
Sebagai wujud nyata dari komitmennya dalam mengimplementasikan program globalisasi kampus yang telah dicanangkan sejak awal tahun, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng dengan resmi dan penuh kehangatan menerima kedatangan 13 orang delegasi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Union Christian College (UCC) Filipina, di mana mereka akan menjalani serangkaian program mobilitas internasional selama kurang lebih dua minggu ke depan.
Prosesi penyambutan yang digelar di STIKES Buleleng Convention Center (SBCC) kampus utama tersebut berlangsung sangat meriah dan khidmat, ditandai dengan pengalungan bunga dan suguhan tarian tradisional Bali yang langsung memukau para tamu internasional, sekaligus menjadi simbol terbukanya pintu bagi persahabatan dan kolaborasi akademik lintas negara.
Program yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 13 Maret 2026 ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan di bidang kesehatan, tetapi juga dirancang untuk memperdalam pemahaman antarbudaya yang nantinya akan sangat berguna bagi para mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesi di era globalisasi yang semakin kompetitif.
Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya institusi untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring internasional yang solid, sehingga lulusan yang dihasilkan nantinya tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan global yang luas dan daya saing tinggi di pasar tenaga kerja internasional.

Lebih lanjut, ia berharap interaksi langsung antara sivitas akademika kedua institusi dapat memicu lahirnya riset-riset kolaboratif yang inovatif serta publikasi ilmiah bersama yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan praktik kesehatan di kedua negara, terutama dalam bidang keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat yang menjadi fokus utama kedua perguruan tinggi tersebut.
Rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dengan sangat matang oleh panitia penyelenggara bersama tim dari UCC Filipina akan diisi dengan beragam agenda produktif, mulai dari seminar internasional dengan menghadirkan pembicara dari kedua negara, kuliah tamu yang terintegrasi dengan kurikulum reguler, hingga praktik lapangan terpadu di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit daerah di Kabupaten Buleleng.
Program ini juga akan menjadi ajang bagi para dosen dari kedua institusi untuk saling bertukar metodologi pengajaran terkini serta berdiskusi mengenai pengembangan kurikulum berbasis outcome-based education yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan, sementara para mahasiswa akan difasilitasi untuk bekerja dalam tim lintas budaya dalam proyek pengabdian masyarakat tentang pencegahan stunting yang melibatkan langsung kader-kader posyandu di desa binaan.
Para delegasi UCC sendiri, yang dipimpin langsung oleh Mr. Mac Donele Maglaya, and Mr. Karl Michael Hufana selaku Clinical Instructure, mengaku sangat terkesan dengan sambutan luar biasa dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh seluruh keluarga besar STIKES Buleleng, serta optimis bahwa program mobilitas ini akan memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan dan memperkaya perspektif global para peserta didiknya.

Selain fokus pada kegiatan akademik formal, para dosen dan mahasiswa dari Filipina juga akan diajak untuk mengenal lebih dalam kekayaan seni dan budaya Bali Utara melalui kunjungan ke sejumlah objek wisata sejarah dan budaya, seperti museum dan pura kuno, serta mengikuti workshop singkat membatik dan memasak masakan khas Bali yang diharapkan dapat mempererat ikatan emosional di antara para peserta.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada program pertukaran saja, melainkan akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa depan, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, serta potensi pengembangan program double degree yang tentunya akan semakin meningkatkan reputasi STIKES Buleleng di mata dunia.
Sementara itu, antusiasme yang sangat tinggi juga terlihat dari para mahasiswa UCC yang langsung berbaur dengan mahasiswa STIKES Buleleng, berdiskusi ringan tentang perbedaan sistem pendidikan, praktik klinis, serta kehidupan sehari-hari di negara masing-masing, dan mereka mengaku sangat bersemangat untuk mempelajari teknik-teknik pengobatan tradisional Bali yang masih lestari dan dipraktikkan secara luas oleh masyarakat.

Jialyn Abat, salah seorang mahasiswi keperawatan dari UCC yang turut serta dalam program ini, menyampaikan kegembiraannya bisa belajar langsung di lingkungan yang benar-benar baru, dan ia berharap dapat mendalami ilmu tentang penggunaan keperawatan komplementer dalam perawatan di Indonesia serta pendekatan holistik dalam perawatan pasien yang sangat kental dengan nuansa budaya lokal.
Pihak STIKES Buleleng sendiri, melalui Kepala Unit Kerja Sama dan Hubungan Internasional, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari rangkaian panjang upaya internasionalisasi kampus yang akan terus digalakkan, termasuk dengan menjajaki kerja sama serupa dengan institusi pendidikan dari negara-negara Asia lainnya seperti Thailand.
Dengan terselenggaranya program mobilitas internasional ini, STIKES Buleleng secara konsisten menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi kesehatan di kawasan wilayah LLDIKTI 8 Indonesia yang visioner dan progresif dalam mengembangkan sayap kerja sama global, sekaligus memberikan bukti konkret bahwa kampus di daerah mampu bersaing dan menjadi tuan rumah bagi kegiatan bertaraf internasional. Ke depan, keberhasilan implementasi program globalisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk terus berinovasi dan membuka diri terhadap kemitraan lintas negara demi kemajuan pendidikan tinggi di tanah air.
KUI_humas