Pengabdian Masyarakat Dosen Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng di Desa Bungkulan, Sawan, Buleleng

Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Gratis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu dan Anak

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, dosen serta mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diisi dengan serangkaian program edukasi kesehatan, pemeriksaan gratis, dan skrining kesehatan pembagian alat kontrasepsi kondom yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi, kehamilan, serta tumbuh kembang balita.

Dengan menggandeng Puskesmas Sawan 1 dan pemerintah desa, tim dari STIKES Buleleng berhasil menjangkau lebih dari 50 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, serta remaja putri yang antusias mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Tidak hanya memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang dan deteksi dini risiko kehamilan, para dosen dan bidan juga melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, serta konseling kesehatan reproduksi secara gratis, sehingga masyarakat merasa terbantu dan lebih aware terhadap kondisi kesehatannya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana institusi pendidikan tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga berkontribusi langsung dalam memecahkan masalah kesehatan di tengah masyarakat. 

Desa Bungkulan dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat mengingat masih tingginya angka kejadian stunting dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya perawatan kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut. Berdasarkan data dari Puskesmas Sawan, sekitar 30% balita di Desa Bungkulan mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi dan pola asuh yang belum optimal, sehingga diperlukan intervensi langsung dari tenaga kesehatan profesional.

Melalui program ini, STIKES Buleleng berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dengan memberikan edukasi tentang pemenuhan gizi selama kehamilan, inisiasi menyusui dini (IMD), serta pemberian MPASI yang tepat untuk bayi di atas enam bulan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran kader posyandu dalam mendeteksi dini masalah kesehatan di tingkat desa, sehingga upaya promotif dan preventif dapat dilakukan sedini mungkin sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Diharapkan, setelah mengikuti rangkaian acara ini, masyarakat Desa Bungkulan dapat menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada secara maksimal.  Pengabdian masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bungkulan yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap STIKES Buleleng atas kepeduliannya terhadap kesehatan warga.

“Kami sangat berterima kasih karena STIKES Buleleng telah memilih desa kami sebagai lokasi pengabdian, semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang hadir. Sosialisasi tentang pentingnya persiapan kehamilan, termasuk pemahaman tentang anemia pada calon ibu, pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care/ANC), serta bahaya merokok selama masa kehamilan yang disampaikan oleh Kadek Ayu Suarmini, S.ST., M.Tr.Keb. Kaprodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng.

Peserta terlihat sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, seperti bagaimana cara mengatasi morning sickness yang parah dan apa saja makanan yang harus dihindari selama hamil untuk mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.  Pemeriksaan kesehatan gratis, di mana para kader diajarkan cara mengukur lingkar lengan atas (LILA) untuk mendeteksi risiko kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, serta teknik pengukuran tinggi badan dan berat badan balita untuk memantau pertumbuhan mereka.

Sementara itu, bagi masyarakat umum, tim kesehatan dari STIKES Buleleng menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan konsultasi gizi secara cuma-cuma, yang langsung diminati oleh puluhan warga sejak pagi hari. “Saya baru tahu kalau tekanan darah saya tinggi setelah diperiksa di sini, padahal sebelumnya tidak pernah merasakan gejala apa pun. Terima kasih atas pengobatan dan sarannya,” ujar salah satu ibu rumah tangga yang mengikuti pemeriksaan. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Desa Bungkulan, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mahasiswa kebidanan STIKES Buleleng yang turut terlibat sebagai relawan. Menurut Ketua Tim Pengabdian, Luh Ayu Purnami, S.ST., M.Tr.,Keb., pengalaman terjun langsung ke masyarakat membantu mahasiswa memahami realitas masalah kesehatan di lapangan, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan empati mereka sebagai calon bidan profesional. “Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah sekaligus mengasah soft skills dalam melayani pasien dari berbagai latar belakang,” jelasnya. 

STIKES Buleleng berencana menjalin kerja sama lebih erat dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat untuk memperluas jangkauan pengabdian masyarakat ke desa-desa lain di Buleleng yang masih memiliki masalah kesehatan serupa. Selain itu, akan dilakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa program yang telah dilaksanakan benar-benar berdampak positif dan berkelanjutan.

Misalnya dengan memantau perkembangan angka stunting di Desa Bungkulan dalam enam bulan ke depan. Dengan semangat, STIKES Buleleng siap terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai aksi nyata. 

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top