
Ketua STIKes Buleleng, mengagumi tiga pemakalah/narasumber yang punya andil dalam ikut membangun negeri dari lembaga tinggi dimana beliau bernaung dalam mengiflementasi kompetensi seorang penyandang Doktor. Diantaranya, Bapak Dr.Moh Fatkhul Mubin S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.Jiwa, figur panutan yang juga Ketua AIPNI Regional VII, serta dosen di Universitas Muhamadyah, Semarang, yang kedua Doktor yang juga dokter SpOG, pemilik Klinik
Permata Bunda di Singaraja, tokoh masyarakat yang punya multi telenta, dan dosen di S1 Kebidadan STIKes Buleleng, dan khusus figur yang satu ini tidak asing lagi, masih memegang ketua Senat dosen pavorit yang selalu enteng dan memanage setiap penomena yang ada, beliau adalah Dr.Ns. I Dewa Ayu Rismayanti,S.Kep.M.Kep.
Sebagai penyandang gelar Doktor dalam lembaga sebuah perguruan tinggi, Dr. Rismayanti sadar, bahwa tugasnya lumayan berat, dengan selalu menunjukkan keahlian yang unggul dilandasi integritas ilmiah dalam bidangnya, mampu mengembangkan pengetahuan dan memecahkan permasalahan di bidang keilmuan. Sudah pasti profesional senantiasa memotivasi diri untuk terus melaksanakan penelitian dan menghasilkan berbagai karya ilmiah bermutu di bidangnya yang berlandaskan teori, hingga mampu mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, regional dan internasiinal. Inilah salah satu embrio/cikal bakal seminar ini, gelar Doktor berhasil diraihnya, bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahirannya.
Dr.dr. Ketut Putra Sedana,Sp.OG, pembicara pertama mensiasati kalimatnya,”MENELITI ITU MUDAH”. Moderator yang selalu elegan mengkemas kata, sangat pasih dalam perannya memandu ketiga pemakalah, senyum tipis kental akan inovasi, sehingga kurang lebih 270 orang mahasiswa terhipnotis dengan materi yang menjadi tugas akhirnya kelak. Ketua panitia seminar, Bapak Agus Sastra puas dengan kualitas kegiatan seminar ini sekaligus sebagai tanggung jawab moralnya.
Dr.dr. Ketut Putra Sedana, mengungkapkan gaya bahasa, “Hanya dengan belajar bisa merubah nasib”. Lanjut dengan narasinya, neneliti adalah sebuah proses ilmiah dan bersifat sistematis dengan berbagai tujuan seperti memecahkan masalah atau menggali informasi atau gejala yang sedang terjadi. Bagi beliau meneliti itu dilakukan karena adanya masalah yang harus dicari solusinya. Perkembangan teknologi informasi dan inovasi, pengembangan diri serta sumber belajar yang tidak pernah kering untuk digali. Lanjut lakukan peroses, menuju pada harapan, kenyataan, ketimpangan, masalah tujuan penelitian dengan 5 W+1H, menuju landasan teori (Grand Theory, penelitian terkait). Langsung menuju ke metodologi (desain penelitian, data/pengumpulan data dan analisa). Memasuki bab bab yang ditetapkan sesuai dengan petunjuk, namun yang terpenting, peneliti tidak subyektif, selalu jujur apa adanya, tidak manifulatif dan menghindari melakukan plagiarisme.
Dr.Ns.I Dewa Ayu Rismayanti,S.Kep,M.Kep, mengambil tema cara jitu menemukan ide penelitian dengan bahasa yang indah terpangpang di slide, melirik kecewa berkepanjangan calon peleliti muda. Dilanjutkan mengungkap tujuan, manfaat, hingga judul, kemudian memperdalam materi lewat membaca, menganalisis, melakukan kajian teori didukung juga oleh penelitian lainnya. Diungkap juga hipotesa, guna bisa membuktikan termasuk kritik. Diangkat juga 7 steps steps yang dibangun seperti, bidang keilmuan, kasus, masalah menulis ,tinjauan pustaka, kerangka konsep, tujuan penelitian hingga menetapkan rencana judul ke kasus. Membuat spider web, lanjut akting dengan rumusan yang ada. Kalimat sugesti juga diminculkan “Ingat tidak pernah melakukan penelitian bukan alasan untuk tidak mau mencoba, semua bisa dipelajari dan mulai dari sekarang”.
Pembicara terakhir, figur senior Bapak Dr. Mohammad Faktul Mubin,S.Keo,M.Kep,Kep. Jiwa, elegan dengan tempramen lembut, temanya, “Semudah apakah meneliti itu?,Beliau mengungkap kata”, Penomena atau Gejala pasti hadir, diskusi bisa mulai atau cari waktu atau mungkin tunggu mood. “contoh kejadian yang ada disekitar kita tentang kesehatan dan keperawatan, sudah pasti tambah gelisah. Jawablah kecemasan itu dengan cepat!, bahwa tugas dosen adalah meneliti, bukan tugas tambahan, itu sebuah keharusan, bergegaslah untuk sadar bahwa tugas pendidik adalah tugas fungsional. Gali terus fenomena itu,salah satu contoh kenapa kita menangis, kenapa luka itu lama sembuh. Jawaban pasti datang atas fenomena tersebut, lanjut menghadirkan kalimat sugesti bagi sang peneliti yang menjadi pertanyaan penelitian. Kata bijak bagi seorang peneliti “Jika ingin mencari kebebaran, disanalah sejatinya penelitian itu bersemayam”. Dengan menentukan permasalahan, study liteatur, penetapan, pegumpulan data, analisis data, dan hasil bisa didapat. Penekanan Bapak Dr .Moh Fatkhul, ingat fokusnya bagi yang memasuki penelitian keperawatan, baik dasar, komunitas, maternitas, keperawatan anak, jiwa, manajemen kepribadian yang lingkungannya ada di penelitian keperawatan sudah pasti faktor resiko, terapi respon, manajemen dan dampak pada kejadian. Tahapannya juga lanjut hingga 4 penguatan variabel hingga penelitian bisa terwujud.
Materi seminar ini memang membangkitkan optimisme peserta terbukti diskusi penanya muncul beberapa dan mudah dipahami setelah dimantapkan lagi oleh masing – masing pemakalah. Ucapan terimakasih kepada para pemakalah dari panitia dan para unsur pimpinan di STIKes Buleleng, dengan suasana penuh kenyamanan, Ibu cantik medarator memberikan evaluasi cerdas dan meramu hiasan katanya bahwa peneliti indah dan sangat muda bila merasa terpanggil serta sebuah kewajiban dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tingginya, mulailah dari detik ini, sang waktu dan aura sudah pasti menuntunnya. Lanjut pemberian pemberian cindramata, foto bersama. STIKes Buleleng Luar Biasa, Syalam Sundaram.