PERJUANGAN KETUA DPW PPNI PROV BALI DI PUJI KETUA DPD PPNI KAB BULELENG TENTANG PELUANG KERJA PERAWAT DI DALAM DAN LUAR NEGERI

Dua tokoh pengemban masa depan perawat bertemu dalam sebuah prosesi wisuda ke-8 S1 Keperawatan, S1 Kebidanan dan Angkat Sumpah Profesi Ners dalam sidang senat terbuka STIKes Buleleng Convention Center, pada hari Jumat, 16 September 2022.

       Beliau adalah Bapak Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kep., M.Kes, jebolan Pasca sarjana Universitas Pendidikan Ganesa yang juga memegang jabatan  Kepala perencanaan RSUP Sanglah Denpasar, hadir memenuhi undangan Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si yang juga ketua DPD PPNI Kabupaten Buleleng, mengambil sumpah profesi ners selaku, Ketua DPW PPNI Provinsi Bali.

        Ketua STIKes Buleleng, angkat topi dan memuji greget tokoh yang satu ini, dalam upaya terus meningkatkan kompetensi, kualitas, kesejahteraan dan keselamatan kerja serta peluang kerja para perawat di wilayah kerjanya termasuk tamatan STIKes Buleleng.

        Dua tokoh ini sering ketemu dalam event kegiatan PPNI baik daerah, regional, nasional, termasuk sering menjadi pembicara dalam TOT Terintegrasi dari masing – masing PPW yang menyelenggarakan di 37 provinsi. Selain peluang kerja, kompetensi, kurikulum pun tidak luput menjadi garapannya, terbukti disertasi yang beliau angkat yaitu, “Evaluasi Pembelajaran Daring Pada Program Studi Profesi Ners Di Perguruan Tinggi Ilmu Kesehatan Keperawatan Di Provinsi Bali’’. Baginya proses pendidikan profesi ners, kurikulumnya harus berbasis kepada praktik dan mesti di klinik atau fasilitas kesehatan yang sudah eksis di Bali termasuk STIKes Buleleng.

        Dengan kondisi pandemi Covid 19 yang berkepanjangan, pembelajaran offline hampir terhenti total, bergeser menjadi “daring”. Di tengah fenomena seperti itu justru pencapaian kelulusan UKOM di lembaga kesehatan seperti STIKes Buleleng mampu mencapai diatas 97 %, inilah titik seriusnya menggarap penelitian tersebut guna bisa menjadi masukan bagi AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Profesi Ners), untuk bisa meninjau kembali kurikulumnya. Nantinya akan membawa manfaat membuka kasanah, bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan secara luring, tetapi sekarang dengan metode blended, luring tetap ada dan daring  juga harus dimasukkan. Karena ternyata ada juga beberapa literatur yang menunjukkan hal tersebut. Hasil penelitiannya, bahwa efektifitas pembelajaran daring memang tidak terlalu bagus untuk profesi tetapi tidak semuanya kurang bagus dan kurang efektif, namun bila ini digabung akan menjadi sangat efektif,  jadi  metode blended learning inilah yang menjadi pilihan karena  merupakan sistem pembelajaran dengan kombinasi tatap muka dan online.

        Dengan penuh harap ke depan kurikulum baru dari AIPNI, pendidikan  akademisinya diinginkan bukan berlangsung 4 tahun lagi, bisa atau cukup 3,5 tahun ditambah profesi ners (tidak berlama-lama di profesi ners). Inilah yang akan menjadi catatan bagi institusi kesehatan profesi ners sehingga ke depannya bisa dikombinasikan.

        Kedua tokoh pendidikan kesehatan ini, jelas terbaca oleh masyarakat dalam mencari terobosan peluang kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Contoh nyata STIKes Buleleng, jauh – jauh hari sudah memprogramkannya dengan membuka jalan MOU dibeberapa negara termasuk Jepang, tinggal lebih merapatkan diri dengan orang tua menyeriuskan program ini agar mudah dipahami karena termasuk bagian dari program unggulan dan strategis STIKes Buleleng.

       Mengemban tugas suci selaku organisasi dalam hal ini DPW dan DPD PPNI Bali, dan Buleleng punya tanggung jawab, bukan hanya  mencetak lulusan saja tetapi bagaimana ke depannya sekaligus memahami menjadi pekerja perawat  Indonesia dari Bali. Ternyata setelah pandemi yang sangat mencekam, jumlah pekerja Migran Indonesia (MI) lumayan tinggi kurang lebih 20.000 orang pekerja melebihi dari sektor pariwisata. Kita mesti lebih banyak mencetak perawat untuk menjadi MI di bidang kesehatan. Kondisi seperti ini menjadi bahan untuk diangkat dalam event – event akbar seperti TOT terintegrasi dan pusat  juga sudah mempersiapkan infrastruktur menyikapi perawat-perawat yang sudah  menamatkan  dirinya dari lembaga kesehatan masing – masing termasuk STIKes Buleleng yang setiap tahun pengiriman pekerja ke Jepang terus meningkat.        Dalam penyampaian yang lugas dan terpercaya Dr. Sundayana, baik selaku Ketua STIKes Buleleng maupun ketua DPD PPNI kabupaten Buleleng, selalu mewujudkan kualitas diri, tamat dan bekerja dengan kompetensinya baik pengetahuannya, sikap, prilaku,  disiplin,  dan sukses,  serta kualitas di tempat kerja. STIKes Buleleng Jaya dan Luar Biasa. Salam Sundaram.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top