Bukti Komitmen Tinggi dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Pemberdayaan Masyarakat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil mengamankan 16 hibah pendanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tahun 2025, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mendorong inovasi, pengembangan ilmu kesehatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Keenam belas proposal yang lolos pendanaan tersebut terdiri dari beragam topik mutakhir, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil, pengembangan teknologi kesehatan berbasis digital, hingga strategi pencegahan stunting dan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar di wilayah Buleleng dan sekitarnya.
Para dosen dan peneliti STIKES Buleleng telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan menyusun proposal yang tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan, sehingga berhasil memenangkan kompetisi yang ketat bersaing dengan ratusan proposal dari perguruan tinggi se-Indonesia.
Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., yang turut lolos pada Penelitian Fundamental Reguler (PFR) menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat, serta dukungan penuh dari pihak kampus dalam menyediakan fasilitas pendanaan internal dan pelatihan penyusunan proposal yang kompetitif.
Salah satu faktor kunci yang membuat proposal STIKES Buleleng unggul dalam penerimaan hibah adalah pendekatan holistik yang menggabungkan aspek teknis kesehatan dengan kebutuhan riil masyarakat, seperti program pelatihan tenaga kesehatan desa, inisiatif deteksi dini penyakit degeneratif, dan penguatan sistem kesehatan berbasis kearifan lokal.
Misalnya, salah satu penelitian yang didanai berfokus pada pengembangan aplikasi mobile untuk memantau kesehatan ibu hamil di daerah terpencil, sementara program pengabdian lainnya menargetkan pelatihan kader posyandu dalam penanganan gizi buruk pada balita. Tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, hibah ini juga akan memperkuat jejaring kolaborasi antara STIKES Buleleng dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta organisasi non-pemerintah yang peduli terhadap isu kesehatan masyarakat.
Dr. Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep. selaku Ketua Senat yang mendapatkan hibah Pendanaan Fundamental Reguler (PFR) sebagai Ketua tim peneliti salah satu proposal yang lolos, mengungkapkan bahwa pendanaan ini akan menjadi momentum untuk mempercepat transfer ilmu dari kampus ke masyarakat, sekaligus menguji efektivitas model intervensi kesehatan yang inovatif di lapangan.
Pencapaian STIKES Buleleng ini juga mencerminkan keberhasilan strategi institusi dalam memacu produktivitas penelitian dan pengabdian, termasuk melalui program mentoring intensif, workshop penulisan proposal hibah, dan insentif bagi dosen yang aktif meneliti serta mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi internasional. Tahun ini, jumlah proposal yang diajukan oleh STIKES Buleleng meningkat pesat, imbuhnya.
Keenam belas hibah tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kualitas penelitian dan pengabdian yang dihasilkan oleh STIKES Buleleng. Selain itu, beberapa proposal melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tim, memberikan pengalaman langsung dalam riset berbasis evidence-based practice yang kelak akan menjadi bekal berharga saat mereka terjun ke dunia kerja.
Dampak dari hibah ini diharapkan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan fondasi kuat untuk transformasi sistem kesehatan di Buleleng, terutama dalam menjawab tantangan seperti disparitas akses kesehatan, rendahnya kesadaran akan penyakit kronis, dan kurangnya tenaga kesehatan terlatih di wilayah pedesaan. STIKES Buleleng telah menargetkan agar dari penelitian dan PkM yang didanai dapat menghasilkan policy brief atau rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemangku kepentingan, sehingga temuan akademik tidak berhenti di tingkat konsep tetapi benar-benar diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat.
Untuk memastikan keberlanjutan program, kampus juga akan menggelar forum diseminasi hasil penelitian setiap triwulan, melibatkan perwakilan dinas kesehatan, tokoh masyarakat, dan media lokal, agar temuan-temuan tersebut mendapat perhatian luas dan memicu diskusi konstruktif tentang solusi kesehatan di Buleleng sesuai dengan alur evaluasi hibah masing-masing.
Ke depan, STIKES Buleleng berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah dan kualitas hibah yang diperoleh, antara lain dengan memperluas kolaborasi internasional, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam riset, serta mendorong lebih banyak lagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian yang berdampak nyata.
Pencapaian 16 hibah tahun 2025 ini bukanlah titik akhir, melainkan batu loncatan menuju visi STIKES Buleleng yang diakui secara nasional maupun global, sekaligus mitra terpercaya bagi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik.
KUI_humas