Workshop Pemutakhiran Kurikulum Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Buleleng

Menuju Unggul, Langkah Strategis Menjawab Tantangan Kesehatan Global

STIKES Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan dengan menyelenggarakan Workshop Pemutakhiran Kurikulum untuk Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners, yang berlangsung selama dua hari penuh di Ruang Sidang, Kampus 1, STIKES Buleleng pada tanggal 23-24 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh pakar kurikulum dari AIPNI Regional X, praktisi kesehatan, dosen, serta perwakilan alumni sebagai bentuk kolaborasi multidisiplin untuk menciptakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan kesehatan terkini.

Dengan menggandeng narasumber dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional X, workshop ini tidak hanya membahas penyelarasan kurikulum dengan standar nasional tetapi juga mengintegrasikan kompetensi global seperti penanganan pandemi, teknologi kesehatan digital, serta kekhasan yang dapat ditawarkan oleh STIKES Buleleng.

Ketua STIKES Buleleng, yang diwakili oleh Waka 1 Bagian Kurikulum, Ns. Gede Budi Widhiarta, S.Kep., M.Kep., dalam sambutannya menekankan bahwa pemutakhiran kurikulum ini merupakan respons terhadap dinamika perubahan sistem kesehatan yang begitu cepat, sekaligus upaya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki daya saing internasional khususnya pada keperawatan komplementer yang menjadi nilai keunggulan dari lulusan STIKES Buleleng. 

Sesi pertama workshop membahas analisis kebutuhan pasar kerja, di mana data dari berbagai rumah sakit dan puskesmas mitra menunjukkan tingginya permintaan terhadap perawat yang terampil dalam bidang gerontologi, emergency care, dan manajemen penyakit kronis, sehingga kurikulum baru akan menitikberatkan pada penguatan ketiga aspek tersebut.

Selain itu, isu sustainability dalam praktik keperawatan juga menjadi fokus utama, dengan memasukkan materi tentang perawatan berbasis lingkungan (green nursing) dan etika kesehatan global ke dalam struktur pembelajaran. Para peserta workshop terlibat aktif dalam diskusi kelompok untuk mengevaluasi mata kuliah yang perlu diperbarui, dihilangkan, atau ditambahkan, termasuk menyusun strategi pembelajaran blended learning untuk meningkatkan fleksibilitas perkuliahan tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Tak ketinggalan, aspek penguatan soft skill seperti komunikasi klinis, kepemimpinan, dan kolaborasi interprofesional juga diintegrasikan ke dalam kurikulum agar lulusan siap menghadapi kompleksitas sistem kesehatan modern berbasis keterampilan komplementer yang khas dan dapat menarik minat mahasiswa baru hingga menjadi pusat rujukan pembelajaran komplementer di Bali khususnya dan di Regional X pada umumnya. 

Hari kedua workshop diisi dengan pemaparan dari perwakilan AIPNI tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Ners Indonesia, yang menjadi pedoman dalam menyusun capaian pembelajaran lulusan (CPL) agar selaras dengan regulasi dan kebutuhan industry oleh Dr. Ns. Ni Ketut Guru Prapti, S.Kep., MNS. Sementara itu, Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep., selaku Kaprodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners, menjelaskan bahwa kurikulum baru ini akan mengadopsi pendekatan outcome-based education (OBE), di mana setiap mata kuliah dirancang untuk mencapai kompetensi spesifik yang dapat diukur melalui penilaian autentik seperti simulasi klinis dan proyek lapangan atau Project Based Learning.

Guna mendukung hal tersebut, STIKES Buleleng berencana memperluas jaringan kerja sama dengan rumah sakit dan klinik yang berbasis keperawatan komplementer agar mahasiswa mendapatkan exposure praktik yang sesuai dengan standar. Tak hanya itu, workshop juga menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan porsi penelitian berbasis evidence-based practice dalam kurikulum, mengingat peran vital perawat dalam pengembangan ilmu keperawatan melalui riset terapan dalam fokus keperawatan komplementer. 

Pada hari penutupan, dilakukan presentasi draft kurikulum baru yang telah disusun berdasarkan masukan seluruh pemangku kepentingan. Ketua Senat STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep., menyatakan bahwa kurikulum ini akan mulai diimplementasikan pada tahun akademik 2025/2026, dengan tahap uji coba terbatas pada beberapa mata kuliah terlebih dahulu untuk memastikan efektivitasnya.

Selain perubahan konten akademik, workshop juga menghasilkan rencana pengembangan teaching clinic dan laboratorium simulasi canggih yang dilengkapi dengan teknologi virtual reality untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam skenario kesehatan yang realistis. Partisipasi mahasiswa dalam evaluasi kurikulum juga diapresiasi, seperti disampaikan oleh perwakilan alumni yang menyoroti pentingnya penambahan mata kuliah keperawatan komplementer untuk membekali lulusan dengan kemampuan membuka praktik mandiri serta menjawab tantangan dari Pemerintah Provinsi Bali yang telah mengeluarkan aturan pemberian pelayanan komplementer pada rumah sakit di seluruh wilayah Provinsi Bali. 

Workshop ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi STIKES Buleleng dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pencetak perawat profesional terbaik di Indonesia, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan kesehatan khususnya keperawatan dapat beradaptasi dengan disrupsi di era Society 5.0.

Dengan kurikulum yang dinamis, kolaboratif, dan berorientasi masa depan, Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Buleleng siap menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan lokal maupun global, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan. 

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top