
Dalam upaya memperkaya wawasan dan memperkuat jejaring akademik, STIKES Buleleng sukses menghadirkan pakar kesehatan terkemuka Prof. dr. I Md. Ady Wirawan, MPH, Ph.D., Wakil Dekan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, sebagai Expert Speaker dalam Simposium Kesehatan Nasional (SIMKESNAS) Ke-4. Sebuah ajang bergengsi yang dihadiri oleh kurang lebih 1.000 peserta dari kalangan akademisi, praktisi kesehatan, mahasiswa, dan pemangku kebijakan dari seluruh Indonesia.
Acara yang mengusung tema, “Medical Tourism Destination Trend: Integrasi Kesehatan Komprehensif Dalam Pariwisata Berkelanjutan”, ini berlangsung secara hybrid, memadukan diskusi tatap muka dan virtual untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kehadiran dosen dan peneliti senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan terkini di bidang kesehatan, tetapi juga mendorong terciptanya solusi inovatif berbasis bukti untuk masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Bali dan Indonesia timur.
Dengan menggali pengalaman dan riset terbaru dari Universitas Udayana, SIMKESNAS 4 berhasil menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan aplikatif, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pendekatan multidisiplin.

Expert Speaker dari Universitas Udayana, yang merupakan guru besar di bidang kedokteran, memaparkan temuan-temuan terbaru dari riset mereka serta strategi implementasi yang telah berhasil diterapkan di Bali dan sekitarnya. “Kami di Universitas Udayana tidak hanya fokus pada pengembangan teori, tetapi juga pada aplikasi langsung di masyarakat, seperti program deteksi dini kanker serviks berbasis komunitas dan penggunaan teknologi telemedicine untuk daerah kepulauan,” jelas beliau dengan penuh semangat.
Peserta symposium diajak untuk melihat lebih dekat bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan sektor swasta telah menghasilkan model intervensi kesehatan yang efektif, seperti penurunan angka stunting di beberapa kabupaten di Bali melalui pendekatan edukasi gizi dan surveilans berbasis data.

Selain itu, pembicara juga menyoroti peran krusial universitas dalam menyiapkan SDM kesehatan yang unggul, termasuk pelatihan keterampilan klinis mutakhir dan pembekalan soft skills untuk menghadapi dinamika sistem kesehatan global. Tak ketinggalan, isu kesehatan lingkungan dan dampak perubahan iklim terhadap penyakit tropis juga dibahas secara mendalam, mengingat Bali dan wilayah timur Indonesia termasuk yang paling rentan terhadap fenomena ini.
Sesi panel menggali tantangan dan peluang dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih terintegrasi. Salah satu topik hangat yang mengemuka adalah kesenjangan antara kurikulum pendidikan kesehatan dan kebutuhan riil di lapangan, di mana para panelis sepakat bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi dan magang lapangan yang intensif harus lebih ditingkatkan.
Sesi Pertama SIMKESNAS 4, ”Expert Speaker dari Universitas Udayana ditutup dengan menyampaikan apresiasi, “Kami sangat senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan STIKES Buleleng, dan berharap kolaborasi ini bisa melahirkan inovasi-inovasi baru untuk memajukan kesehatan masyarakat di Bali dan sekitarnya.”

Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Mde Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. dalam sambutannya menyatakan, “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi kami sebagai institusi pendidikan kesehatan unggulan di Bali, sekaligus memberi akses lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam proyek-proyek kesehatan yang berdampak nyata.
Acara ditutup dengan deklarasi bersama yang berisi komitmen untuk melanjutkan diskusi dalam bentuk proyek kolaboratif, seperti riset tentang penyakit tropis, pengabdian masyarakat di daerah 3T, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan daerah.
KUI_humas