
Dalam sebuah peristiwa kolaborasi internasional yang langka dan penuh makna, Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng telah menyelenggarakan acara penutupan Kuliah Kerja Nyata – Interprofesional Collaboration (KKN-IPC) di Desa Pemuteran dengan melibatkan partisipasi istimewa dari delegasi akademik Thailand yang terdiri atas para dosen dan mahasiswa dari Boromarajonani College of Nursing Suphanburi serta Faculty of Nursing, Praboromarajchanok Institute, Ministry of Public Health, Thailand yang turut menyaksikan secara langsung keberhasilan dan dampak nyata dari program pengabdian masyarakat yang telah berlangsung selama 30 hari tersebut sekaligus menjadi simbol dari eratnya hubungan bilateral dalam bidang pendidikan kesehatan antara Indonesia dan Thailand.
Acara penutupan yang diselenggarakan di Balai Desa Pemuteran pada hari Rabu, 27 Agustus 2025 ini bukan hanya sekadar seremoni formalitas belaka, melainkan merupakan puncak dari proses panjang transformasi pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa STIKES Buleleng dari berbagai disiplin ilmu kesehatan yang bekerja sama secara interprofesional untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat desa, dengan pendekatan yang holistik, partisipatif, dan berkelanjutan, serta mengintegrasikan kearifan lokal Bali dengan evidence-based practice.
Kehadiran delegasi Thailand yang terdiri dari 3 orang dosen dan 4 orang mahasiswa ini memberikan dimensi internasional yang sangat berharga bagi acara penutupan, karena mereka tidak hanya hadir sebagai penonton pasif tetapi aktif terlibat dalam presentasi hasil program, diskusi dengan masyarakat, dan bahkan memberikan persembahan budaya sebagai wujud apresiasi terhadap keramahan masyarakat Desa Pemuteran yang telah menerima mereka dengan tangan terbuka selama kunjungan studi lapangan mereka.
Seluruh masyarakat desa, perangkat desa, tokoh adat, serta para kader kesehatan tampak memadati balai desa dengan mengenakan pakaian adat tradisional Bali, menciptakan suasana yang sangat khidmat dan penuh kehangatan, sambil menyaksikan dengan penuh kebanggaan bagaimana para mahasiswa mereka mempresentasikan capaian-capaian program yang telah memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan desa, seperti penurunan angka stunting, peningkatan kesadaran tentang penyakit tidak menular, penguatan sistem surveilans kesehatan berbasis komunitas, dan pengembangan ecotourism kesehatan yang memanfaatkan potensi lokal.
“Kehadiran rekan-rekan dari Thailand dalam acara penutupan KKN-IPC kami hari ini adalah kehormatan yang sangat besar dan sekaligus pengakuan internasional terhadap kerja keras dan dedikasi para mahasiswa serta dosen pembimbing kami dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi jantung dari misi pendidikan kesehatan yang kami emban,” ujar Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., selaku Ketua STIKES Buleleng dalam sambutan pembukanya yang penuh dengan kebanggaan.
Rangkaian acara dimulai dengan penyampaian laporan lengkap oleh koordinator mahasiswa KKN-IPC Desa Pemuteran yang secara detail memaparkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama satu setengah bulan terakhir, mulai dari assessment kesehatan komunitas, intervensi keperawatan keluarga, penyuluhan kesehatan, skrining kesehatan, pelatihan kader, hingga proyek-proyek inovatif seperti pembuatan taman obat keluarga, instalasi tempat cuci tangan umum, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang semuanya dirancang untuk meningkatan kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan mereka sendiri.
Presentasi yang dilengkapi dengan data kuantitatif dan kualitatif, foto dokumentasi, dan testimoni masyarakat ini menuai apresiasi tinggi tidak hanya dari perangkat desa dan masyarakat tetapi juga dari para dosen Thailand yang terkesan dengan depth dan breadth-nya program serta metodologi partisipatif yang digunakan, yang menurut mereka sangat align dengan filosofi community-based nursing yang juga dikembangkan di Thailand.
“Saya sangat terkesan dengan pendekatan interprofesional yang diterapkan dalam program ini, dimana mahasiswa keperawatan, kebidanan, nutrisi, dan kesehatan masyarakat bekerja sama secara sinergis untuk memberikan solusi yang komprehensif, karena ini adalah model terbaik untuk mempersiapkan mahasiswa kesehatan menghadapi realitas praktik kolaboratif di dunia nyata,” ungkap Dr. Pisit Poltana, pimpinan delegasi Thailand, dalam tanggapannya terhadap presentasi mahasiswa.
Sesi berikutnya merupakan highlight dari acara penutupan, yaitu penyerahan secara simbolis hasil-hasil program KKN-IPC kepada masyarakat desa, yang termasuk di dalamnya berupa modul-modul pelatihan kader kesehatan, alat-alat kesehatan sederhana, media penyuluhan, dan dokumentasi best practices yang dapat menjadi panduan untuk program kesehatan berkelanjutan, yang diserahkan oleh perwakilan mahasiswa kepada Kepala Desa Pemuteran disaksikan oleh seluruh undangan dan delegasi Thailand.
Kepala Desa Pemuteran dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada STIKES Buleleng dan khususnya para mahasiswa KKN-IPC yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan desanya, serta menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis sehingga dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa selama lebih dari satu bulan di desa kami telah membawa angin segar dan energi positif bagi kami semua, tidak hanya dalam hal peningkatan kesehatan tetapi juga dalam penguatan semangat gotong royong dan kebersamaan, dan kami berjanji akan menjaga dan melanjutkan semua program yang telah dimulai sehingga investasi pengetahuan ini tidak berhenti sampai di sini,” janjinya dengan penuh keyakinan.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap model KKN-IPC yang diterapkan oleh STIKES Buleleng, yang menurutnya sangat efektif dalam menjawab permasalahan kesehatan di tingkat akar rumput, dan berkomitmen untuk mereplikasi model ini di desa-desa lainnya di wilayah Buleleng dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Delegasi Thailand kemudian diberikan kesempatan untuk mengunjungi beberapa lokasi proyek unggulan KKN-IPC, seperti posyandu yang telah direvitalisasi, rumah sehat percontohan, dan taman obat keluarga, dimana mereka dapat melihat langsung dampak dari intervensi yang dilakukan serta berinteraksi dengan masyarakat penerima manfaat, yang memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga dan inspiratif bagi mereka.
“Sangat menginspirasi melihat bagaimana mahasiswa Indonesia mampu melakukan perubahan yang begitu nyata dalam waktu yang relatif singkat, dengan pendekatan yang sangat respectful terhadap budaya lokal dan melibatkan masyarakat sebagai partner, ini adalah pelajaran yang sangat berharga yang akan kami bawa pulang dan coba terapkan di Thailand,” ujar Dr. Pisit Poltana, Direktur Boromarajonani College of Nursing Suphanburi, Thailand, saat mengamati aktivitas kader posyandu yang sedang memantau tumbuh kembang balita dengan menggunakan alat yang diberikan oleh mahasiswa KKN.
Kunjungan lapangan ini juga menjadi ajang sharing pengalaman antara kader kesehatan Indonesia dan Thailand, dimana mereka saling bertukar cerita tentang tantangan dan keberhasilan dalam menjalankan program kesehatan komunitas di masing-masing negara, yang memperkaya wawasan kedua belah pihak dan membuka peluang untuk kerjasama pertukaran kader kesehatan di masa depan.
Acara puncak ditutup dengan makan malam bersama yang menampilkan hidangan tradisional Bali dan Thailand yang disiapkan secara gotong royong oleh mahasiswa dan masyarakat, yang menjadi simbol dari persatuan dan persahabatan antara kedua bangsa, sambil menikmati pertunjukan musik akustik yang dimainkan oleh mahasiswa dari kedua negara secara kolaboratif.
Suasana haru dan banggu terasa kuat ketika para mahasiswa KKN-IPC berpamitan dengan masyarakat yang telah menjadi keluarga mereka selama lebih dari satu bulan, dengan banyak pelukan dan air mata yang mengalir, menandakan ikatan emosional yang telah terbangun begitu kuat melalui proses pengabdian yang tulus dan penuh dedikasi.
“Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya, tidak hanya karena saya belajar banyak tentang keperawatan komunitas dan kerjasama interprofesional, tetapi juga karena saya mendapatkan keluarga baru di Desa Pemuteran, dan kehadiran teman-teman dari Thailand hari ini semakin melengkapi kebahagiaan kami,” ujar I Gede Leo Bagas Pratama, koordinator mahasiswa KKN-IPC, dengan suara bergetar dan lantang.
KUI_humas.