PRODI S1 FARMASI STIKES BULELENG HADIRI ACARA PERDANA THE 1ST JAMU (LOLOH) INTERNATIONAL CONFERENCE & EXPO OLEH DEWAN JAMU INDONESIA DI NUSA DUA, BALI

Program Studi (Prodi) S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng turut ambil bagian dalam acara perdana The 1st Jamu (Loloh) International Conference & Expo oleh Dewan Jamu Indonesia yang digelar di Nusa Dua, Bali. Acara ini berlangsung meriah dan menjadi ajang bergengsi untuk mempromosikan kekayaan budaya dan potensi jamu Indonesia di kancah nasional dan internasional.

Acara ini dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi, praktisi kesehatan, pengusaha jamu, serta komunitas yang peduli terhadap pengembangan produk herbal asli Indonesia. Kehadiran Prodi S1 Farmasi STIKES Buleleng dalam acara ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mendukung pelestarian dan inovasi jamu sebagai warisan budaya sekaligus solusi kesehatan modern.

Ketua Prodi S1 Farmasi, apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. menyampaikan antusiasmenya atas partisipasi ini. “Kami merasa bangga bisa berkontribusi dalam acara yang sangat penting ini. Jamu adalah bagian integral dari budaya Indonesia, dan kami ingin mendorong mahasiswa untuk memahami potensi besar jamu dalam dunia farmasi modern. Melalui acara ini, kami juga ingin memperkenalkan inovasi dan penelitian mahasiswa kami yang berbasis herbal,” ujar Pak Iyan.

Pada acara ini, Prodi S1 Farmasi STIKES Buleleng menampilkan karyanya dalam perlombaan dengan berbagai kategori lomba yang turut diikuti oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa Prodi S1 Farmasi juga mengikuti berbagai seminar dan workshop yang diselenggarakan dalam rangkaian acara, seperti pelatihan pembuatan jamu berbasis teknologi modern, pengembangan strategi pemasaran herbal, dan diskusi tentang potensi ekspor produk jamu ke pasar global.

Pande Kadek Anggi Bhuwana Dewi, salah satu mahasiswa Prodi S1 Farmasi yang hadir, merasa terinspirasi oleh acara ini. “Kami belajar banyak tentang bagaimana jamu bisa dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan ilmiah. Acara ini juga membuka wawasan kami untuk lebih serius menggali potensi tanaman herbal lokal,” ujarnya.

Indonesian Jamu Ambassador 2024 menjadi momentum penting bagi Prodi S1 Farmasi STIKES Buleleng untuk terus mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Dengan kehadiran mereka di acara ini, STIKES Buleleng semakin memperkokoh perannya dalam pelestarian budaya jamu sekaligus mendorong inovasi di bidang farmasi.

KUI_Humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top