
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi S1 Farmasi dan Profesi Apoteker STIKES Buleleng. Wiwik Karlina berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Tingkat Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gde Manik pada akhir pekan lalu. Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah atas se-Kabupaten Buleleng.
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat selama dua hari tersebut, tim dari STIKES Buleleng berhasil menyisihkan banyak peserta lainnya melalui karya tulis ilmiah berjudul “Analisis Integratif Ekoteologi Islam dan Tri Hita Karana: Solusi Krisis Sampah di Bali”. Karya tersebut mengangkat kolaborasi nilai-nilai ekoteologi Islam dengan konsep kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Dosen pembimbing tim, Dr. apt. Iyan Hardiyana, S.Farm., M.Farm., menyampaikan rasa bangganya karena anak didiknya mampu mengemas ide ilmiah dengan kemasan yang Islami tanpa meninggalkan aspek akademik yang ketat, sehingga merebut hati para dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi farmasi, dan tokoh agama.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STIKES Buleleng tidak hanya unggul di bidang kesehatan dan farmasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah inovasi ilmiah mereka, sekaligus memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya.
Wiwik Karlina mengungkapkan bahwa penelitian yang mengantarkannya meraih Juara 3 dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Penelitian tersebut mengkaji nilai-nilai ekoteologi Islam dan konsep Tri Hita Karana sebagai solusi krisis sampah di Bali melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudū‘ī).
“Kami mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an tentang tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dan menghubungkannya dengan nilai kearifan lokal Bali,” ujarnya saat ditemui di kampus STIKES Buleleng. Penelitian ini menggunakan sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, dan kitab tafsir, serta didukung berbagai jurnal ilmiah dan dokumen resmi terkait pengelolaan lingkungan dan sampah.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi S1 Farmasi STIKES Buleleng, Dr. apt. Iyan Hardiyana, S.Farm., M.Farm., memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas keberhasilan tim KTIQ tersebut, karena menurutnya capaian ini menjadi sejarah baru mengingat selama tiga tahun terakhir belum pernah ada mahasiswa farmasi yang berhasil masuk tiga besar dalam ajang bernuansa keagamaan seperti ini.
Beliau menjelaskan bahwa kompetisi KTIQ berbeda dengan lomba karya tulis ilmiah biasa karena selain menilai metodologi penelitian dan kebaruan isi, juri juga menilai kedalaman pemahaman kontestan terhadap integrasi sains dengan Al-Qur’an serta kemampuan mempresentasikan gagasan di hadapan panelis yang kritis.
“Kami sangat bangga karena mahasiswa kami mampu bersaing dengan peserta dari universitas negeri dan institut agama islam yang lebih senior, ini menunjukkan bahwa lulusan farmasi STIKES Buleleng memiliki kualitas yang holistik, tidak hanya terampil meracik obat tetapi juga berlandaskan moral dan spiritual yang kuat,” ungkap beliau dalam sambutan pada acara penyerahan penghargaan secara simbolis di ruang rapat kampus.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan STIKES Buleleng, Bdn. Ni Made Karlina Sumiari Tangkas, S.ST., MH, juga turut memberikan selamat dan menyatakan bahwa prestasi di ajang KTIQ ini akan dicatat sebagai prestasi non-akademik yang memberikan bobot tambahan pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para mahasiswi bersangkutan, sesuai dengan kebijakan kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif di berbagai kegiatan positif.
“Kami memiliki program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, dan keberhasilan Wiwik Karlina ini membuka peluang untuk mendapatkan keringanan biaya kuliah di semester berikutnya sebagai bentuk penghargaan kampus atas dedikasi nya,” tambah Bdn. Karlina.
Pihak kampus juga menekankan bahwa kompetisi seperti KTIQ sangat strategis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan kepercayaan diri mahasiswa, yang merupakan soft skills penting di dunia akademik maupun profesional nantinya. Diharapkan ke depan semakin banyak mahasiswa lintas program studi, baik dari keperawatan, kebidanan, maupun kesehatan lingkungan di STIKES Buleleng, yang berani mengikuti lomba serupa dengan mengangkat isu kesehatan dan kearifan lokal Buleleng.
Prestasi yang diraih Wiwik Karlina menjadi bukti bahwa mahasiswa STIKES Buleleng memiliki potensi besar untuk bersaing secara akademik maupun religius apabila mendapat dukungan dan ruang pengembangan yang memadai dari kampus.
Dalam karya ilmiahnya, Wiwik juga menyertakan analisis mengenai pentingnya kolaborasi nilai ekoteologi Islam dan Tri Hita Karana dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Bali. Berkat gagasan yang inovatif dan relevan tersebut, ia berhasil mengungguli 25 peserta lainnya dan meraih Juara 3 pada ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Tingkat Kabupaten Buleleng.
Melalui pencapaiannya ini, Wiwik berharap mahasiswa dapat terus mengasah kemampuan menulis dan meneliti karena karya ilmiah menjadi investasi penting bagi pengembangan akademik maupun profesional di masa depan. Sementara itu, STIKES Buleleng terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan kreativitas mahasiswa melalui berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan penelitian.
Semoga prestasi gemilang ini menjadi penyemangat bagi seluruh civitas academica STIKES Buleleng untuk terus berprestasi dan membawa nama baik institusi di kancah yang lebih luas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat Bali yang berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual. Selamat kepada para juara, teruslah berkarya dan menginspirasi.
KUI_humas