3 DOSEN STIKES BULELENG UKIR PRESTASI NASIONAL, RAIH BANTUNAN PUBLIKASI PADA JURNAL BEREPUTASI TINGGI TAHUN 2025 DARI KEMENDIKTISAINTEK

Dalam sebuah pencapaian monumental yang mengukuhkan posisi strategis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng di peta penelitian dan inovasi kesehatan nasional. Tiga dosen berprestasi dari Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih bantuan pendanaan publikasi pada jurnal bereputasi tinggi tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program ini sebuah program selektif dan bergengsi yang dirancang khusus untuk mendorong produktivitas dan kualitas karya ilmiah para akademisi Indonesia di kancah percaturan ilmu pengetahuan global. Ketiga dosen pembawa kehormatan tersebut, yang telah melalui proses kurasi dan seleksi nasional yang sangat ketat serta kompetitif dengan ribuan proposal dari perguruan tinggi terbaik se-Indonesia, adalah Bdn. Ni Made Karlina Sumiari Tangkas, SST., MH, Bdn. Putu Dian Prima Kusuma Dewi, SST., M.Kes., dan Bdn. Putu Sukma Megaputri, SST.,M.Kes.

Raihan bantuan publikasi yang bernilai signifikan ini bukan sekadar prestasi individual, melainkan merupakan cerminan nyata dari transformasi budaya penelitian yang sedang digalakkan secara masif oleh pimpinan STIKES Buleleng, yang telah memprioritaskan riset terapan sebagai salah satu pilar utama pengembangan institusi, dengan dukungan penuh berupa fasilitas laboratorium biomolekuler mutakhir, akses ke database jurnal internasional berlangganan, pelatihan metodologi penelitian berkelanjutan, serta pendampingan intensif oleh para profesor tamu dari universitas-universitas mitra di luar negeri.

Program bantuan publikasi dari Kemendiktisaintek ini sendiri merupakan instrumen kebijakan yang sangat krusial, dirancang dengan tujuan strategis untuk meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di jurnal-jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 hingga Q3 atau setara, sekaligus mendorong praktik penelitian yang berintegritas, berdampak luas bagi masyarakat, dan mampu menjawab tantangan kesehatan kontemporer, di mana setiap proposal yang diajukan harus melewati tahap penilaian substansi ilmiah, kebaruan penelitian, metodologi, potensi sitasi, serta kesesuaiannya dengan roadmap penelitian kesehatan nasional oleh panel reviewer yang terdiri dari para pakar di bidangnya masing-masing.

Keberhasilan ketiga dosen ini dalam meraih pendanaan tersebut dengan demikian mengisyaratkan bahwa kualitas penelitian yang dihasilkan oleh STIKES Buleleng telah memenuhi standar kelayakan dan kompetisi tingkat nasional, bahkan berpotensi untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di tataran global, khususnya dalam bidang keperawatan holistik, farmakologi molekuler, dan farmasi klinik berbasis teknologi digital yang menjadi fokus dari masing-masing penelitian unggulan tersebut.

Dampak jangka pendek dari raihan bergengsi ini adalah adanya jaminan pendanaan untuk seluruh proses publikasi, mulai dari penyempurnaan manuskrip, proses submit, hingga pembayaran Article Processing Charge (APC) di jurnal target yang telah ditetapkan, serta pendampingan teknis dari tim pusat yang akan memastikan karya tersebut memenuhi etika publikasi dan standar penulisan ilmiah internasional, sehingga meminimalisir risiko penolakan dan mempercepat proses penerimaan artikel untuk dipublikasikan dalam waktu yang telah direncanakan.

Sementara itu, dampak jangka panjangnya diproyeksikan akan jauh lebih transformative, karena publikasi di jurnal bereputasi tinggi akan meningkatkan visibility dan reputasi akademik baik bagi ketiga dosen tersebut sebagai peneliti maupun bagi STIKES Buleleng sebagai institusi penyangga, menarik minat peneliti lain untuk berkolaborasi, membuka peluang kerjasama penelitian internasional dengan funding yang lebih besar, meningkatkan nilai akreditasi program studi, serta pada akhirnya akan menarik mahasiswa-mahasiswi terbaik yang ingin belajar di bawah bimbingan dosen-dosen yang kompeten dan memiliki rekam jejak penelitian yang diakui secara global.

Lebih dari itu, temuan-temuan dari ketiga penelitian ini diharapkan dapat menjadi evidence-based practice baru yang langsung dapat diadopsi oleh komunitas klinisi, seperti modul terapi keperawatan digital untuk pasien hipertensi di daerah terpencil, kandidat senyawa herbal baru untuk terapi adjuvan diabetes, dan model sistem pendukung keputusan klinis yang dapat mengurangi beban tenaga kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien, sehingga secara nyata menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia praktik layanan kesehatan di masyarakat.

Pencapaian gemilang ini tentu tidak lepas dari ekosistem penelitian yang telah dibangun dengan kokoh oleh pimpinan STIKES Buleleng selama beberapa tahun terakhir serta integrasi aktivitas penelitian dengan program pengabdian kepada masyarakat, sehingga setiap riset yang dilakukan selalu bersifat aplikatif dan menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

Menyikapi kabar gembira ini, Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. menyampaikan ucapan syukur dan kebanggaan yang mendalam, serta menegaskan bahwa prestasi ini adalah bukti komitmen institusi dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di pilar penelitian, dan akan menjadi pemantik semangat bagi puluhan dosen muda lainnya untuk lebih giat lagi mengejar publikasi bereputasi, dengan janji dukungan penuh dari lembaga berupa fasilitasi waktu, sumber daya, dan insentif yang kompetitif bagi para peneliti yang berprestasi.

Institusi juga telah menyiapkan roadmap tindak lanjut yang konkret, seperti mengadakan workshop penulisan dan submission ke jurnal bereputasi secara berkala dengan menghadirkan narasumber yang merupakan editor dari jurnal internasional, membentuk kelompok studi penelitian berdasarkan bidang keahlian untuk mendiskusikan dan mereview draft penelitian secara peer-to-peer, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas kerjasama dengan industri kesehatan dan rumah sakit mitra untuk mendapatkan data penelitian yang lebih komprehensif dan relevan.

Dalam konteks yang lebih luas, keberhasalan tiga dosen STIKES Buleleng ini juga merupakan angin segar bagi pengembangan pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia, karena menunjukkan bahwa institusi pendidikan yang fokus pada aplikasi ilmu juga mampu menghasilkan penelitian dasar dan terapan yang berkualitas tinggi, sehingga dapat mendobrak stigma bahwa pendidikan kesehatan hanya berkutat pada aspek keterampilan praktis semata tanpa kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan melalui kanal publikasi ilmiah bertaraf internasional.

Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk terus mendorong percepatan budaya meneliti dan mempublikasi di kalangan dosen, meningkatkan kualitas pembelajaran yang berbasis bukti dan hasil riset mutakhir, serta memperkuat positioning STIKES Buleleng tidak hanya sebagai pencetak tenaga kesehatan profesional yang siap kerja, tetapi juga sebagai penghasil inovasi dan pengetahuan baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan kesehatan bangsa.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top