2 PROFESOR TOKOH FARMASI NASIONAL BERBAGI ILMU PADA KULIAH PAKAR KEFARMASIAN PRODI SARJANA FARMASI STIKES BULELENG

Program Studi (Prodi) Sarjana Farmasi STIKES Buleleng kembali mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghadirkan dua profesor farmasi ternama nasional untuk memberikan kuliah pakar bertema, “Interprofesional Education (IPE): Membangun Sinergi Sejak Dini Untuk Praktik Kolaboratif”. Acara yang digelar secara offline ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi farmasi, serta tenaga kesehatan dari berbagai instansi di Kabupaten Buleleng, Bali menandakan antusiasme yang tinggi terhadap perkembangan ilmu farmasi.

Kedua profesor yang diundang, yakni Prof. Dr. Elly Wahyudin, DEA., Apt. dan Prof. Dr.  apt. Gemini Alam, MSi., dari Universitas Hasanuddin, membawakan materi yang mencakup terobosan terbaru dalam pengembangan obat, tantangan regulasi, serta peran farmasis dalam era digitalisasi kesehatan.

Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan akademisi berkaliber nasional seperti ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu farmasi secara holistik, termasuk dalam menghadapi disrupsi teknologi di bidang kesehatan,” ujarnya dengan penuh semangat. 

Kuliah pakar ini dibagi menjadi tiga sesi utama, dimulai dengan pemaparan Prof. Dr. Elly Wahyudin, DEA., Apt. mengenai “Best Practice Interprofesional Education Pada Institusi Pendidikan Kesehatan,” yang menyoroti bagaimana pendekatan terapi yang disesuaikan dengan profesionalisme dari beberapa profesi termasuk dari keilmuan kefarmasian.   

Prof. Elly menekankan bahwa farmasis masa depan harus menguasai tidak hanya ilmu formulasi obat konvensional, tetapi juga pemahaman mendalam tentang biomolekuler dan bioinformatika untuk merancang terapi yang presisi. “Personalized medicine bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang akan mendominasi praktik kefarmasian dalam dekade mendatang, dan Indonesia harus mulai mempersiapkan infrastruktur serta SDM-nya dari sekarang,” tegasnya di hadapan peserta yang menyimak dengan antusias. Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif dimana banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis tentang bagaimana menerapkan konsep tersebut dalam konteks sistem kesehatan Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan akses farmasi. 

Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr.  apt. Gemini Alam, MSi., dengan topik “Farmakokinetika dalam Pengembangan Obat: Pembelajaran Kolaboratif Multidisiplin Berbasis Proyek,” yang mengupas tuntas bagaimana kayanya Indonesia dengan berbagai tumbuhan herbal yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

“Contoh konkretnya, kami sedang merancang program sertifikat di pabrik farmasi GMP dimana mahasiswa akan terlibat langsung dalam produksi obat skala komersial,” ungkap Prof. Alam. Tak kalah menarik, Prof. Alam mengusulkan agar kampus mengadakan kompetisi penemuan tanaman obat untuk menstimulasi jiwa inovasi mahasiswa, sementara Prof. Alam menawarkan skema pertukaran pelajar dengan laboratorium di kampusnya. 

Acara yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan pengumuman adanya kerja sama antara STIKES Buleleng dengan Universitas Hasanuddin berupa program berpengabdian dan penelitian farmasi. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya permintaan agar kuliah pakar serupa diadakan secara rutin, tidak hanya membahas aspek teknis kefarmasian tetapi juga isu-isu seperti farmakoekonomi, bioetika, dan kebijakan obat nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan narasumber berkompetensi tinggi guna memperkaya wawasan akademik dan praktis civitas akademika kami,” janji apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. dalam sambutan penutup. Dengan adanya inisiatif seperti ini, Prodi Sarjana Farmasi STIKES Buleleng semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pencetak farmasi unggulan di kawasan Bali Utara, siap menjawab tantangan kesehatan masa depan. 

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top