STIKES BULELENG DIPERCAYA JADI PERCONTOHAN PIK-M KABUPATEN BULELENG

Dalam sebuah langkah strategis yang menandai pengakuan atas kapasitas institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng secara resmi dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai satu-satunya lembaga percontohan untuk pelaksanaan program Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) yang bertujuan membina generasi muda agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kesehatan remaja saat ini.

Keputusan yang diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Buleleng ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika STIKES Buleleng, tetapi juga menegaskan komitmen kampus tersebut dalam mengedepankan pendidikan karakter dan layanan konseling yang inovatif bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Melalui program PIK-M, STIKES Buleleng akan berperan aktif dalam menyediakan wadah edukasi seputar kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba dan perilaku berisiko lainnya, yang selama ini masih menjadi masalah serius di kalangan remaja Kabupaten Buleleng.

Dengan status percontohan ini, seluruh aktivitas dan model pendekatan yang dijalankan oleh STIKES Buleleng nantinya akan menjadi standar bagi perguruan tinggi lain di wilayah Buleleng, sehingga diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan dalam membangun generasi unggul.

Proses seleksi yang panjang dan ketat yang melibatkan berbagai indikator seperti kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta program kerja yang berkelanjutan akhirnya memenangkan STIKES Buleleng sebagai percontohan, membuktikan bahwa kampus ini memiliki kredibilitas dan kapasitas yang mumpuni untuk mengemban amanah besar tersebut.

Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., dalam sambutannya saat peluncuran program tersebut menyampaikan rasa syukur dan tekad yang kuat untuk menjadikan PIK-M sebagai pusat rujukan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang membutuhkan informasi dan konseling berkualitas, karena selama ini banyak remaja yang bingung mencari tempat curhat yang aman dan terpercaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihak kampus segera membentuk tim khusus yang terdiri dari dosen psikologi, perawat, dan bidan, yang telah dilatih secara profesional untuk memberikan pendampingan secara personal maupun kelompok, sehingga setiap individu yang datang dapat merasa nyaman tanpa takut dihakimi atau diabaikan.

Selain itu, STIKES Buleleng juga akan mengintegrasikan program PIK-M ke dalam kurikulum mata kuliah tertentu, seperti kesehatan masyarakat dan keperawatan jiwa, agar para mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan tetapi juga agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi sehat ke lingkungan sekitarnya.

Kolaborasi yang akan dibangun antara pemerintah, STIKES Buleleng, dan para tokoh masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung remaja untuk terbuka dalam mencari informasi tanpa rasa takut atau malu, terutama yang berkaitan dengan hak-hak reproduksi dan kesehatan mental.

Program percontohan ini juga akan dilengkapi dengan aplikasi konseling daring bernama “PIK-M Buleleng Care” yang bisa diakses gratis oleh seluruh remaja di kabupaten ini, sehingga mereka yang tinggal di daerah terpencil sekalipun tetap bisa mendapatkan layanan profesional secara cepat dan rahasia.

Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja daerah dalam kategori pembangunan pemuda dan pengendalian penduduk, sehingga semua pihak harus bekerja sama secara optimal tanpa setengah-setengah.

Para mahasiswa STIKES Buleleng pun menyambut antusias penunjukan ini, karena mereka melihatnya sebagai peluang emas untuk belajar secara langsung bagaimana mengelola pusat konseling yang profesional, sekaligus meningkatkan soft skills dalam berkomunikasi dan mendampingi teman sebaya yang tengah mengalami masalah psikologis atau sosial.

Salah satu mahasiswa Prodi Keperawatan, Komang Silviana Darini, mengungkapkan bahwa selama ini ia dan teman-temannya sering kesulitan mencari tempat yang tepat untuk berbagi cerita tentang tekanan kuliah maupun masalah pribadi, sehingga hadirnya PIK-M di kampus sendiri terasa seperti jawaban atas kebutuhan mendesak yang selama ini terabaikan.

Lebih menggembirakan lagi, STIKES Buleleng berencana membuka layanan konseling gratis bagi masyarakat umum setiap hari Sabtu, sehingga warga Buleleng yang bukan mahasiswa juga bisa mendapatkan manfaat dari program percontohan ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, dan partisipasi aktif generasi muda, maka masa depan remaja Buleleng diharapkan akan lebih cerah, sehat, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi contoh bagi kabupaten-kabupaten lain di Bali untuk mengimplementasikan program serupa.

Kepercayaan yang diberikan kepada STIKES Buleleng ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan positif dapat dimulai dari kampus, asalkan ada niat tulus, kerja keras kolektif, dan keberanian untuk menjadi pelopor di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top