
Tugas Editor sudah pasti di awali dari menyeleksi naskah yang layak diterbitkan atau tidak. Lumayan dalam memakan waktu termasuk percaya diri dan punya keberanian untuk menghasilkan sebuah karya. Proses seleksinya pun biasanya memiliki tahapan – tahapan, hingga akhirnya naskah tersebut dinilai layak diterbitkan.
Figur yang satu ini memiliki karakter cerdas dan berani untuk melahirkan sebuah karya ilmiah dalam kemasan buku yang telah sukses terbit yang berjudul “TATALAKSANA DIABETES MELITUS BERBASIS EVIDENCE-BASED PRACTICE.” . Manfaat menjadi seorang editor sudah pasti bangga namun harus betul – betul valid dalam menyeleksi naskah yang masuk, membuat konsep naskah, menghubungi penulis, menyunting naskah, mengecek naskah setelah dilayout, menulis Back Cover/Blurb, pengantar penerbit dan juga selera pasar. Beliau yang sudah tidak asing lagi yaitu Ibu Ns.Made Martini,S.Kep.M.Kep, tergolong dosen senior dan dipercaya oleh pimpinan lembaga menggarap bidang kurikulum. Selain merupakan tuntutan undang-undang tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menuntaskan tugas mengajarnya, figur ini banyak memiliki terobosan termasuk sebagai tim pengajar dalam kegawatdaruratan 118 Jakarta, lewat kegiatan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support).
Buku ini dengan rasa syukur sudah terbit dan siap teredarkan untuk menjadi tamu bagi para pembaca, dengan narasi hukum penerbit sesuai dengan undang-undang yang berlaku dibubuhkan dalam lembar depan buku yang berjudul “TATALAKSANA DIABETES MELITUS BERBASIS EVIDENCE-BASED PRACTICEPRACTICE”. Kebahagian bagi ibu manis ini terbaca jelas dengan hasil karyanya sangat bermanfaat bagi para mahasiswa S1 Keperawatan khususnya dan para pengajar termasuk pemerhati kesehatan. Point dan koint sudah pasti dari curah pikir, curah kata, serta curah gerak langkah sebagai pendidik yang berkualitas. Adapun penyusun/penulis buku yang menjadi karyanya adalah :
1. KONSEP DIABETES MELITUS
I Dewa Putu Gede Putra Yasa, S.Kp., M.Kep., Sp.MB.
2. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIABETES MELITUS
Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep.
3. EPIDEMIOLOGI DIABETES MELITUS
Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si.
4. KOMPLIKASI DIABETES MELITUS
Ns. I Wayan Sukawana, S.Kep., M.Pd.
5. TATA LAKSANA DIABETES PADA IBU HAMIL
Devi Kurniasari, SST., M.Kes.
6 TATALAKSANA DIABETES MELITUS PADA PEDIATRI
Ns. Ni Luh Kompyang Sulisnadewi, M.Kep., Sp.Kep. An.
7 TATALAKSANA DM PADA KASUS GERIATRI
Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep.
8 TATALAKSANA DIABETES MELITUS PADA KASUS KEGAWATDARURATAN
Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M.Kep.
9 PSIKOEDUKASI DAN TERAPI HEALING PADA KASUS DIABETES MELITUS
Ns. I Putu Ditya Prayanto, S.Kep.
10 TELEHEALTH PADA TATALAKSANA DIABETES MELITUS
Ns. Gede Ivan Kresnayana, S.Kep., M.Kes.
11 TERAPI KOMPLEMENTER PADA KASUS DIABETES MELITUS
Ns. I Made Sukarja, S.Kep., M.Kep.
12 FARMAKOLOGI DIABETES MELITUS
apt. lyan Hardiana, S.Farm., M.Farm.
13 KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS
apt. Ivans Panduwiguna, S.Si., M.Farm.
14 KONSEP DAN APLIKASI PERAWATAN LUKA KAKI DIABETIK
Ners I Made Sukma Wijaya, M.Kep., WOC(ET)N.
15 EVIDENCE-BASED PRACTICE DALAM KEPERAWATAN DIABETES MELITUS
Ners. Sugiharto, MAN., Ph.D.
Ada hal yang menarik, tentu saja baik penulis, editor, dan penerbit ingin buku yang mereka terbitkan dapat bermanfaat dan disukai oleh pembaca. Benar adanya apa yang dituangkan oleh tokoh dunia Thomas Jeffresson, bahwa “Kebahagiaan terbesar kita tidak tergantung pada situasi hidup dimana kita berada, tapi selalu dari hasil dan kesadaran yang baik, kesehatan yang baik, pekerjaan, dan kebebasan dari semua tujuan. Perilaku kita yang menentukan siapa diri kita dan kejujuran adalah chapter awal dari buku kebijaksanaan serta jangan pernah menunda sampai besok dari apa yang dapat dilakukan hari ini. Jadi, tidak bisa asal mengolah narasi dan menerbitkan buku, hal ini sudah dijadikan pemikiran dan cermin sebelum mengkemas sebuah karya.
Ketua STIKes Buleleng menyambut baik, dengan ucapan selamat dan sukses, dipastikan figur-figur editor lain akan hadir, seiring tuntutan kualitas SDM pendidik dalam kehidupan Merdeka Belajar di Kampus Merdeka, beriringan dengan kembalinya ke lembaga tercinta STIKes Buleleng secara bertahap para pendidik yang menempuh strata 3 menuju pada jaya dan luar biasa STIKes Buleleng menjawab harapan masyarakat tentang kualitas pelayanan kesehatan dari lulusan STIKes Buleleng. Salam Sundharam.