KULIAH PAKAR CAMPAK, PRODI KEBIDANAN & PROFESI BIDAN IMPLEMENTASI KERJASAMA STIKES BULELENG DENGAN RSIA PURI BUNDA SINGARAJA

Dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang penanganan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat hingga saat ini, STIKES Buleleng secara resmi menggandeng RSIA Puri Bunda Singaraja untuk menyelenggarakan kuliah pakar bertemakan “Edukasi Kesehatan: Kenali Campak, Perlindungan Bagi Calon Tenaga Kesehatan”.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Kampus 1 STIKES Buleleng ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa keperawatan, bidan, dan dosen yang antusias mendalami penanganan kasus campak di era pasca-pandemi.

Kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan rumah sakit ibu dan anak ini diharapkan mampu menjadi jembatan nyata antara teori di bangku kuliah dengan praktik klinis di lapangan yang seringkali penuh dengan dinamika dan kompleksitas kasus.

Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan bentuk implementasi nyata dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak tiga bulan sebelumnya.

Dengan menghadirkan pakar langsung dari RSIA Puri Bunda Singaraja, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan akademik tetapi juga pengalaman berharga tentang bagaimana menangani wabah campak secara cepat, tepat, dan manusiawi di fasilitas kesehatan rujukan.

Penyakit campak yang disebabkan oleh virus paramyxovirus ini memang sempat mengalami penurunan kasus selama masa pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19, namun belakangan angka kejadiannya kembali meningkat secara signifikan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Bali.

dr. Siwastuastri Usa Paramitha, Sp.PD., selaku pakar penyakit dalam dari RSIA Puri Bunda Singaraja yang menjadi narasumber utama dalam kuliah pakar tersebut menjelaskan bahwa peningkatan kasus campak saat ini terutama menyerang balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap selama dua tahun terakhir.

Oleh karena itu, menurutnya, deteksi dini terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, batuk pilek, mata merah, dan munculnya ruam khas sangat krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas di komunitas maupun di lingkungan rumah sakit.

Para mahasiswa yang hadir tampak sangat serius menyimak setiap materi yang disampaikan karena selain berbasis bukti ilmiah terbaru, pemaparan juga dilengkapi dengan studi kasus nyata dari pasien yang pernah dirawat di RSIA Puri Bunda Singraja selama dua bulan terakhir.

Manager SDM RSIA Puri Bunda Singaraja, Surya Indrayani dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Buleleng melalui program kuliah pakar seperti ini.

Beliau menegaskan bahwa rumah sakit tidak hanya berperan sebagai tempat penyembuhan pasien tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu kedokteran yang siap berbagi pengalaman dengan generasi muda calon tenaga kesehatan.

Kerjasama dengan STIKES Buleleng ini dirancang secara berkelanjutan sehingga tidak hanya berhenti pada kuliah pakar sekali jalan, melainkan akan dilanjutkan dengan program magang klinis, penelitian bersama tentang epidemiologi campak, serta pengabdian masyarakat berupa penyuluhan imunisasi di desa-desa tertinggal.

Menariknya, RSIA Puri Bunda Singaraja juga membuka kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mengikuti program observasi langsung di ruang isolasi campak dengan pendampingan ketat dari tenaga medis profesional yang telah terlatih.

Langkah ini dinilai sangat progresif karena biasanya rumah sakit cenderung membatasi akses mahasiswa ke ruang perawatan penyakit infeksius akibat kekhawatiran terhadap risiko penularan silang di lingkungan klinis.

Sementara itu, koordinator Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng, Bdn. Luh Ayu Suarmini, SST., M.Tr.Keb., menambahkan bahwa materi yang diberikan dalam kuliah pakar ini akan segera diintegrasikan ke dalam kurikulum mata kuliah kebidanan dan menejemen penyakit menular pada semester ganjil mendatang.

Integrasi kurikulum ini penting agar ilmu yang sudah didapat dari praktisi tidak sekadar menjadi catatan seminar biasa, melainkan menjadi bagian dari kompetensi inti yang wajib dikuasai setiap lulusan ners dari STIKES Buleleng.

Para peserta yang mengikuti kuliah pakar dari awal hingga akhir juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber dalam sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung lebih dari satu jam karena tingginya antusiasme peserta.

Seorang mahasiswi semester enpat, biasa dipanggil Caca, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan rinci tentang perbedaan ruam campak dengan ruam penyakit lain seperti rubella atau cacar air yang kerap membingungkan di lapangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya kini lebih percaya diri untuk melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dasar pada anak yang dicurigai terkena campak setelah mendapatkan panduan langkah demi langkah dari dr. Astri selama kuliah pakar berlangsung.

Di sisi lain, perwakilan mahasiswa dari program studi kebidanan menyoroti pentingnya peran bidan di desa dalam mengedukasi orang tua tentang bahaya campak dan manfaat imunisasi, terutama bagi keluarga yang masih menolak vaksin karena isu hoaks.

Sebagai penutup rangkaian acara kuliah pakar, panitia membagikan sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta sekaligus melakukan evaluasi singkat mengenai materi yang telah disampaikan melalui kuis daring yang diakses melalui ponsel masing-masing.

KUI_Humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top