
Suasana hangat dan penuh semangat terlihat jelas saat tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng resmi diterjunkan ke Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, di mana puluhan mahasiswa dari berbagai program studi turun langsung berbaur dengan warga setempat dalam serangkaian kegiatan sosial dan edukasi kesehatan yang mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat yang sejak pagi telah berkumpul di balai desa dengan penuh antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. menyammpaikan kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berhenti pada tataran teori akademik di dalam kelas, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, di mana para mahasiswa dan dosen berkolaborasi memberikan pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan, serta pendampingan langsung yang dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masyarakat Sangsit, terutama dalam bidang kesehatan ibu, anak, dan pencegahan penyakit.

Sementara, Koordinator Dosen Ns. Made Rismawan, S.Kep., MNS. menerangkan kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, pengabdian masyarakat ini melibatkan lebih dari 20 mahasiswa yang dengan penuh dedikasi melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian edukasi gizi seimbang, serta sosialisasi tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, yang kesemuanya dikemas dalam suasana interaktif dan menyenangkan agar pesan-pesan kesehatan dapat terserap dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Antusiasme warga Sangsit terlihat dari padatnya peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan, mulai dari senam sehat bersama, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah gratis, hingga konsultasi kesehatan reproduksi dan kehamilan yang dipandu langsung oleh dosen dan mahasiswa kebidanan yang berpengalaman.

Kepala Desa Sangsit, Bapak Putu Arya Suyasa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian STIKES Buleleng yang telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian, karena menurutnya inisiatif semacam ini sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan masyarakat, terutama mengingat masih adanya permasalahan stunting dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di kalangan ibu hamil dan balita.
Salah satu program unggulan yang paling banyak diminati oleh ibu-ibu di Desa Sangsit adalah sesi penyuluhan tentang pemberian makanan pendamping ASI yang tepat untuk mencegah stunting, di mana tim dari STIKES Buleleng memberikan demonstrasi cara membuat MP-ASI bergizi dari bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan, sekaligus menjelaskan bahwa deteksi dini dan intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan adalah kunci utama untuk mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mahasiswa STIKES Buleleng, karena melalui interaksi langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, mereka dapat mengasah keterampilan komunikasi, empati, dan kemampuan adaptasi yang sangat dibutuhkan dalam profesi kesehatan, sebagaimana ditekankan oleh Ketua STIKES Buleleng yang selalu mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga kepekaan sosial yang tinggi.

Sinergi antara dosen pembimbing, mahasiswa, dan perangkat desa serta tenaga kesehatan setempat, seperti yang tergabung dalam Puskesmas Sawan, menjadi faktor kunci keberhasilan kegiatan ini, karena kolaborasi lintas sektor memungkinkan program pengabdian berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat yang telah dipetakan sebelumnya melalui survei dan koordinasi dengan kader kesehatan di tingkat banjar.
Melalui pengabdian masyarakat yang menyentuh berbagai aspek kesehatan dan sosial ini, STIKES Buleleng tidak hanya meneguhkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam mencetak tenaga kesehatan profesional, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Sangsit, yang berharap agar program serupa dapat dilaksanakan secara rutin di masa depan demi mewujudkan desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Apresiasi dari warga yang mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi yang diberikan menjadi energi positif bagi para mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan program-program pengabdian yang inovatif dan berdampak luas.
Dengan semangat “STIKES Buleleng Pasti Bisa Dan Mampu Beradaptasi Serta Jaya”, kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan tinggi di bidang kesehatan harus hadir sebagai agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dimulai dari hal-hal kecil seperti memberikan penyuluhan di desa hingga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat.
Ke depan, pihak kampus berencana untuk menjadikan Desa Sangsit sebagai salah satu mitra tetap dalam program pengabdian masyarakat, dengan agenda rutin yang mencakup pemeriksaan kesehatan berkala, pendampingan ibu hamil dan balita, serta pelatihan keterampilan bagi kader kesehatan, sehingga dampak positif yang telah dirasakan saat ini dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh seluruh generasi di masa mendatang.
KUI_humas