PRODI S1 KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS STIKES BULELENG TERIMA KUNJUNGAN TIM ASESOR LAM PTKES

Dalam rangka mewujudkan target mulia untuk meningkatkan status akreditasi dari sebelumnya “Baik Sekali” menjadi predikat tertinggi “Unggul”, Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Buleleng baru-baru ini menerima kunjungan langsung dari tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKES) untuk melaksanakan asesmen lapangan secara komprehensif dan mendalam.

Kunjungan yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi momen yang sangat krusial bagi seluruh civitas akademika STIKES Buleleng, karena hasil dari asesmen ini akan menjadi cermin nyata dari komitmen institusi dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berintegritas tinggi, serta siap menjawab berbagai tantangan di dunia kesehatan global yang terus berkembang pesat.

Tim asesor yang bertugas dalam kunjungan kali ini disambut langsung oleh Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., SE., M.Si., M.Kes., beserta jajaran wakil ketua, para dosen, serta tenaga kependidikan dengan suasana penuh antusiasme, kekhidmatan akademik, dan semangat kebersamaan yang begitu kental di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Sundayana menegaskan bahwa proses akreditasi ini bukanlah sekadar rutinitas administratif untuk memenuhi kewajiban institusi, melainkan sebuah wahana evaluasi jujur yang bertujuan untuk menemukan celah-celah perbaikan sekaligus mengukuhkan berbagai keunggulan yang telah dibangun melalui berbagai inovasi kurikulum dan penguatan jejaring klinik selama beberapa tahun terakhir sejak capaian akreditasi sebelumnya diraih pada tahun 2021.

Proses asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim asesor LAM PTKES ini melibatkan penilaian terhadap sembilan kriteria akreditasi yang sangat ketat dan terukur, yang mencakup visi-misi dan tujuan strategis, tata pamong serta kerja sama, kualitas dan kuantitas mahasiswa, sumber daya manusia yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan, keuangan serta sarana dan prasarana pendidikan, pelaksanaan proses pendidikan dan pembelajaran, kegiatan penelitian yang relevan, pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas, serta luaran dan capaian lulusan di dunia kerja.

Tim asesor dalam kunjungan ini tidak hanya melakukan verifikasi dokumen dan borang akreditasi yang telah disusun dengan sangat teliti oleh tim akreditasi prodi, tetapi juga melakukan penelusuran mendalam ke berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang simulasi keperawatan modern, perpustakaan digital dengan akses jurnal internasional, serta ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang berfungsi untuk menguji kompetensi klinis mahasiswa secara standar.

Selain itu, tim asesor juga menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa rumah sakit mitra dan fasilitas kesehatan lainnya yang menjadi tempat praktik klinik mahasiswa profesi ners, guna memastikan bahwa proses bimbingan klinik di lapangan benar-benar berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta didik.

Salah satu keunggulan yang menjadi sorotan utama tim asesor adalah komitmen STIKES Buleleng dalam mengintegrasikan keperawatan komplementer ke dalam kurikulum, sebuah kekhasan yang menjadi nilai tambah dan daya saing tersendiri bagi lulusan di tengah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang telah mengeluarkan aturan tentang pemberian pelayanan komplementer di rumah sakit.

Memasuki sesi wawancara dan diskusi kelompok terarah, tim asesor secara bergantian berdialog dengan para pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk perwakilan dosen dari setiap bidang keahlian, mahasiswa aktif dari berbagai angkatan, alumni yang telah berkarya di berbagai fasilitas kesehatan, serta mitra pengguna lulusan seperti direktur rumah sakit dan kepala dinas kesehatan.

Dalam sesi wawancara dengan para dosen, tim asesor menggali lebih dalam tentang metode pengajaran yang diterapkan, sistem penjaminan mutu internal, serta upaya peningkatan kapasitas dosen melalui penelitian dan publikasi ilmiah di jurnal terindeks.

Para dosen STIKES Buleleng dengan penuh percaya diri memaparkan berbagai inovasi pembelajaran yang telah mereka terapkan, termasuk penggunaan simulasi berbasis teknologi, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), serta pendekatan interprofesional education yang melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa dari program studi lain seperti farmasi dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, dalam sesi wawancara dengan mahasiswa, tim asesor mendapatkan gambaran yang sangat positif tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik, ketersediaan fasilitas belajar, serta dukungan dosen wali dalam membimbing mereka menyelesaikan studi tepat waktu.

Para mahasiswa juga menyampaikan kebanggaan mereka karena dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan soft skill mereka tetapi juga memperkaya pengalaman belajar di luar ruang kelas.

Hari berikutnya dari kunjungan asesor difokuskan pada observasi langsung ke laboratorium terpadu yang telah dilengkapi dengan berbagai peralatan simulasi canggih, termasuk manekin berteknologi tinggi yang dapat diprogram untuk berbagai skenario kegawatdaruratan pasien secara realistik.

Tim asesor tampak sangat terkesan dengan fasilitas virtual reality yang digunakan untuk pembelajaran anatomi dan prosedur invasif, yang menurut pengakuan mereka masih belum banyak dimiliki oleh program studi keperawatan lain di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

Selain itu, asesor juga melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen pendukung seperti rencana pembelajaran semester (RPS), nilai ujian kompetensi mahasiswa, serta luaran penelitian dosen yang telah diterapkan oleh mitra pengguna layanan kesehatan.

Berdasarkan hasil observasi dan verifikasi tersebut, tim asesor mencatat adanya sinergi yang sangat baik antara visi institusi dengan implementasi di lapangan, yang tercermin dari tingginya angka kelulusan ujian kompetensi nasional serta serapan lulusan di dunia kerja yang mencapai lebih dari 85 persen dalam waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda.

Di sisi lain, tim asesor juga memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan yang bersifat konstruktif, seperti peningkatan jumlah dosen yang memiliki sertifikasi profesi ners spesialis serta penguatan dokumentasi terhadap bukti-bukti capaian kinerja prodi agar lebih sistematis dan mudah diakses.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners, Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep., menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dengan menyusun rencana aksi yang terukur dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara kolaboratif dalam kurun waktu paling lambat enam bulan ke depan.

Di akhir kunjungan, tim asesor menyampaikan kesan positif dan apresiasi yang tinggi terhadap kesiapan institusi serta dukungan penuh dari seluruh civitas akademika STIKES Buleleng, yang telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang mulai dari penyusunan borang hingga pelaksanaan asesmen lapangan.

Dalam sambutan penutupannya, Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim asesor yang telah bekerja profesional serta memberikan masukan yang sangat berharga bagi kemajuan prodi ke depannya.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim akreditasi, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni yang telah bahu-membahu menunjukkan kebersamaan dan kerja keras yang luar biasa sehingga seluruh rangkaian asesmen dapat berjalan dengan lancar, kondusif, dan penuh semangat kekeluargaan.

Ke depan, dengan target meraih predikat unggul yang telah dicanangkan sejak jauh hari, Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Buleleng berkomitmen untuk terus berbenah dan tidak pernah berhenti berinovasi, termasuk melalui pemutakhiran kurikulum berbasis outcome-based education (OBE) serta penguatan kompetensi keperawatan komplementer yang menjadi ciri khas dan keunggulan kompetitif lulusan.

Hasil akhir dari proses akreditasi ini rencananya akan diumumkan oleh LAM PTKES dalam kurun waktu sekitar empat puluh lima hari kerja setelah asesmen berakhir, dan seluruh civitas akademika optimistis bahwa predikat unggul dapat diraih berkat kerja keras kolektif serta dukungan dari berbagai pihak.

Dengan semangat “Menuju Unggul” yang terus berkobar, STIKES Buleleng siap melahirkan perawat profesional yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga berkarakter luhur dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top