Bertepatan dengan Hari Saraswati, Ormawa STIKES Buleleng “Nyegare Gunung” Ke Pura Ponjok Batu dan Pura Bukit Pucak Sinunggal
Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng menggelar kegiatan persembahyangan Nyegara Gunung yang dilaksanakan di Pura Ponjok Batu dan Pura Bukit Pucak Sinunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya dan tradisi Bali, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur serta memohon berkah guna kelancaran dalam agenda pemilu raya BEM 2025. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 8 Januari 2025, ini diikuti oleh puluhan mahasiswa anggota ormawa dan pembina ormawa STIKES Buleleng.

Nyegara Gunung: Menjaga Keseimbangan Alam dan Manusia
Nyegara Gunung adalah salah satu tradisi Hindu di Bali yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. “Nyegara” merujuk pada laut, sedangkan “Gunung” melambangkan daratan. Keduanya dianggap sebagai sumber kehidupan dan energi spiritual. Kegiatan ini biasanya melibatkan prosesi persembahyangan di pura-pura yang terletak di daerah pesisir (nyegara) dan pegunungan (Gunung atau bukit).
Menurut Ketua ORMAWA STIKES Buleleng, Kadek Rika Lestariani, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya Bali. “Kami ingin mengajak seluruh anggota ORMAWA untuk lebih menghargai alam dan tradisi leluhur. Nyegara Gunung adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan alam” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan Persembahyangan
Kegiatan dimulai pagi hari dengan berkumpulnya anggota ormawa di Kampus 1 STIKES Buleleng. Setelah melakukan briefing singkat, rombongan berangkat menuju Pura Ponjok Batu yang terletak di Desa Tejakula, Buleleng. Pura ini terkenal sebagai tempat suci yang menghadap langsung ke laut dan dipercaya sebagai tempat pemujaan Dewa Laut.
Di Pura Ponjok Batu, peserta melakukan persembahyangan bersama dipimpin oleh pemangku setempat. Prosesi diawali dengan pembersihan diri di pelataran atau penataran pura, dilanjutkan dengan persembahan canang dan sesaji (banten). Suasana khidmat terasa saat doa-doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kelestarian alam.
Setelah selesai di Pura Ponjok Batu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Bukit Pucak Sinunggal yang terletak di kawasan pegunungan. Pura ini dikenal sebagai tempat pemujaan Dewa Ida Betara Lingsir dan sering dikunjungi oleh umat Hindu untuk memohon berkah kesuburan tanah dan kesejahteraan. Di sini, peserta kembali melakukan persembahyangan dengan penuh khidmat dengan keindahan alam yang menenangkan jiwa.

Makna Spiritual dan Sosial
Kegiatan Nyegara Gunung ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga sosial. Menurut Dr. Ns. I Wayan Antariksawan, S.Kep., MAN., DNM., salah satu dosen STIKES Buleleng yang turut serta dalam acara, kegiatan ini dapat mempererat hubungan antar mahasiswa dan dosen. “Selain sebagai bentuk penghormatan kepada alam, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di antara kita,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga kelestarian alam. “Kita hidup di Bali yang terkenal dengan keindahan alamnya. Jika kita tidak menjaga keseimbangan alam, maka dampaknya akan dirasakan oleh kita semua,” tambah Dr. Antariksa.

Harapan ke Depan
Kegiatan Nyegara Gunung ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin ORMAWA STIKES Buleleng. “Kami berencana untuk mengadakan kegiatan serupa setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak peserta dan lokasi yang lebih beragam,” ujar Komang Wira.
Selain itu, ORMAWA STIKES Buleleng juga berencana untuk mengadakan kegiatan sosial lainnya, seperti penanaman pohon dan bersih-bersih pantai, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam. “Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa kesehatan, kami tidak hanya peduli pada kesehatan manusia, tetapi juga kesehatan lingkungan,” tambahnya.
Penutup
Kegiatan persembahyangan Nyegara Gunung yang dilaksanakan oleh ORMAWA STIKES Buleleng di Pura Ponjok Batu dan Pura Bukit Pucak Sinunggal telah berjalan dengan lancar dan sukses. Acara ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antar mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan budaya Bali dapat terus meningkat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam, ORMAWA STIKES Buleleng membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

KUI_humas