Acara Penyambutan Dosen dan Mahasiswa dari Boromarajonani College of Nursing Suphanburi, Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute, Ministry of Health, Thailand

Dalam Rangka Program Pertukaran/Program Exchanges Dosen dan Mahasiswa di STIKES Buleleng

Suasana penuh antusiasme dan sukacita menyelimuti seluruh area kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng pada pagi hari yang cerah dan penuh berkah tanggal 25 Agustus 2025, ketika institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Bali Utara ini menyambut dengan sangat meriah dan penuh kehormatan kedatangan delegasi akademik internasional yang terdiri dari para dosen senior dan mahasiswa pilihan dari Boromarajonani College of Nursing Suphanburi serta Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, dalam sebuah acara penyambutan resmi yang dirancang khusus dan penuh makna untuk membuka rangkaian program pertukaran dosen dan mahasiswa yang akan berlangsung selama tujuh hari ke depan.

Acara penyambutan yang dipersiapkan secara matang selama berbulan-bulan oleh panitia khusus yang melibatkan seluruh pimpinan kampus, dosen, staf, dan mahasiswa ini bukan hanya sekadar formalitas protokoler belaka, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen kuat STIKES Buleleng dalam membangun jembatan kolaborasi akademik bertaraf internasional dan menciptakan lingkungan pembelajaran global yang inklusif, dinamis, dan penuh dengan nilai-nilai persaudaraan serta saling menghormati antara dua bangsa yang memiliki ikatan budaya dan sejarah yang panjang.

Seluruh dekorasi kampus disulap menjadi perpaduan yang harmonis antara unsur budaya Bali yang kaya dengan simbol-simbol budaya Thailand, mulai dari bendera kedua negara yang berkibar berdampingan di sepanjang jalan masuk, ukiran janur dan bunga khas Bali yang menghiasi setiap sudut, hingga spanduk-spanduk ucapan selamat datang dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Thailand yang terpasang secara strategis, menciptakan atmosfer yang sangat hangat dan mengesankan bagi para tamu istimewa yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau dewata.

Ratusan mahasiswa STIKES Buleleng yang mengenakan pakaian adat Bali tradisional dengan rapi dan elegan telah berkumpul sejak pagi buta untuk mempersiapkan setiap detail acara, mulai dari tarian penyambutan, prosesi pembukaan, hingga hidangan tradisional yang akan disuguhkan, menunjukkan dedikasi dan kebanggaan mereka yang luar biasa terhadap institusi dan kesempatan langka untuk dapat berinteraksi langsung dengan rekan-rekan sejawat dari negara lain.

Kedatangan delegasi Thailand yang berjumlah tujuh orang ini menandai dimulainya sebuah babak baru dalam sejarah perkembangan STIKES Buleleng sebagai institusi pendidikan kesehatan yang semakin diakui di kancah internasional dan siap bersaing dalam menghasilkan lulusan perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis tetapi juga memiliki wawasan global, empati lintas budaya, dan jaringan profesional yang luas yang akan sangat bermanfaat bagi karir mereka di masa depan.

Prosesi penyambutan dimulai tepat pukul 09.00 WITA ketika kendaraan yang membawa seluruh delegasi Thailand memasuki gerbang utama kampus disambut oleh gemuruh suara gamelan Bali yang dimainkan secara apik oleh mahasiswa jurusan keperawatan yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara, serta tari tradisional yang menggambarkan semangat kepahlawanan dan keperkasaan yang menjadi simbol rasa hormat yang mendalam terhadap tamu-tamu kehormatan.

Para dosen dan mahasiswa Thailand yang turun dari bus langsung terpana dan terkagum-kagum dengan kemewahan dan keramaian penyambutan yang mereka terima, dengan banyak dari mereka yang langsung mengabadikan momen bersejarah ini dengan kamera ponsel mereka sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan kepada para penyambut yang telah berbaris rapi di sepanjang jalan menuju auditorium utama.

Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., selaku Ketua STIKES Buleleng, secara pribadi menyambut setiap tamu dengan memberikan kalungan bunga dan souvenir khas Bali sebagai tanda mata yang akan mengingatkan mereka pada kehangatan pulau dewata. 

“Sawasdee krab dan selamat datang di kampus kami, STIKES Buleleng, tempat dimana persahabatan dan ilmu pengetahuan bertemu untuk menciptakan masa depan kesehatan global yang lebih baik,” ucap Dr. Sundayana dalam bahasa Inggris yang fasih diselingi dengan beberapa kata dalam bahasa Thailand yang telah dipelajarinya khusus untuk kesempatan istimewa ini, yang langsung dibalas dengan tepuk tangan meriah dan sorak-sorai gembira dari seluruh delegasi yang merasa sangat dihormati dan diterima dengan hangat.

Assistant Prof. Dr. Pisit Poltana selaku pimpinan delegasi selaku Assistant for The President Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute, Ministry of Health, Thailand & Director Boromarajonani College of Nursing Suphanburi, Thailand dalam sambutan balasannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan yang begitu luar biasa dan menyentuh hati ini, serta menyatakan kekagumannya pada keindahan kampus dan keramahan yang ditunjukkan oleh setiap orang yang mereka temui sejak pertama kali tiba di Bali.

Acara kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju STIKES Buleleng Convention Center (SBCC) utama kampus yang telah dipenuhi oleh lebih dari lima ratus orang undangan yang terdiri dari para dosen, mahasiswa STIKES Buleleng yang semuanya hadir untuk menyaksikan secara langsung momen bersejarah ini dan memberikan dukungan penuh terhadap program pertukaran internasional yang pertama kali diselenggarakan oleh kampus.

Di dalam SBCC yang telah dihias dengan megah dan penuh dengan ornamen budaya Bali-Thailand, para delegasi dipersilakan duduk di barisan khusus yang telah dipersiapkan dengan kursi berlapis kain songket dan bunga-bunga segar, sambil menikmati pertunjukan budaya pembuka yang menyajikan kolaborasi istimewa antara tarian Sekar Jagat dari Bali yang dibawakan oleh mahasiswa dari mahasiswa yang telah berlatih keras selama berminggu-minggu sebelum kedatangan.

Dr. I Made Sundayana kemudian menyampaikan sambutan resmi yang menguraikan visi dan misi STIKES Buleleng dalam mengembangkan pendidikan keperawatan yang berkelas dunia, pentingnya membangun jaringan internasional, serta harapan besar bahwa program pertukaran ini akan menjadi batu loncatan untuk kerja sama yang lebih luas dan mendalam di masa depan, seperti pertukaran dosen untuk penelitian bersama, publikasi jurnal internasional, dan bahkan program double degree.

“Melalui program pertukaran ini, kita tidak hanya bertukar ilmu dan best practices dalam pendidikan keperawatan, tetapi yang lebih penting lagi, kita bertukar hati, budaya, dan perspektif yang akan memperkaya pengalaman hidup kita masing-masing dan menciptakan ikatan persaudaraan yang abadi melampaui batas-batas geografis dan budaya,” tegasnya dengan penuh semangat yang disambut dengan anggukan setuju dan aplaus panjang dari seluruh hadirin.

Usai acara seremonial di  SBCC, seluruh delegasi diajak untuk berkeliling kampus untuk melihat secara langsung fasilitas-fasilitas unggulan yang dimiliki oleh STIKES Buleleng, mulai dari laboratorium keperawatan mutakhir yang dilengkapi dengan teknologi high-fidelity simulation mannequins yang dapat mensimulasikan berbagai kondisi pasien secara realistis, perpustakaan digital dengan akses ke jurnal-jurnal internasional, ruang kelas yang nyaman dan dilengkapi dengan peralatan multimedia terkini, hingga pusat penelitian yang sedang mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang kesehatan masyarakat.

Para dosen Thailand terlihat sangat tertarik dengan laboratorium simulasi, mini hospital dan Gedung OSCE dan banyak bertanya tentang integrasi teknologi dalam kurikulum pendidikan keperawatan, sementara para mahasiswa Thailand sangat antusias mencoba berbagai alat praktik dan berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia yang dengan sabar menjelaskan setiap fungsi dan kegunaannya, menciptakan dinamika pembelajaran yang sangat hidup dan dua arah meskipun terdapat sedikit hambatan bahasa.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke klinik kesehatan kampus yang memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya untuk mahasiswa dan staff tetapi juga untuk masyarakat sekitar, dimana delegasi dapat melihat langsung bagaimana model pelayanan keperawatan komunitas diterapkan dalam konteks budaya Bali, termasuk penggunaan pengobatan tradisional Bali yang dipadukan dengan pengobatan modern.

Para dosen Thailand sangat mengapresiasi pendekatan holistik yang diterapkan oleh STIKES Buleleng dan menyatakan bahwa banyak hal yang dapat mereka pelajari dan mungkin adopsi untuk diterapkan di Thailand, terutama dalam hal integrasi budaya lokal dalam praktik keperawatan, yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran dalam program pertukaran ini benar-benar terjadi secara timbal balik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Puncak dari acara penyambutan adalah jamuan makan siang bersama yang diadakan di pelataran kampus dengan konsep nasi bungkus tradisional Bali yang disebut nasi campur Bali, yang disajikan dalam daun pisang dan berisi berbagai macam lauk pauk khas Bali seperti sate lilit, lawar, urap, dan sambal matah, yang disantap secara lesehan sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau pegunungan Buleleng yang memesona.

Momen makan bersama ini menjadi sangat cair dan akrab, dimana para dosen dan mahasiswa dari kedua negara duduk bercampur dan saling bercakap-cakap, bertukar cerita tentang budaya, makanan, kehidupan kampus, dan bahkan kehidupan pribadi mereka, sambil sesekali tertawa lepas menikmati kelezatan makanan Bali yang pedas dan penuh rempah.

Banyak mahasiswa Thailand yang mencoba makan dengan tangan langsung seperti yang diajarkan oleh rekan-rekan Indonesia mereka, yang menimbulkan gelak tawa dan kegembiraan ketika mereka kesulitan atau terkena sambal yang sangat pedas, tetapi justru inilah yang membuat suasana menjadi semakin hangat dan mengesankan, karena makanan dan tawa telah menjadi bahasa universal yang menyatukan semua orang.

Seluruh peserta kemudian berkumpul untuk foto bersama di depan gedung utama kampus dengan latar belakang pemandangan gunung yang hijau dan langit biru yang cerah, mengabadikan momen bersejarah ini untuk selamanya dalam memori kolektif kedua institusi. Dr. I Made Sundayana dalam penutupannya menyampaikan kembali rasa terima kasihnya atas kehadiran delegasi dan berharap bahwa tujuh hari ke depan akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, dan penuh dengan penemuan-penemuan baru bagi semua pihak.

“Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang bersama menuju keunggulan dalam pendidikan keperawatan, dan kami di STIKES Buleleng berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa program ini akan memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi kita semua,” tutupnya disambut dengan aplaus meriah. Delegasi kemudian diantar menuju akomodasi mereka untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk rangkaian kegiatan yang padat dan menarik keesokan harinya.

Sementara panitia dari STIKES Buleleng merasa lega dan bangga karena acara penyambutan telah berjalan dengan sukses dan lancar sesuai rencana, dan yang terpenting, telah berhasil menciptakan kesan pertama yang sangat mendalam dan positif bagi para tamu internasional mereka, membuka jalan untuk hubungan kerja sama yang produktif dan berjangka panjang di masa depan.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top