DUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN NARKOBA, STIKES BULELENG KUATKAN KERJASAMA DENGAN BNN KABUPATEN BULELENG

Dalam upaya nyata mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN) di wilayah Kabupaten Buleleng, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng secara resmi memperkuat sinergi dan kerjasama strategis dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Buleleng (BNNK Buleleng) melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan talkshow yang melibatkan civitas akademika, guna menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari narkoba serta melahirkan agen-agen perubahan di kalangan generasi muda.

Penguatan kerjasama ini merupakan wujud komitmen bersama antara institusi pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman serius penyalahgunaan narkotika yang saat ini semakin masif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan terpelajar, sehingga diperlukan langkah preventif yang terstruktur dan berkelanjutan mulai dari lingkungan akademik.

STIKES Buleleng menyadari bahwa sebagai institusi yang mencetak tenaga kesehatan profesional, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, berintegritas, dan memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh buruk barang haram tersebut, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberantas narkoba di tengah masyarakat.

Kegiatan penguatan kerjasama ini diwujudkan melalui berbagai program edukatif seperti sosialisasi P4GN yang menghadirkan narasumber dari BNNK Buleleng dan Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng, yang secara langsung memberikan pemahaman mendalam tentang dampak hukum, kesehatan, dan sosial dari penyalahgunaan narkotika, serta strategi efektif untuk melakukan pencegahan di lingkungan sekitar.

Dengan mengusung tema besar “Sinergitas Kesbangpol Pemda Buleleng dengan BNNK wujudkan Kab. Buleleng Bersinar (Bersih Dari Narkoba)”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh jaringan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan Kabupaten Buleleng yang bebas dari narkoba demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih cerah.

Kepala BNN Kabupaten Buleleng, KOMANG YUDHA MURDIANTO, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik antara STIKES Buleleng dan berbagai instansi terkait perlu terus ditingkatkan, mengingat ancaman narkoba dapat masuk ke semua ranah kehidupan tanpa terkecuali, termasuk di kalangan tenaga kesehatan dan penegak hukum sekalipun.

Beliau menyampaikan harapannya agar mahasiswa STIKES Buleleng, sebagai generasi muda dengan intelektual tinggi dan kemampuan analisis yang mumpuni, dapat menjadi benteng terdepan dalam pencegahan narkoba di Kabupaten Buleleng, dengan aktif menyebarkan informasi positif dan menjadi duta anti narkoba di lingkungan masing-masing, tidak hanya berhenti saat ada sosialisasi.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional dan bulan Bung Karno ini juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat anti narkoba ke dalam tindakan nyata, baik di kampus, keluarga, maupun komunitas masyarakat, sehingga tercipta efek berantai yang positif dalam upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh.

Senada dengan hal tersebut, Ketua STIKES Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., menambahkan bahwa pendekatan pencegahan melalui dunia pendidikan merupakan salah satu strategi paling efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, karena pada dasarnya metode promotif dan preventif lebih unggul dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan dengan pendekatan represif semata.

 Oleh karena itu, penguatan kerjasama dengan STIKES Buleleng tidak hanya berfokus pada sosialisasi satu arah, tetapi juga mencakup pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan program ketahanan keluarga anti narkoba di lingkungan kampus, yang diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan kondusif bagi pengembangan karakter mahasiswa.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kerjasama yang diperkuat, STIKES Buleleng dan BNNK Buleleng berkomitmen untuk secara rutin mengadakan program-program edukasi yang berkelanjutan, seperti tes urine secara acak bagi mahasiswa, pelatihan bagi relawan anti narkoba, serta pengintegrasian materi pencegahan narkoba ke dalam kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan, guna memastikan bahwa seluruh elemen kampus memiliki kesiapan dan kapasitas dalam melawan peredaran gelap narkotika.

Menariknya, kerjasama ini juga melibatkan peran aktif organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Buleleng yang turut serta dalam berbagai kegiatan talkshow dan diskusi interaktif dengan BNN, menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi objek sosialisasi tetapi juga subjek penggerak dalam kampanye anti narkoba di kalangan pemuda.

Dengan adanya kolaborasi strategis yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat ini, diharapkan Kabupaten Buleleng yang saat ini masih memiliki beberapa desa dengan status zona merah dan rawan narkoba dapat secara bertahap bertransformasi menjadi wilayah yang bersinar, dengan dukungan dari generasi muda yang sadar akan bahaya narkoba dan memiliki kapasitas untuk melakukan pencegahan dari tingkat terkecil di lingkungan mereka masing-masing.

Melalui langkah konkret ini, STIKES Buleleng dan BNNK Buleleng optimis bahwa upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Buleleng akan semakin efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan masa depan masyarakat, sekaligus menjadikan institusi pendidikan sebagai benteng budaya yang kokoh dalam melindungi generasi penerus bangsa dari jeratan narkotika.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top