KOLABORASI SPEKTAKULER MAHASISWA S1 FARMASI, PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER, HMF, DOSEN, DAN ALUMNI STIKES BULELENG MEMPERINGATI WORLD PHARMACIST DAY DI CFD KOTA SINGARAJA DENGAN RAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN INTERAKTIF

Dalam sebuah gelaran akbar yang penuh dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi terhadap profesi, seluruh elemen keluarga besar Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng yang terdiri dari mahasiswa S1 Farmasi, mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker (PPA), pengurus Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF), segenap dosen pembimbing, serta para alumni yang telah sukses berkiprah di dunia kerja, berhasil menyemarakkan peringatan World Pharmacist Day yang jatuh pada tanggal 25 September 2025 dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan inspiratif dan bermanfaat di area Car Free Day (CFD) di jantung kota Singaraja.

Aksi nyata yang mengusung tema sentral “Think Health, Think Pharmacist” ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan belaka, melainkan merupakan sebuah manifestasi konkret dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika farmasi STIKES Buleleng untuk turun langsung ke masyarakat guna meningkatkan literasi kesehatan serta mempromosikan peran strategis apoteker sebagai ujung tombak pelayanan kefarmasian yang profesional dan dekat dengan komunitas ujar Kaprodi S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker STIKES Buleleng, Dr. apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm.

Suasana pagi yang cerah di CFD Singaraja yang biasanya dipadati oleh masyarakat yang berolahraga dan menikmati hiruk-pikuk suasana akhir pekan, pada hari Minggu itu bertransformasi menjadi sebuah ruang edukasi kesehatan raksasa yang dipenuhi dengan spanduk-spanduk informatif, booth-booth pemeriksaan kesehatan gratis, serta simulasi interaksi antara calon tenaga farmasi dengan masyarakat yang antusias menyimak setiap penjelasan yang diberikan.

Kolaborasi lintas generasi antara mahasiswa yang penuh semangat dan ide-ide segar, dosen yang kaya akan pengalaman dan pengetahuan mendalam, serta alumni yang telah mumpuni dalam praktik lapangan ini menciptakan sebuah sinergi yang sangat powerful dan harmonis, sehingga pesan-pesan kesehatan yang disampaikan dapat diterima oleh masyarakat dengan lebih mudah, menyenangkan, dan tentunya sangat berkesan.

Peringatan World Pharmacist Day 2025 yang dihelat dengan penuh khidmat dan sukacita ini sekaligus menjadi media yang sangat efektif untuk memperkenalkan kepada publik luas tentang eksistensi dan kontribusi nyata Program Studi S1 Farmasi dan terutama program baru Pendidikan Profesi Apoteker STIKES Buleleng, yang telah resmi mendapatkan SK dari Kemendiktisaintek, sebagai institusi pencetak tenaga kefarmasian unggulan di wilayah Bali Utara.

Rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan secara matang selama berminggu-minggu oleh panitia yang terdiri dari perwakilan semua unsur tersebut dibuka dengan sebuah senam sehat massal yang dipandu oleh instruktur profesional dari kalangan dosen, yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, yang dengan penuh semangat mengikuti setiap gerakan demi gerakan di bawah langit Singaraja yang mulai terik.

Setelah sesi senam yang menyehatkan dan menyegarkan jasmani tersebut, acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Ketua Program Studi S1 Farmasi STIKES Buleleng yang dalam sambutannya yang singkat namun penuh makna menekankan pentingnya peran apoteker dalam mengawal keamanan dan efektivitas pengobatan, sekaligus mengapresiasi partisipasi aktif seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan acara bersejarah ini.

Inti dari peringatan World Pharmacist Day kali ini terletak pada operasional beberapa booth atau stand pelayanan yang didesain secara khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan informasi dan pemeriksaan kesehatan dasar masyarakat, yang antara lain meliputi Booth Konsultasi Obat Gratis, Booth Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah Sewaktu, Booth Cek Kolesterol, serta Booth Khusus untuk Edukasi Kesehatan Anak dengan metode permainan yang menarik dan mudah dipahami.

Setiap booth tersebut tidak hanya dikelola oleh mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga diawasi langsung oleh para dosen yang merupakan apoteker berpengalaman dan melibatkan para alumni serta mahasiswa PPA yang bertindak sebagai konsultan farmasi klinis, sehingga setiap data dan informasi yang diberikan kepada masyarakat memiliki tingkat akurasi dan keandalan yang sangat tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa terlihat dari antrean panjang di setiap booth, di mana mereka dengan sabar menunggu giliran untuk melakukan konsultasi ringan mengenai keluhan kesehatan yang dialami, memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis, serta bertanya tentang berbagai hal seputar pola hidup sehat dan penggunaan obat-obatan yang benar, yang semuanya dijawab dengan ramah dan penuh kesabaran oleh para relawan.

Para mahasiswa S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker yang bertugas di booth ini dengan sigap mendemonstrasikan cara membaca dan memahami informasi pada kemasan obat serta brosur yang disertakan, sambil tak lupa mengingatkan tentang bahaya swamedikasi yang tidak tepat dan keharusan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum mengonsumsi suatu obat tertentu.

Sementara itu, di Booth Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah, puluhan masyarakat terutama dari kalangan usia lanjut secara bergantian diperiksa oleh mahasiswa yang telah terlatih, yang kemudian mencatat hasil pengukuran tersebut pada sebuah kartu monitoring yang telah disiapkan, lengkap dengan interpretasi dasar dan rekomendasi tindak lanjut apakah perlu berkonsultasi ke dokter atau cukup dengan modifikasi gaya hidup.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat (pengmas) terstruktur oleh para dosen, yang tidak hanya memantau jalannya acara tetapi juga secara aktif turun langsung melakukan pendampingan dan bahkan menjadi narasumber utama untuk pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam dan kompleks.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendekonstruksi image apoteker yang selama ini dianggap hanya sebagai “tukang jual obat” di belakang counter, para mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker dengan dibackup oleh para alumni yang sudah bekerja di berbagai rumah sakit dan apotek, secara khusus mengadakan sesi role-play atau simulasi konseling obat yang hidup dan realistis di tengah-tengah keramaian CFD.

Dalam simulasi yang menarik perhatian banyak penonton ini, diperagakan bagaimana seorang apoteker yang profesional harus berkomunikasi dengan pasien dari berbagai karakter, mulai dari pasien lansia dengan penyakit degeneratif yang membutuhkan penjelasan berulang, pasien orang tua muda yang memiliki bayi dengan keluhan demam, hingga pasien dengan kondisi kronis yang harus mengonsumsi banyak obat secara simultan.

Melalui simulasi yang apik dan penuh percaya diri ini, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung betapa kompleks dan pentingnya peran seorang apoteker dalam memastikan bahwa setiap obat yang dikonsumsi oleh pasien tidak hanya tepat indikasi dan dosis, tetapi juga tepat cara penggunaannya, aman dari interaksi yang berbahaya, serta terjangkau secara finansial.

Para alumni yang hadir juga berbagi pengalaman nyata mereka dalam menangani kasus-kasus di dunia kerja, memberikan tips dalam memilih produk kesehatan yang terjamin keamanannya, serta memotivasi para mahasiswa yang masih menempuh pendidikan untuk terus bersemangat dalam menguasai ilmu kefarmasian karena peluang karir yang sangat luas dan menjanjikan.

Kehadiran para alumni dalam acara semacam ini juga memperkuat ikatan emosional dan jejaring antara almamater dengan lulusannya, menciptakan sebuah siklus yang positif di mana keberhasilan alumni akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktuil, dan sebaliknya, kontribusi alumni dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini akan mengangkat nama baik institusi.

Di sisi lain, Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) STIKES Buleleng sebagai motor penggerak kegiatan kemahasiswaan, menunjukkan performa yang sangat impresif dalam mengkoordinir seluruh logistik acara, mulai dari persiapan materi edukasi, pengaturan tata letak booth, hingga menghandle kebutuhan para relawan dan peserta selama acara berlangsung.

Mereka juga memelopori kampanye kreatif melalui media sosial dengan hashtag #WorldPharmacistDaySingaraja dan #ApotekerPeduliBuleleng yang berhasil menjaring perhatian ribuaan warganet, serta membuat challenge foto bersama dengan pesan-pesan kesehatan yang kemudian diviralkan untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke dunia digital.

Tidak berhenti di situ, HMF juga menginisiasi sebuah petisi simbolis yang mengajak masyarakat untuk mendukung peran apoteker dalam sistem kesehatan nasional, yang dalam waktu singkat telah berhasil mengumpulkan ratusan tanda tangan dari pengunjung CFD yang hadir, sebagai bentuk dukungan moral terhadap profesi yang mulia ini.

Kolaborasi antara HMF dengan unit kegiatan mahasiswa lainnya seperti tim paduan suara yang menyanyikan yel-yel penyemangat tentang hidup sehat dan tim tari tradisional yang memeriahkan panggung utama acara, menambah warna dan dinamika tersendiri, sehingga suasana CFD kali ini terasa lebih hidup, berbudaya, dan sarat dengan nilai-nilai edukasi.

Semua ini menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi STIKES Buleleng bukanlah generasi yang hanya berkutat dengan buku teks dan laboratorium saja, melainkan juga merupakan agen-agen perubahan sosial yang aktif, kreatif, dan melek teknologi, yang mampu mendesain program-program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kondisi kekinian dan menyentuh langsung kebutuhan riil di lapangan.

Dari sudut pandang pengembangan institusi, keikutsertaan mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker (PPA) dalam acara sebesar ini merupakan sebuah bagian integral dari kurikulum experiental learning mereka, di mana mereka tidak hanya belajar di dalam kelas dan rumah sakit mitra, tetapi juga terjun langsung ke komunitas untuk melatih kemampuan komunikasi terapetik, manajemen pelayanan kefarmasian komunitas, dan pendekatan holistik terhadap pasien.

Pengalaman berharga seperti berhadapan langsung dengan pertanyaan-pertanyaan spontan dari masyarakat, menghadapi kondisi yang tidak terduga, serta bekerja dalam tim yang terdiri dari berbagai level pendidikan, merupakan nilai tambah yang sangat berharga yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran teori di dalam kelas manapun.

Para dosen yang bertindak sebagai supervisor juga dapat melakukan penilaian langsung terhadap kompetensi klinis dan soft skill mahasiswa PPA dalam setting yang sesungguhnya, yang kemudian dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan untuk proses pembelajaran selanjutnya, sehingga terjadi sebuah siklus peningkatan kualitas yang berkesinambungan.

Acara ini juga menjadi ajang promosi yang sangat efektif dan elegan bagi program PPA STIKES Buleleng yang masih baru, di mana masyarakat dan calon mahasiswa potensial dapat melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana seriusnya institusi ini dalam mempersiapkan calon-calon apoteker yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki jiwa pengabdian dan kepedulian yang tinggi.

Banyak masyarakat yang awalnya tidak mengetahui tentang adanya program profesi apoteker di Singaraja, menjadi tertarik dan langsung bertanya tentang mekanisme pendaftaran dan persyaratannya, yang tentunya menjadi peluang emas bagi STIKES Buleleng untuk merekrut mahasiswa-mahasiswa terbaik di angkatan berikutnya.

Secara keseluruhan, peringatan World Pharmacist Day yang diselenggarakan oleh seluruh komponen STIKES Buleleng di CFD Singaraja ini telah berhasil mencapai bahkan melampaui semua target dan ekspektasi yang telah ditetapkan sebelumnya, baik dari segi jumlah partisipan masyarakat, kualitas layanan yang diberikan, maupun dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.

Acara yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 09.00 WITA ini ditutup dengan sebuah refleksi singkat oleh seluruh panitia dan peserta, di mana masing-masing perwakilan menyampaikan kesan dan pesannya, serta menyatakan komitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan inovasi-inovasi baru di masa mendatang.

Peringatan hari farmasis sedunia ini telah membuktikan bahwa farmasi adalah sebuah profesi yang dinamis, humanis, dan memiliki kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang sehat dan cerdas, serta menegaskan posisi STIKES Buleleng sebagai institusi pendidikan kesehatan yang tidak berjarak dengan masyarakat, selalu siap untuk berkolaborasi, dan senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

Melalui kegiatan-kegiatan semacam inilah, diharapkan akan lahir apoteker- apoteker masa depan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk mengabdi, sehingga cita-cita untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efektif untuk semua benar-benar dapat diwujudkan dari tingkat akar rumput paling dasar.

Suksesnya acara ini adalah milik bersama seluruh keluarga besar farmasi STIKES Buleleng, dan menjadi bukti nyata bahwa ketika akademisi, praktisi, dan masyarakat bersinergi, maka tidak ada halangan yang tidak dapat diatasi untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top