
Dalam upaya menjangkau calon mahasiswa potensial dari wilayah selatan Bali serta memperkenalkan program studi unggulan di bidang kesehatan, STIKES Buleleng dengan bangga mengumumkan keikutsertaan mereka dalam ajang Badung Education Fair Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Mangupura, pada tanggal 9 hingga 11 Juni 2026.
Pameran pendidikan bergengsi ini diikuti oleh puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Bali, namun kehadiran STIKES Buleleng dari ujung utara Pulau Bali berhasil menyedot perhatian pengunjung berkat pendekatan interaktif yang mereka tawarkan di stan bernuansa tradisional modern.
Tim humas yang terdiri atas delapan orang dosen dan mahasiswa terbaik kampus ini dengan sabar menjelaskan berbagai informasi akademik, mulai dari jalur pendaftaran, beasiswa, hingga peluang kerja lulusan yang mencapai 92 persen dalam enam bulan pertama setelah wisuda.

Selain itu, STIKES Buleleng juga membawa inovasi berupa simulasi sederhana pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan gratis bagi para pengunjung, sebuah strategi cerdas untuk menunjukkan kompetensi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi.
Wakil Ketua Bidang Humas, Dr. Ns. I Wayan Antariksawan, S.Kep., MAN., DNM., yang hadir langsung di lokasi, menyatakan bahwa pameran ini menjadi momen emas untuk menghilangkan stigma bahwa kampus di daerah utara Bali sulit diakses oleh siswa dari Badung, Denpasar, dan sekitarnya.
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan STIKES Buleleng, Putu Windi Ridayanti, S.Pd., MSi., mengungkapkan bahwa tidak mengalami kendala saat persiapan untuk mengikuti Badung Education Fair karena sudah melakukan pameran diberapa kegiatan sebelumnya. Windi menyampaikan bahwa, keiskutsertaan STIKES Buleleng dapat menarik untuk siswa/siswi SMA/SMK di seluruh wilayah Badung.

Menurut beliau, banyak siswa dan orang tua yang belum mengetahui secara detail tentang program S1 Keperawatan, Profesi Ners, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, S1 Farmasi, dan Profesi Apoteker yang ditawarkan oleh STIKES Buleleng dengan biaya kuliah yang relatif lebih terjangkau dibanding kampus di kota besar.
Oleh karena itu, panitia mencetak ribuan brosur, buku saku kampus, dan bahkan menyiapkan konten video pendek yang menampilkan testimoni alumni yang kini bekerja di rumah sakit ternama di Bali dan luar negeri, seperti di Eropa dan Jepang. “Kami tidak hanya datang untuk menarik pendaftar, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan kesehatan berkualitas tidak harus di Jawa atau luar negeri karena di Buleleng sudah tersedia dengan standar nasional,” tegas Putu Windi saat ditemui di sela-sela acara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa STIKES Buleleng telah menjalin kerja sama dengan puluhan rumah sakit di seluruh Bali sebagai tempat praktik lapangan, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan pengalaman klinis yang memadai selama menempuh studi.
Tidak hanya itu, pihak panitia juga mengadakan kuis berhadiah merchandise menarik seperti jaket kampus, topi, dan alat tulis bagi pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan seputar visi misi serta keunggulan STIKES Buleleng.

Seorang siswi dari SMAN 1 Kuta, Ni Kadek Ayu Trisna Dewi, mengaku sangat tertarik untuk mendaftar setelah mengetahui bahwa STIKES Buleleng memiliki laboratorium keperawatan yang dilengkapi dengan alat peraga berteknologi tinggi setara standar rumah sakit tipe A dan B.
“Selama ini saya pikir kampus kesehatan terbaik hanya ada di Badung, tapi setelah melihat presentasi tim STIKES Buleleng, saya sadar bahwa di utara juga ada kampus dengan kualitas tidak kalah bersaing, bahkan terakreditasi UNGGUL” ungkap Ayu dengan mata berbinar penuh semangat.
Selain fokus pada promosi akademik, STIKES Buleleng juga memanfaatkan momen Badung Education Fair Tahun 2026 untuk menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Badung dengan Program Beasiswa Nak Badung yang diluncurkan bersamaan dengan perhelatan Badung Education Fair.

Kerja sama tersebut mencakup program beasiswa khusus untuk siswa berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi, serta alih kredit mata kuliah bagi lulusan D-III keperawatan yang ingin melanjutkan ke jenjang S-1 di STIKES Buleleng.
Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. mengatakan bahwa partisipasi STIKES Buleleng membuktikan bahwa pameran pendidikan tidak hanya tentang persaingan memperebutkan siswa, tetapi juga tentang kolaborasi lintas wilayah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya sangat terkesan karena mereka tidak hanya datang untuk pamer, tetapi benar-benar mendengarkan aspirasi siswa dan orang tua, lalu memberikan solusi nyata seperti program kuliah sambil bekerja di malam hari,” pungkas Dr. Sundayana di hadapan para pengunjung.
Ke depan, STIKES Buleleng berencana untuk tidak hanya mengikuti pameran di Badung, tetapi juga di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Makassar, dan Jayapura demi memperluas jangkauan promosi. “Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia tahu bahwa STIKES Buleleng adalah pilihan cerdas untuk studi kesehatan yang berkualitas dengan biaya bersahabat dan lulusan yang siap bersaing di tingkat global,” tutup Dr. Sundayana penuh optimisme.
Dengan keberhasilan ini, STIKES Buleleng semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan terdepan Bali, Indonesia yang tidak pernah absen berinovasi dalam menjemput masa depan.
KUI_humas