Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema PKM Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat merupakan program pengabdian masyarakat (PKM) kompettif dari Kemendikbudristek. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada Perempuan Kelompok Pengrajin Ingka Bini Sejahtera Desa Depeha Buleleng yang berjumlah 30 orang.Komoditi dari kelompok pengrajin ingke, dengan produk yang dihasilkan yaitu kerajinan tangan berupa anyaman yang berbahan dasar dari tulang daun lontar atau janur. Pemasaran dilakukan masih sangat konvensional dan hanya disalurkan pada pihak pemasok yang datang ke Desa Depeha atau ke Pasar, serta komoditas olahan yang dibuat kelompok seperti tempat makan atau sejenis piring dan piranti religi masih bernilai ekonomi relatif rendah.Selain itu teknologi yang digunakan masih sederhana, ditambah lagi dengan beban kerja atau body mekanik para pengrajin yang sering menimbulkan keluhan seperti sakit pinggi, nyeri punggung dan leher. Kondisi inilah yang memacu kegiatan PKM yang dilakukan oleh Bdn.Putu Dian Prima Kusuma Dewi,S.ST., M.Kes, Dosen di STIKes Bulelengmelakukan pedampingan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kelompok.
Solusi yang disepakati dalam memaksimalkan proses produksi, yaitu instalasi stasiun produksi ergonomis,diklat/magang, diversifikasi design dan variasi komoditas kerajinan ingka yang up to date, sehingga produksi kerajinan ingka Bini Sejahtera (Kelompok Perempuan Pengrajin Ingke Desa Depeha) lebih marketable dan profitable. Kegiatan ini melibatkan tim anggota dosen yaitu Ni Made Karlina Sumiari Tangkas, MH dan Made Dwi Ferayani, MSi dari STIE Satya Dharma Singaraja. Berdasarkan diskusi dan analisis situasi bahwa permasalahan yang dialami pada proses produksi kerajinan akibat minimnya terapan teknologi tepat guna di Kelompok Perempuan Pengrajin Ingke Desa Depeha. Pengolahan masih bersifat tradisional, dengan perkakas kerja konvensional, alat-alat rumah tangga, penggarapan yang parsial, dan kurang profesional, membuat pengrajin tidak mampu mengekspansi dan mengeskalasi omzet produksi skala besar, sehingga berdampak secara signifikan pada ketepatan order timing, packging, dilivery, dan cash transaction. Untuk itu kami terjun untuk membantu dalam proses transfer teknologi yakni diklat/pendampingan pengoperasian mesin untuk eskalasi dan ekspansi komoditas kerajinan ingka sehingga hasil luaran lebih maksimal. Kami juga membantu di dalam desain dan diversifikasi komoditas kerajinan ingka, serta kami mengadakan FGD untuk menganalisis kecendrungan kebutuhan pasar terhadap komoditas olahan ingka, baik untuk costumer skala rumah tangga, hotel, restoran, maupun aksesoris artistik untuk room designing. PKM ini ada tiga tahapan yang dilakukan yakni tahap sosialisasi (penyadaran), tahap pengkapasitasan (capaciting),danpendampingan/pelembagaan (scaffolding/institunalization) serta tahap entrepreneurship capacity building. Alat dan inovasi teknologi yang diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja kelompok yaitu mesin pembersih lidi lontar, gunting lidi, lemari display produk yang dilengkapi LED,masker K55 pelindung dari bahan kimia, sarung tangan pekerja, pendaftaran pada market place ( shopee.co.id/sq87g17eva) dan katalog digital. Adapunberdasarkan hasil observasi pada kegiatan ini, tampak adanya peningkatan pendapatan masyarakat didapatkan sebesar 25% dari sebelumnya, serta adanya tanggapan masyarakat yang positif terhadap kegiatan ini dimana kegiatan yang sudah diberikan dirasakan sangat berdampak pada peningkatan kapasitas produksi serta ekonomi kelompok.Selain itu edukasi terkait body mekanik yang baik dan pemberian kursi ergonomic khusus pengrajin dapat terbukti efektif mengurangi keluhan Kesehatan yang dialami.


