RINA BANGGA MENJADI MAHASISWI STIKES BULELENG

“ Mahasiswi STIKes Buleleng Memberikan Pernyataan Terkait Perasaannya “

Dengan tatapan mata sayu bercampur haru, gadis kelahiran Singaraja, 25 Januari 2001, jebolan SMA Negeri 1 Singaraja tahun 2019 ini, kagum dengan kemajuan dan kelengkapan infrastruktur, sarana/prasarana belajar lainnya termasuk praktik, serambi juga di wujudkan dengan multi kelengkapan Merdeka Belajar di Kampus Merdeka STIKes Buleleng.

       Nama lengkap Nur Rinasari, NIM : 19089014034, yang siap memasuki semester 8 prodi S1 Keperawatan, selalu berdoa dengan sholat lima waktunya, agar beliau yang terhornat, Bapak Dr. Ns. I Made Sundayana,S.Kep M.Si terus diberikan sugesti oleh Hyang Maha Esa terus giat memajukan lembaga ini dari segala lini sudah pasti peningkatan Sumber Daya Manusia dan kualitas lulusannya. Ide cemerlang tanpa mengenal lelah mengalir deras, gerak cepat penuh aura, cepat mendidik SDM tangguh yang lengkap dengan program kerjanya dengan bukti fisik yang siap diupload Kampus mendadak tersulap dengan atmosfer bersahabat, sehingga para mahasiswa tidak merasa jenuh, serasa ada ditaman belajar, padahal mereka sedang berada di kampus merdeka sebagai realita dari KEPMEN, No 03 tahun 2020, sekaligus meredam kondisi pandemi Covid-19, yang lumayan menakutkan namun dengan rasa syukur wabah tersebut berangsur berkurang, dan melalui alam kita mulai menghirup udara bebas dengan nyaman, namun tetap waspada.

       Bagi Rina dan sahabat belajarnya, belajar di STIKes Buleleng yang memiliki dua cabang kampus, betul – betul merasa asri, ramah termasuk pelayanannya kepada mahasiswa terus meningkat, meski sinyal internet/wifi belum laju betul, saat belajar di area kampus termasuk pendopo yang juga disapa oleh kolam renang, hijau pepohanan kali Bungkulan , sehingga pembelajaran bisa juga berlangsung finish. Pilihan menjadi profesi perawat/ ners bagi Rina adalah merupakan cita- cita nya sejak duduk di bangku SD. Dari menempuh pendidikan PAUD,lanjut di SD Negeri 1 Banjar Bali, SMP Negeri 6 Singaraja, hingga menjadi alumni SMA Negeri 1 Singaraja, bermaksud saat sudah sah menjadi perawat dapat menolong orang banyak yang mementingkan uluran tangan. Gen orang tuanya mengalir, yang saat ini sebagai pedagang ikan laut di pasar Singaraja. Rina anak ke tiga dari empat bersaudara, sang kakak sarjana yang sudah nikah bekerja di Telkom, sang kakak yang kedua sarjana pendidikan PAUD sudah kawin dan bekerja sebagai seorang guru disalah satu TK di Kelurahan Banyuning, dan adik laki-lakinya sedang duduk di bangku SMA Negeri 1 Singaraja.

       Rasa syukur disaat sedang menyusun skripsi, suport sang pacar dari saat duduk bareng sekelas di SMA yang sama selalu hadir, maksud Rina adalah kebahagiaan bagi seorang selalu dituntun, dipacu dan saling memahami, yang sekarang sang pacar ada di semester akhir pendidikan sipil Departemen Perhubungan di Jakarta. Rina sengaja mengangkat judul, Hubungan “ Panic Attack Anxiety Disorder ”. Pada Mahasiswa tingkat akhir di STIKes Buleleng. Baginya sangat memaklumi kebanyakan mahasiswa di hantui kecemasan, baik itu ringan, sedang dan berat. Studi pendahuluannya masih banyak ditemukan mahasiswa akhir lumayan meningkat derastis sebagai akibat dari beban tugas menyusun tugas akhir termasuk skripsi.

      Sederhananya, bila mereka memahami itu merupakan tugas akhir melengkapi prasyarat menyandang gelar sarjana melalui penelitian dan lulus dalam ujian proposal dan sidang  dalam mempertahankan uji penelitiaannya sebagai implementasi tri dharma perguruan tingginya, sudah pasti kecemasan tidak akan hadir hingga menjadi panik secara berlebihan. Padahal panduan cerdas penulisan skripsi dan metode penelitian melalui mata kuliah, termasuk tugas penulisan makalah sering dipakai perangkat evaluasi diri agar berani tampil didepan orang banyak mempertahankan hasil kerjanya.        Rina berasumsi, sejatinya hidup ini dengan suguhan alam yang serba ada oleh sang pencipta, bagi manusia adalah indah, cuma terkadang menjadi dan dibuat ribet oleh pribadinya sendiri, karena belum memahami filsafat hidup yang sejatinya. Rina menambahkan, bila kita merasa cukup itu berarti sudah merasa diri ikhlas dengan penuh syukur, ingin hati bahagia. Mampu memberi, meski hanya dengan sedekah atau hati yang damai. Di akhir wawancaranya, sekali lagi Rina mengatakan saya puas dan bangga menjadi mahasiswa STIKes Buleleng, kampus ramah, termasuk lingkungannya, SDM para Doktor muda, calon Doktor dan calon guru besar sudah menampakkan kualitas dan kinerja, dan terakreditasi Baik Sekali, UKOM bisa berlangsung di tempat termasuk ke gawat daruratan 118 Jakarta. Bagi pembaca khusus orang tua, yang memiliki anak sedang duduk di kelas XII SMA/SMK ikuti jejak kami untuk Merdeka Belajar, di Kampus Merdeka STIKes Buleleng. Terimakasih lembagaKu, setelah lewat strata satu ini sudah pasti dan siap melanjutkan ke Profesi Ners. Jaya STIKes Buleleng, dan Luar Biasa, Syalam Sundaram.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top