STIKES BULELENG SIAP MENJADI KAMPUS SEHAT 2026

Dalam rangka mewujudkan visi menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berwawasan kesehatan holistik, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng secara resmi mendeklarasikan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Kampus Sehat 2026, sebuah gerakan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan lingkungan kampus yang bersih dan asri, tetapi juga mencakup kesehatan mental, sosial, serta budaya hidup sehat bagi seluruh civitas akademika yang diharapkan mampu menjadi role model bagi masyarakat luas di Kabupaten Buleleng.

Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari program Kampus Sehat yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menetapkan tujuh area perilaku hidup sehat utama yang harus diimplementasikan di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari pola makan bergizi seimbang, kewajiban berolahraga secara rutin, kawasan tanpa rokok, hingga pembentukan satuan tugas penanganan kekerasan seksual dan perundungan yang semuanya dirancang untuk menciptakan ekosistem kampus yang produktif, inovatif, dan berprestasi.

Ketua STIKes Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., SE., MSi., M.Kes., menegaskan bahwa komitmen menjadi Kampus Sehat 2026 bukanlah sekadar pencapaian seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk menginternalisasi nilai-nilai kesehatan dalam setiap aspek kehidupan kampus, mengingat investasi kesehatan terbaik tidak terletak pada pengobatan kuratif, melainkan pada upaya preventif yang dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten dalam keseharian.

“Kami ingin menjadikan STIKes Buleleng sebagai percontohan bagi kampus-kampus lain di Bali dan Indonesia, di mana kesehatan bukan hanya menjadi domain kajian akademik, tetapi benar-benar terwujud dalam perilaku nyata, mulai dari kebiasaan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” ujar Dr. I Made Sundayana dengan penuh optimisme.

Langkah nyata yang telah diambil STIKes Buleleng dalam mewujudkan Kampus Sehat 2026 antara lain dengan meresmikan vertical garden di area depan Kampus 1 di Desa Bungkulan sebagai bagian dari program kampus hijau yang tidak hanya mempercantik pemandangan dengan tanaman bunga tabebuya yang indah, tetapi juga berfungsi meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana belajar yang homie dan nyaman bagi seluruh mahasiswa dan dosen.

Selain itu, kampus yang dikenal memiliki kurikulum aplikatif dan tenaga pengajar berpengalaman ini secara rutin menggelar program Jumat dan Selasa Sehat yang melibatkan seluruh civitas akademika dalam kegiatan olahraga bersama seperti zumba dan yoga asana, yang dipandu langsung oleh Ketua STIKes Buleleng, sebagai upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus melepas penat dari rutinitas akademik yang padat, karena tubuh yang bugar akan menghasilkan energi positif yang melahirkan pikiran jernih dan sikap optimis dalam menghadapi setiap tantangan.

Inovasi di bidang pangan sehat juga menjadi perhatian serius, terbukti dari keberhasilan tim peneliti STIKes Buleleng mengolah daun kelor yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral menjadi produk mie instan sehat yang diperkenalkan dalam ajang Pameran Kreativitas Pendidikan di Kabupaten Badung, di mana produk ini secara khusus diberikan kepada kelompok lansia dan anak-anak untuk membantu pemenuhan gizi sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan sehat berbasis kearifan lokal.

STIKes Buleleng juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan mental dan perlindungan anak dengan memperkuat sistem rujukan kasus perundungan melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi Anti Perundungan) yang dikembangkan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, sebuah sistem berbasis pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, media, dan masyarakat untuk memastikan setiap kasus perundungan dapat ditangani secara cepat, tepat, terukur, dan ramah anak.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan penerapan tujuh area perilaku hidup sehat yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, STIKes Buleleng berkomitmen untuk terus melakukan asesmen mandiri dan peningkatan berkelanjutan menuju predikat Kampus Sehat dengan penilaian bintang yang optimal, sekaligus mengajak seluruh perguruan tinggi di Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali untuk bersama-sama menggerakkan budaya hidup sehat sebagai fondasi utama mencetak generasi emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter sehat lahir batin di masa mendatang.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top