
Ketua STIKes Buleleng, Bapak Dr.Ns. I Made Sundayana, S.Kep.,M.Si, memuji kerja cerdas, kualitas ketua PKL (Praktik Kerja Lapangan) komunitas DIII Kebidanan di bawah nahkoda, Ibu Putu Sukma Megaputri,SST.,M.Kes., yang saat penutupannya didampingi oleh tim pembimbing/rektorat, diantaranya : Lina Anggaraeni Dwijayanti SST.,M.Kes dan Ni Made Karlina Sumiari Tangkas,SST.,M.H.
Terbukti sejak diawali dan dibuka pada tanggal 24 Januari 2022 oleh Camat Kubutambahan. Kerja tim mahasiswa yang berjumlah 13 orang betul – betul memahami program, mereka yang langsung terjun kemasyarakat setelah para tokoh masyarakat memahami arti penting prilaku hidup bersih dan sehat dari para mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Buleleng lewat survey mawas diri.
Kepala Desa Mengening bersama Sekretraris Desa, BPD, dua dusun (dusun sangker dan tegal) serta cerdas bidan desa membuat kordinator mahasiswa Ketut Sri Dewi Martayanti lincah menggerakkan timnya yang mengacu pada program yang telah dipetakan seperti PTD, Survey Mawas Diri, MMD, kelahiran VOA dan tindak lanjut dari masing – masing individu lewat penyuluhan yang nantinya dikordinir oleh masing – masing kadus.
Hingga pada hari Jumat, 4 Februari 2022, masyarakat dan para tokoh desa, PKK, muda – mudi didampingi ibu sekdes, BPD, para Kadus sepakat mengadakan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa), menghormati, menyetujui dan menindaklanjuti lewat PHBS nantinya hasil survey yang betul – betul valid dan cerdas dikupas habis oleh mahasiswa Luh Putu Eka Julianti setelah Sang Ayu membuka yang diawali ceremony, merangkap prawara dan MC, sehingga suasana masyarakat hidup saling memahami arti hidup bersih bagi ibu – ibu termasuk remaja.
Dalam pembahasan terkait survei mawas diri, yang mana hasil survei tersebut mencapai 264 KK yang menyasar masyarakat Desa Mengening. Survei tersebut sudah dilakukan selama kegiataan PKL berlangsung. Adapun survei yang dilakukan, terdiri dari: Pemanfaatan pelayanan kesehatan keluarga, Penanganan sampah, Penggunaan mata air yang terlingdungi oleh Desa Mengening, Jamban kesehatan desa, Kebiasaan mencuci tangan, Kebiasaan merokok (dalam hal ini kebiasaan merokok di dalam ruangan tidak baik), Pencegahan Covid-19 di Desa Mengening sudah berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan. Data Ibu Hamil, Data Imunisasi (semua bayi dan balita di Desa Mengening sudah lengkap imunisasi) disajikan dalam bentuk diagram, selain itu juga dilakukan Immunisasi tambahan. Kegiatan dilanjutkan pendataan Ibu Nifas dan KB , melakukan survei kepada remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini, serta survei terhadap lansia.
Selain melakukan kegiatan survei tersebut, Komunitas DIII Kebidanan semester 5 juga meminta pendapat dan masukan kepada Ibu Sekretaris Desa, Bapak Kepala Dusun serta warga Desa Mengening pada MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) sehingga pada MMD tersebut mengangkat adanya masalah sampah plastik dan masalah remaja sekaligus melakukan diskusi sesama warga dan mahasiswa dari DIII Kebidanan semester 5 STIKes Buleleng. Hasil dari diskusi yang telah dilakukan pun mendapatkan solusi/pemecahan dari masing-masing masalah. Dari masalah sampah plastik mendapat solusi bagaimana kita memanfaatkan sampah tersebut untuk kerajinan yang dapat digunakan oleh ibu-ibu di Desa Mengening, kemudian mensosialisasikan penanganan sampah plastik (dengan membawa kantong dari rumah jika belanja ) dan juga bisa digunakan untuk pupuk terhadap sampah organik. Dari masalah remaja pun menghasilkan solusi dengan mengadakan kegiatan terkait penyuluhan dari puskesmas, yaitu tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Setelah dibahas dalam kelompok, menghasilkan VOA (Vlening Of Action), lanjut ditanda tangani dan disahkan.
Pada akhir kegiatan, sudah merupakan hukum atau kodrat sebuah pertemuan mesti muncul perpisahan para mahasiswa nampak sedih, kerinduan sepertinya belum berakhir, kedewasaan betul – betul mulai nampak saat mereka mulai terjun di PKL, dituntut mandiri, tidak cengeng dan harus bisa ternyata berbuah manis. Semua mahasiswa merasakan hal yang sama dan memuji keramahan warga desa Mengening, kepala desa serta seperangkatnya juga luar biasa cerdas dan empati.
Kordinator Sri Dewi berucap terimakasih kepada Ketua STIKes Buleleng, Ketua PKL, Para dosen tanpa terkecuali yang telah mendewasakan dirinya serta timnya. Disinilah di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan mereka menemukan arti jati diri dan percaya diri, lanjut dengan rasa bangga tanpa disadari PKL dan programnya berhasil sukses. Ketua STIkes Buleleng merasa lebih yakin dengan lembaga kita kedepan untuk hasil tri dharma perguruan tinggi termasuk PKL seperti ini.