

Putu Agus Hartawan, SKM., M.Kes. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, menekankan bahwa izin praktik mandiri hanya akan diberikan jika kampus mampu menunjukkan mekanisme pengawasan internal yang ketat, termasuk pembentukan komite etik independen untuk mengevaluasi setiap intervensi komplementer yang dilakukan oleh mahasiswa atau lulusan.

“Kami tidak ingin terjadi penyimpangan seperti klaim penyembuhan tanpa dasar ilmiah atau penggunaan bahan berbahaya, sehingga seluruh terapi harus merujuk pada Permenkes No. 1109 Tahun 2022 tentang Praktik Keperawatan Komplementer yang baru saja disahkan,” tegasnya sambil menunjuk dokumen standar operasional prosedur (SOP) yang harus direvisi oleh STIKES Buleleng dalam waktu dua minggu ke depan. 

Dukungan juga datang dari organisasi profesi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang mengapresiasi inisiatif STIKES Buleleng sebagai langkah progresif dalam memperkaya kompetensi perawat, meski mengingatkan pentingnya uji kompetensi khusus sebelum lulusan diperbolehkan membuka praktik mandiri. 

Jika izin praktik mandiri disetujui, STIKES Buleleng akan menjadi institusi pendidikan pertama di Bali Utara yang menawarkan program studi keperawatan komplementer terstruktur, dengan potensi menarik minat mahasiswa dari luar daerah bahkan mancanegara yang tertarik mempelajari integrasi pengobatan modern dan tradisional.

“Kami telah menyiapkan roadmap jangka panjang termasuk kerja sama dengan universitas di Thailand dan India yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pendidikan keperawatan holistik, serta pengembangan pusat riset terapi komplementer untuk penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat Bali,” tambah Dr. Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep. selaku Ketua Senat STIKES Buleleng.

Dari perspektif ekonomi kesehatan, program ini diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat menengah ke bawah, mengingat terapi komplementer seringkali lebih terjangkau dibandingkan pengobatan konvensional, sekaligus menjadi peluang bisnis baru bagi lulusan STIKES Buleleng yang ingin membuka klinik mandiri.

Proses visitasi ditutup dengan penandatanganan berita acara yang memuat poin rekomendasi perbaikan, mulai dari penyediaan khusus terapi komplementer hingga digitalisasi sistem pemantauan efek samping terapi.

“Kami menyambut baik semua masukan ini sebagai bahan penyempurnaan, karena tujuan akhir kami adalah melahirkan perawat-perawat komplementer yang tidak hanya terampil tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjunjung prinsip primum non nocere (pertama, jangan membahayakan),” pungkas Putu Agus Hartawan, SKM., M.Kes. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan.

Dengan demikian, seluruh pemangku kepentingan kini menantikan keputusan final Dinas Kesehatan yang akan menentukan apakah Bali akan segera memiliki pusat pendidikan keperawatan komplementer pertama yang diakui secara resmi. 

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top