
Sebagai tugas yang diemban tentang MOU dan kordinasi yang mengarah tentang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, selalu dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dengan data yang valid setelah menghubungi pimpinan lembaga untuk mendapatkan informasi yang akurat. Gerak langkahnya tetap dilaksanakan dengan “amanah” karena menginput data dan informasi dengan narasumber dan yang bersangkutan bukan pekerjaan remeh dan mudah, apa lagi tentang HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng.
Seorang figur dosen yang membidangi hal tersebut sudah pasti harus mematrikan/menjabarkan kertas kerja dan programnya seizin Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep.,M.Si di lembaga Kosala Singaraja. Dalam komunikasi melalui daring dibantu oleh mahasiwa dari UKM Jurnal yang sudah mengatakan siap dengan waktu, tempat, jadwal, dan situasi yang ada.
Penyakit “ Human Immunodeficiency Virus” dan “Acquired Immune Deficiency Syndrom” (HIV/AIDS) merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian lebih. Hari Kamis, 9 Juni 2022 pukul 10 : 00 WITA, Salah satu dosen STIKes Buleleng Ns. Ni Kadek Diah Purnamayanti, S.Kep.,M.Kep beserta dua orang mahasiswa STIKes Buleleng diantaranya Ni Putu Bella Mahadewi selaku Duta Genre Favorit Putri Kabupaten Buleleng Tahun 2021 sekaligus anggota dari UKM PIK-M STIKes Buleleng serta rekan anggotanya Kadek Ernita melakukan wawancara dengan salah satu anggota KDS Kosala di Buleleng yaitu Bapak Mohammad Hanan, S.P yang menjabat sebagai sekretaris KDS Buleleng. Beliau menjabat sejak tahun 2009 sampai sekarang.
Wawancara ini berlangsung secara online melalui zoom meeting, dengan tujuan menggali data terkait jumlah pengidap penyakit HIV/AIDS di Buleleng yang nantinya dari data yang diperoleh ini akan dibuatkan video untuk dikirim ke Universitas Windheseim Belanda yaitu mitra kerjasama STIKes Buleleng. Hal ini dilakukan untuk mempermudah perencanaan, sehingga pihak mitra meminta gambaran tentang situasi HIV/AIDS di Buleleng.
Terkait perkembangan HIV AIDS di Buleleng sudah mencapai angka 1.175. Hal-hal yang menjadi masalah pada ODHA adalah kendala untuk mendapatkan obat yang pertama karena sosial yaitu dibully oleh masyarakat karena merasa dirinya dibully dan takut untuk mengambil obat, maka dari itu pentingnya peran dari anggota Kosala untuk membantu ODHA mengambil obat, kemudian masalah kedua yaitu kemiskinan, angka kemiskinan menurun akibatnya ODHA tidak bisa melakukan aktivitas serta banyak yang di PHK karena Covid-19 ini banyak perusahaan yang ditutup.
Dari hasil wawancara cara mengatasi dari masalah tersebut Tim Kosala membentuk pemimpin dalam setiap Kecamatan sehingga setiap Kecamatan itu bisa mengkoordinir dan mengatur ODHA tersebut. Selain itu, Kosala juga melakukan aktivitas dimana mereka langsung terjun ke rumah ODHA tersebut untuk memberikan sosialisasi.
Sebuah karya dalam bentuk perencanaan yang dikerjakan dengan iklas, cerdas dan sadar sudah pasti akan menghasilkan hasil yang berkualitas termasuk bimbingan dari Hyang Maha Kuasa, dengan rasa syukur di tengah kesibukan yang masih dalam kegiatan manis galungan tidak pernah jadi hambatan bagi Ibu Diah. Semangatnya membara dan bahagia bila kelar tepat/sebelum waktunya guna melengkapi narasi dan vidio agar lebih cepat mampu terkirim ke Negeri Belanda sesuai dengan MOU yang telah direncanakan dan ditanda tangani bersama. STIKes Buleleng selalu terdepan, unggul setiap gerak dan langkah, penuh optimisme dengan SDM yang ada, siap dan sudah terwujud kualitas lembaga dan kualitas lulusannya. Masyarakat sangat puas baik itu pengguna lulusan/stakeholder ekstern, terhadap kualitas kerja dan pelayanan yang empati. STIKes Buleleng Jaya & Luar Biasa. Salam Sundaram.