MAHASISWA STIKES BULELENG BERGERAK DI TENGAH PANDEMI IKUTI KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKNT) COVID-19

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) berkomitmen untuk mendukung Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), khususnya dalam hal penjaringan relawan mahasiswa melalui program Relawan Covid-19 Nasional (RECON) yang telah melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Covid-19 dan gerakan edukasi perubahan perilaku kepada masyarakat.

          Dalam rangka mendukung program BNPB untuk pemulihan Provinsi Bali dari dampak Covid-19 dan persiapan sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022, Ditjen Dikti mengharapkan kontribusi dari perguruan tinggi di Provinsi Bali untuk ikut serta dalam program KKNT penanganan Covid-19.

          Percepatan Program Bali Kembali Bali Bangkit, pemerintah melakukan program KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik). Kegiatan berlangsung selama minimal 2 bulan (8 minggu) atau menyesuaikan kebijakan setiap Perguruan Tinggi yang akan terlibat. Tahap kegiatan pelaksanaan awal di lapangan dimulai sejak 19 Juli s/d  31 Agustus 2021. Tujuan Kegiatan ini tentunya dapat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi dan peran mahasiswa sebagai agent of change untuk masyarakat, mampu mengasah softskill kemitraan dan leadership mahasiswa, mampu menumbuhkan jiwa relawan dan kemampuan kolaborasi (interprofesi maupun intraprofesi), serta dapat memacu kontribusi konkrit mahasiswa dalam penanganan COVID-19.

          Program KKNT selaras dengan Tridharma perguruan tinggi dan bentuk konkrit kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Melalui program ini Lembaga Perguruan Tinggi STIKes Buleleng ikut serta membantu mempercepat program tersebut dengan mengikuti salah satu kegiatan di Bidang Penanganan program Kampus Lacak Covid-19 dengan jenis kegiatan pilihan terkait Contact Tracer Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

          Dengan jenis kegiatan yang dipilih lembaga STIKes Buleleng untuk mahasiswa terjun langsung ke lapangan menjadi relawan dalam melakukan kegiatan Contact Tracer atau penelusuran kontak Covid-19 di Kabupaten Buleleng, menjadi seorang relawan merupakan hal yang sangat mulia, tentunya sebagai relawan pada jenis kegiatan program ini diharapkan mahasiswa agar selalu menjaga kondisi imunnya tetap stabil. Suatu hal yang dapat berdampak beresiko di tengah kian meningkatnya kasus angka positif Covid-19, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang sepatutnya agar sekiranya dapat melindungi diri dari ancaman virus yang tidak terlihat ini.

          Mahasiswa yang ikut serta sejumlah 86 orang mahasiswa, dibagi menjadi 11 tim di Puskesmas wilayah Kabupaten Buleleng diantaranya di Kecamatan Sukasada sejumlah 10 orang yang dibagi untuk bertugas di Puskesmas Sukasada 1 dan 2,  di Kecamatan Buleleng 31 orang dibagi untuk bertugas di Puskesmas Buleleng 1, 2, dan 3, di Kecamatan Banjar 14 orang dibagi untuk bertugas di Puskesmas Banjar 1 dan 2, di Kecamatan Kubutambahan 11 orang dibagi untuk bertugas di Puskesmas Kubutambahan 1 dan 2, dan di Kecamatan Sawan 20 orang dibagi untuk bertugas di Puskesmas Sawan 1 dan 2.

            Rasa Kebahagiaan bagi Ketua STIKes Buleleng, Dr.Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si. karena beberapa kegiatan yang menyangkut  Tri Dharma Perguruan Tinggi, apalagi mulai pandemi, lembaga beserta mahasiswa selalu hadir di garda terdepan. Termasuk sigap bencana yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Disinilah pentingnya pelatihan MENWA diselenggarakan di lembaga STIKes Buleleng, termasuk pramuka sehingga mahasiswa sepertinya tidak begitu kelihatan panik diterjunkan dalam kegiatan. Beliau selalu berpesan kepada mahasiswa yang terlibat dikegiatan ini, lewat koordinator Pembina BEM dan organisasi termasuk pembina dari dosen lainnya di bawah kemudi Puket 3. Selalu menjadi contoh di lapangan, bentangkan koordinasi, komunikasi dan siap belajar dengan ketat prokes, apalagi SMA Bali Mandara telah dimanfaatkan juga dalam menampung sekaligus merawat intensif pasien COVID-19 setelah penuh di Kampus Undiksa Jinengdalem.

             Dengan terlaksananya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini pastinya dapat memberikan pengalaman kontekstual di lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru khususnya untuk pemulihan kondisi Provinsi Bali yang berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top