Kunjungan Dosen dan Mahasiswa Boromarajonani College of Nursing Suphanburi, Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute, Ministry of Public Health, Thailand ke Puskesmas Kubutambahan 1

Dalam rangkaian kegiatan program pertukaran akademik internasional yang sedang berlangsung antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng dengan institusi pendidikan keperawatan terkemuka dari Thailand, sebuah kunjungan lapangan yang sangat signifikan dan penuh makna telah dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa Boromarajonani College of Nursing Suphanburi serta Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute, Ministry of Public Health, Thailand ke Puskesmas Kubutambahan 1 pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dan mendalam tentang implementasi sistem pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat di Indonesia, khususnya dalam konteks budaya dan geografis khas Bali Utara.

Kunjungan yang diikuti oleh tujuh orang peserta yang terdiri dari tiga orang dosen dan 4 mahasiswa terpilih dari Thailand serta didampingi oleh sepuluh orang dosen pendamping dan lima belas orang mahasiswa dari STIKES Buleleng ini bukan hanya sekadar kegiatan observasi biasa, melainkan merupakan bagian integral dari kurikulum experiential learning yang dirancang khusus untuk membandingkan dan mengkontraskan model-model perawatan kesehatan komunitas antara Thailand dan Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk identifikasi best practices yang dapat diadopsi dan diadaptasi oleh kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput.

Puskesmas Kubutambahan 1 yang terletak di wilayah pinggiran dengan karakteristik masyarakat agraris yang kuat dan masih memegang teguh tradisi budaya Bali dipilih secara khusus sebagai destinasi kunjungan karena reputasinya yang sangat baik dalam mengintegrasikan pelayanan kesehatan modern dengan praktik-praktik pengobatan tradisional Bali (Bali Usada), serta berbagai program inovasi unggulannya dalam penanganan stunting, pencegahan penyakit tidak menular, dan pengelolaan posyandu yang telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Seluruh rombongan disambut dengan sangat antusias dan penuh keramahan oleh dr. Ariana, selaku perwakilan kepala Puskesmas Kubutambahan 1, beserta seluruh jajaran staff medis dan perawat yang telah mempersiapkan presentasi komprehensif, tur fasilitas, dan demonstrasi langsung berbagai program kerja puskesmas yang telah berjalan dengan sukses dan menjadi percontohan bagi puskesmas lainnya di wilayah Bali. “Kami merasa sangat terhormat dan bangga dapat menjadi tuan rumah bagi kunjungan akademik internasional yang sangat penting ini, karena ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk tidak hanya menunjukkan capaian-capaian yang telah kami raih tetapi juga untuk belajar dari pengalaman dan perspektif baru yang dibawa oleh rekan-rekan dari Thailand, sehingga dapat memicu inovasi-inovasi baru dalam pelayanan kami ke depannya,” ujar dr. Swapatni dalam sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris yang sangat baik dan dipenuhi dengan semangat kolaborasi yang menggebu-gebu.

Rangkaian acara kunjungan dimulai dengan sesi presentasi mendetail yang disampaikan oleh koordinator program puskesmas mengenai struktur organisasi, cakupan wilayah kerja, profil demografi dan epidemiologi masyarakat, serta capaian indikator kinerja utama selama lima tahun terakhir, yang dilengkapi dengan data-data statistik, grafik, dan foto dokumentasi yang ditampilkan melalui multimedia projector di ruang pertemuan utama puskesmas yang telah dipersiapkan khusus untuk acara ini.

 Para dosen dan mahasiswa Thailand terlihat sangat attentif dan antusias mengikuti pemaparan tersebut, dengan banyak di antara mereka yang secara aktif mencatat poin-poin penting dan sesekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis namun konstruktif melalui penerjemah yang disediakan, terutama terkait dengan mekanisme pendanaan puskesmas, sistem rujukan ke rumah sakit, keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan, serta strategi mengatasi kendala geografis dan budaya dalam penyampaian pelayanan kesehatan.

Dr. Pisit Poltana, Asisten President dari Praboromarajchanok Institute yang memiliki spesialisasi dalam keperawatan komunitas, menyampaikan kekagumannya pada kemampuan puskesmas dalam mengelola program yang begitu kompleks dengan sumber daya yang terbatas, serta menyoroti keunikan integrasi pengobatan tradisional yang menurutnya dapat menjadi pelajaran berharga untuk diterapkan di beberapa wilayah pedesaan Thailand yang juga masih memegang kuat praktik-praktik pengobatan lokal.

“Saya sangat terkesan dengan pendekatan holistik yang diadopsi oleh puskesmas ini, dimana aspek fisik, mental, spiritual, dan budaya benar-benar dipertimbangkan dalam memberikan pelayanan, karena ini sejalan dengan filosofi keperawatan komunitas modern yang berpusat pada manusia secara utuh dan bukan hanya pada penyakitnya saja,” ungkapnya dengan penuh apresiasi yang disambut dengan anggukan setuju dari rekan-rekan dosen lainnya dari Thailand.

Setelah sesi presentasi selesai, seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok kecil yang masing-masing dipandu oleh staff puskesmas dan dosen pendamping dari STIKES Buleleng untuk melakukan tur keliling fasilitas yang mencakup ruang pelayanan rawat jalan, ruang emergensi, ruang farmasi, laboratorium sederhana, ruang konseling gizi, ruang imunisasi, ruang kesehatan ibu dan anak, serta ruang khusus untuk pengobatan tradisional Bali yang dilengkapi dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan herbal khas Bali.

Di setiap ruangan, penjelasan detail diberikan mengenai alur kerja, protokol pelayanan, dan inovasi-inovasi yang telah diterapkan, seperti penggunaan sistem informasi kesehatan berbasis komputer untuk pencatatan dan pelaporan, pengembangan sediaan herbal standar untuk pengobatan tertentu, serta metode edukasi kesehatan yang kreatif menggunakan media visual dan audio yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat.

Kehadiran rombongan asing ini tentu saja menarik perhatian warga setempat yang terlihat antusias dan bangga dapat berpartisipasi dalam acara ini, dan beberapa ibu bahkan dengan sukarela menjelaskan kepada para mahasiswa Thailand tentang manfaat yang mereka rasakan dari program posyandu dan bagaimana kegiatan ini telah membantu meningkatkan kesehatan anak-anak mereka.

Para kader posyandu yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga lokal dengan berani dan percaya diri mempresentasikan peran mereka dalam memantau tumbuh kembang balita dan mendeteksi dini masalah gizi, dengan dibantu oleh penerjemah dari STIKES Buleleng yang dengan sabar menerjemahkan setiap dialog yang terjadi, menciptakan interaksi lintas budaya yang sangat menarik dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Dr. Supaporn Voraroon, seorang pakar kesehatan masyarakat dari Boromarajonani College of Nursing Suphanburi, menyatakan kekagumannya pada model pemberdayaan masyarakat melalui posyandu ini, yang menurutnya adalah contoh sukses dari community-based health program yang sangat powerful dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak. “Yang sangat mengesankan adalah komitmen dan dedikasi dari kader-kader sukarela ini yang bekerja tanpa kenal lelah untuk kesehatan komunitas mereka sendiri, dan ini adalah sesuatu yang perlu kami pelajari dan kembangkan lebih lanjut di Thailand karena partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan pelayanan kesehatan primer,” ujarnya dengan penuh hormat.

Setelah mengamati posyandu, seluruh peserta kembali ke puskesmas untuk mengikuti workshop interaktif tentang pembuatan makanan tambahan bagi balita yang terbuat dari bahan-bahan lokal yang murah, bergizi, dan mudah dibuat, yang dipandu oleh nutritionist puskesmas dan beberapa kader posyandu yang telah terlatih. Dalam workshop ini, para dosen dan mahasiswa Thailand diajak untuk secara langsung berpartisipasi dalam menimbang bahan, mencampur, dan mencetak makanan tambahan tersebut, sambil belajar tentang kandungan gizi dan manfaatnya bagi tumbuh kembang balita, yang menciptakan suasana belajar yang sangat menyenangkan dan hands-on.

Banyak pertanyaan yang diajukan mengenai adaptasi resep berdasarkan bahan lokal yang tersedia di Thailand, sehingga terjadi diskusi yang sangat produktif tentang modifikasi resep dan strategi promosi penerimaan makanan sehat bagi balita di kedua negara. Workshop diakhiri dengan mencicipi bersama makanan yang telah dibuat, yang mendapatkan pujian dari para peserta karena rasanya yang enak dan nilai gizinya yang tinggi, membuktikan bahwa makanan sehat tidak harus mahal atau sulit untuk dibuat.

Sebagai penutup dari kunjungan, diadakan sesi refleksi dan diskusi panel yang difasilitasi oleh kedua pihak dimana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pembelajaran, dan ide-ide yang mereka dapatkan selama kunjungan, serta membahas peluang kolaborasi lebih lanjut antara institusi kesehatan Thailand dan Indonesia dalam penelitian dan pengembangan kesehatan komunitas. Banyak ide-ide brilian yang muncul dalam sesi ini, seperti proposal untuk penelitian komparatif tentang efektivitas pengobatan tradisional Bali dan Thailand, program pertukaran kader posyandu, dan pengembangan modul pelatihan bersama untuk perawat komunitas.

Dr. Pisit Poltana menutup acara dengan menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan masukan-masukan berharga yang diberikan, serta menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kerjasama ini ke tingkat yang lebih praktis dan berkelanjutan. “Kunjungan ini mungkin akan berakhir, tetapi perjalanan kita bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat baru saja dimulai, dan kami sangat berharap dapat terus bekerja sama dengan rekan-rekan dari Thailand dalam berbagai proyek kesehatan di masa depan,” tutupnya diiringi dengan tepuk tangan panjang dari seluruh peserta.

Para delegasi kemudian berpamitan dengan seluruh staff puskesmas dan masyarakat dengan perasaan haru dan penuh terima kasih, serta membawa pulang bukan hanya kenangan tetapi juga inspirasi dan pengetahuan baru yang akan sangat berguna bagi pengembangan karir dan pelayanan mereka di Thailand, sementara pihak puskesmas merasa sangat termotivasi dan bangga telah dapat berkontribusi dalam pendidikan kesehatan internasional dan promosi budaya kesehatan Indonesia di kancah global.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top