Sukses Tingkatkan Kompetensi Lulusan Unggul dan Berdaya Bersaing

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng kembali menggelar kegiatan pelatihan preceptorship di tahun 2025. Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan professional dari rumah sakit wahana praktik Se-Bali. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis dan soft skills peserta. Dengan tema “Membangun Generasi Kesehatan yang Adaptif di Era Digital”, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 27 sampai dengeean 28 Februari 2025. Para peserta antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang secara interaktif.
Pembukaan dan Materi Pengantar
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya preceptorship dalam menyiapkan lulusan siap kerja. Materi pertama disampaikan oleh I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., pakar pendidikan keperawatan yang menjadi Wakil Ketua 2 AIPNI Pusat. Ia membahas tentang peran preceptor dalam membimbing mahasiswa di lingkungan klinis. Peserta juga diajak untuk memahami konsep dasar preceptorship melalui studi kasus. Hari pertama diakhiri dengan sesi diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman.

Pelatihan Keterampilan Klinis
Hari kedua fokus pada peningkatan keterampilan klinis peserta melalui simulasi dan praktik langsung. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk memastikan pendampingan maksimal. Fasilitator pelatihan terdiri dari dosen STIKES Buleleng dan praktisi kesehatan berpengalaman. Simulasi kasus meliputi penanganan pasien kritis dan komunikasi efektif dengan tim medis. Peserta mengaku sangat terbantu dengan metode pembelajaran yang aplikatif ini.
Hari Pertama: Penguatan Soft Skills dan Leadership
Model Preceptorship menjadi fokus utama pada hari perdana pelatihan. Materi disampaikan oleh Wakil Ketau 2, AIPNI Pusat, Bapak I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. Ia membahas pentingnya komunikasi, empati, dan manajemen stres dalam dunia kesehatan. Peserta juga diajak untuk mengikuti role play tentang penyelesaian konflik di tempat kerja. Selain itu, sesi leadership digelar untuk melatih kemampuan peserta dalam memimpin tim. Kegiatan ini mendapat respons positif karena relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hari Kedua: Pemanfaatan Teknologi dalam Pelayanan Kesehatan
Menyambut era digital, pelatihan hari kedua mengangkat tema Kebijakan perundang-undangan tentang system pendidikan keperawatan dan pentingnya pendidik klinik (Perseptorship). Narasumber dari Ketua AIPNI Regional X RI, Dr. Ns. Ni Ketut Guru Prapti, S.Kep., MNS., memaparkan perkembangan legal formal preceptorship. Peserta diperkenalkan dengan aturan dan undang-undang pendukung praktik klinis dan sistem rekam medis. Mereka juga diajak untuk mencoba langsung beberapa alat kesehatan berbasis teknologi mutakhir. Sesi ini dinilai sangat bermanfaat untuk menambah wawasan peserta.

Dampak Positif bagi Peserta dan Institusi
Pelatihan preceptorship ini dinilai memberikan dampak positif bagi peserta dan institusi. Peserta merasa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja setelah mengikuti pelatihan. STIKES Buleleng juga semakin dikenal sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan praktisi, semakin diperkuat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar di masa depan.
Testimoni Peserta: Pengalaman yang Tak Terlupakan
Salah satu peserta, Ni Kadek Sri Wahyuni, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti pelatihan ini. “Saya belajar banyak hal baru, terutama tentang pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya. Peserta lain, I Wayan Darsana, juga menyebut pelatihan ini sangat aplikatif dan relevan. “Sesi simulasi klinis sangat membantu saya memahami situasi nyata di lapangan,” tambahnya. Testimoni positif ini menjadi bukti keberhasilan pelatihan dalam mencapai tujuannya.

Harapan ke Depan: Menjadi Agenda Tahunan
Dr. Sundayana berharap pelatihan preceptorship dapat menjadi agenda tahunan STIKES Buleleng. “Kami ingin terus berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk mendukung kegiatan serupa di masa depan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, STIKES Buleleng optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model bagi institusi lain di Indonesia.

Tutup dengan Apresiasi dan Semangat Baru
Pelatihan preceptorship STIKES Buleleng 2025 resmi ditutup dengan penuh kebanggaan. Peserta, panitia, dan narasumber berfoto bersama sebagai kenangan. Acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga semangat untuk terus berkarya. STIKES Buleleng berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan serupa. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal menuju terciptanya tenaga kesehatan yang unggul dan profesional.
Salam Sundaram
KUI_humas
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
best 👏👏👏
Terima kasih kak
Terimakasih banyak kepada narasumber atas materinya yg sangat bermanfaat buat saya dan STIKES buleleng sebagai penyelenggara semoga makin sering ada kegiatan seperti ini serta sukses selalu buat STIKES Buleleng
Terima kasih kak
Trima kasih sudah dikasi kesempatan mengikuti pelatihan preceptorship, smg ilmu yg kami dapatkan bs kami aplikasikan di tempat kami bekerja, (khusus dlm membimbing mahasiswa)
Terima kasih kak
Terimakasih STIKKES Buleleng, Pelatihannya MANTAP.
Terima kasih kak
Pelatihan ini sangat menyenangkan,,materinya mudah dipahami..terimakasih stikes buleleng yg sudh menyelenggarakan pelatihan ini..
Terima kasih kak
Terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk pelatihan preceptorship.ini sebagai bekal buat saya di RS dalam membimbing mahasiswa
Terima kasih kak