
Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan dengan penuh antusias menyelenggarakan seminar bertajuk public speaking dengan mengundang narasumber ternama. Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan profesionalisme para mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan andal di masa depan.
Mengingat kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh setiap bidan dalam menjalankan perannya sebagai komunikator, pendidik, dan penggerak masyarakat di bidang kesehatan ibu dan anak.

Seminar yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang komunikasi yakni Gipta Adiswara, guna membekali peserta dengan teknik-teknik penyampaian pesan yang efektif, mulai dari penguasaan intonasi, bahasa tubuh, hingga strategi membangun kepercayaan diri saat berbicara di hadapan pasien, keluarga, maupun forum publik yang lebih luas.

Para peserta seminar yang terdiri dari 50 mahasiswa semester akhir dan peserta didik profesi bidan ini tampak sangat bersemangat mengikuti setiap sesi, terutama saat simulasi presentasi kasus kebidanan di mana mereka ditantang untuk menyampaikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam, sekaligus tetap mempertahankan akurasi ilmiah yang menjadi ciri khas profesi bidan profesional.

Ketua Senat STIKES Buleleng, Dr. Ns. Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep. dalam sambutannya menyampaikan melalui kegiatan ini, prodi berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan non-teknis mahasiswa, karena seorang bidan yang kompeten tidak hanya dituntut mahir dalam asuhan klinis, tetapi juga harus mampu menjalin komunikasi terapeutik yang hangat dan membangun kepercayaan dengan setiap individu yang menjadi tanggung jawabnya, sejak masa kehamilan hingga persalinan dan nifas.
Kegiatan seminar public speaking ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman dan belajar dari praktisi yang telah malang melintang di dunia kebidanan, sehingga mereka dapat memahami secara langsung bagaimana keterampilan komunikasi yang baik mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi potensi kesalahpahaman yang dapat merugikan pasien.

Dalam sesi diskusi interaktif, para peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai hambatan komunikasi yang sering terjadi di lahan praktik, seperti perbedaan latar belakang budaya pasien, tingkat pendidikan, hingga kondisi emosional yang labil pada ibu hamil dan bersalin, lalu bersama-sama merumuskan solusi komunikatif yang humanis dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Selain itu, Kaprodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan, Bdn. Kadek Ayu Suarmini, SST., MTr.Keb. menerangkan bahwa seminar ini juga menekankan pentingnya public speaking dalam konteks advokasi kesehatan masyarakat, di mana bidan berperan sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan isu-isu kesehatan ibu dan anak secara lantang dan terstruktur demi mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan dan generasi penerus bangsa.

Sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis kompetensi, prodi secara berkelanjutan mengintegrasikan pelatihan komunikasi efektif dan public speaking ke dalam mata kuliah praktik dan pembekalan profesi, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi yang mumpuni sesuai tuntutan dunia kerja modern.

Para dosen dan penyelenggara seminar berharap agar ilmu yang telah diperoleh selama kegiatan ini dapat langsung diaplikasikan oleh mahasiswa di lahan praktik klinis dan masyarakat, sehingga tercipta pelayanan kebidanan yang lebih bermutu, profesional, dan penuh empati, demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan anak di Indonesia.
KUI_humas