PERAYAAN HARI RAYA NYEPI SAKAWARSA 1945 TAHUN 2023

Hari Raya Nyepi merupakan pergantian tahun Saka (Saka Warsa) yang dirayakan setiap setahun sekali, yang jatuh pada sehari sesudah tilem sasih kesanga pinanggal ping 1 Sasih Kedasa. Peringatan tahun baru umat Hindu yang berdasarkan penanggalan/kalender Saka  yang dimulai sejak tahun 78 masehi, sebagai hari suci  umat Hindu.

            Perayaan Hari Nyepi tahun 2023, menurut SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, pada Rabu, 22 Maret 2023 ditetapkan sebagai hari libur nasional peringatan Hari Raya Suci Nyepi Tahun 2023. Sementara itu, tanggal merah pada Kamis, 23 Maret 2023 adalah cuti bersama peringatan Hari Raya Suci Nyepi Tahun 2023.      

           Filosofi perayaan Hari Raya Nyepi dimama umat Hindu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (Manusia) dan Buana Agung (Alam dan seluruh isinya).

            Inti Hari Raya Nyepi, sepi atau sunyi dan dirayakan setiap satu tahun sekali. Tujuannya, tercipta suasana  sepi, sepi dari hiruk pikuknya kehidupan dan dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia. Tahapan Hari Raya Nyepi yakni Melasti, Mecaru (Tawur Kesanga pada hari tilem sasih kesanga (bulan mati 9) dengan menebar nasi tawur, api (obor) sebagai pembersihan lingkungan alam, memukul kentongan untuk upah – upahan buta kala, lanjut dengan Catur Brata Penyepian, amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan. Tahun Baru Saka dimulai dari hal yang positif, semangat baru, mawas diri, menyatukan pikiran dan karsa, menemukan jati diri.

           Hari Ngembak Geni simakrama pada keluarga dan kerabat bertatwaasi, menumbuhkan kehidupan baru dimulai dari hati yang putih bersih. Kuncinya, makna Hari Suci Nyepi saka 1945 tahun masehi 2023 adalah evaluasi diri bagi umat Hindu selama menapaki perjalanan setahun kebelakang yang sudah pasti tergambar sebuah perjalanan yang telah terlawati. Di wujudkan suasana “Hening”, sepi dengan renungan kilas balik sekaligus intropeksi dikehidupan yang sebelumnya. Melasti dilakukan, untuk penyucian segala kotoran/sarwa mala atau nganyudang malaning gumi ngamet tirta amertha. Bisa juga dimaknai penyucian ke kotoran Bumi untuk memperoleh air suci kehidupan (Penyucian Buana Alit dan Buana Agung) Nyanggra Swasti Nava Varsa Saka 1945. (Sumber sastra : Sundarigama Sarasamuscaya, BhagavadGita, Manawa Dharmasastra, Purana dan Upanisad.)

           Rahajeng Rahina Nyepi Caka 1945, Ngiring sikiang pikayun, sangkaning manah tulus suci Nirmala. Antuk  Catur Brata Penyepian, amati geni, amati karya, amati lelungan, amati lelanguan. Salam Sundaram.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top