Prodi Profesi Bidan STIKES Buleleng Gelar Try Out Internal Persiapan Uji Kompetensi Nasional 2025

Matangkan Persiapan Guna Pertahankan Raihan Kompeten Profesi Kebidanan 100%

Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak bidan profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan, Program Studi (Prodi) Profesi Bidan STIKES Buleleng sukses menyelenggarakan Try Out Internal Persiapan Uji Kompetensi Nasional (UKOM) 2025, sebuah langkah strategis untuk memastikan mahasiswanya mampu meraih nilai optimal dalam ujian sertifikasi nasional.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Profesi Bidan tingkat akhir ini dirancang secara komprehensif, mencakup simulasi ujian berbasis komputer, pembahasan soal prediktif, hingga sesi konseling motivasi, guna mempersiapkan peserta tidak hanya dari segi akademis tetapi juga mental.

Dengan mengadopsi format dan standar soal yang sesuai dengan kisi-kisi UKOM terbaru, try out ini menjadi ajang untuk mengukur tingkat penguasaan materi, kecepatan analisis kasus klinis, serta ketahanan psikologis dalam menghadapi tekanan ujian sesungguhnya. “Try Out Internal ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan simulasi nyata yang dirancang untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan setiap peserta, sehingga kami bisa memberikan intervensi tepat sasaran sebelum hari-H ujian,” tegas Ketua Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng, Ibu Bdn. Luh Ayu Suarmini, S.ST., M.Tr.Keb.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari tingkat partisipasi 100% dan semangat mereka dalam mengikuti setiap sesi, menandakan kesadaran akan pentingnya persiapan matang untuk meraih sertifikat kompetensi bidan yang menjadi gerbang karir profesional. 

Berbeda dengan try out konvensional, Try Out Internal Prodi Profesi Bidan STIKES Buleleng didesain dengan pendekatan holistik dan personalisasi, di mana setiap peserta menerima analisis performa individu berbasis data setelah menyelesaikan serangkaian tes. “Kami tidak hanya memberikan nilai akhir, tetapi juga peta kompetensi detail yang menunjukkan area kuat seperti asuhan persalinan atau area perlu perbaikan seperti manajemen kegawatdaruratan neonatal,” jelas Koordinator UKOM Prodi Bidan, yang juga merancang modul remedial khusus untuk topik-topik dengan tingkat kesulitan tinggi.

Setiap sesi try out dibagi menjadi empat blok utama sesuai blueprint UKOM 2025, yaitu Kebidanan Komunitas, Asuhan Persalinan, Patologi Kebidanan, dan Etikolegal, dengan soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dirancang untuk menguji kemampuan klinikal dan pengambilan keputusan cepat.

Untuk menciptakan atmosfer ujian yang autentik, panitia sengaja menggunakan software simulasi ujian berbasis komputer yang mirip dengan platform UKOM nasional, lengkap dengan timer countdown dan sistem pengacakan soal, sehingga peserta bisa beradaptasi dengan teknis ujian sekaligus mengelola waktu efektif. Tak ketinggalan, faktor psikologis juga menjadi perhatian utama, dengan diadakannya sesi relaksasi dan manajemen stres oleh psikolog klinis, mengingat banyak lulusan potensial yang gagal bukan karena kurang ilmu, tetapi karena panic attack saat ujian. 

Salah satu nilai tambah dari try out ini adalah keikutsertaan alumni Prodi Profesi Bidan STIKES Buleleng yang telah lulus UKOM dengan nilai tinggi, berbagi strategi belajar, trik menjawab soal, dan pengalaman menghadapi ujian. “Saya dulu selalu membuat peta konsep untuk topik-topik kompleks seperti interpretasi partograf atau tatalaksana perdarahan postpartum, dan itu sangat membantu,” ungkap seorang alumni yang kini bekerja di RSUD Buleleng, sambil menunjukkan buku catatan pribadinya yang penuh dengan skema warna-warni.

Selain alumni, praktisi bidan senior dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Buleleng juga dihadirkan untuk memberikan studi kasus realistik yang kerap muncul di UKOM, seperti manajemen bayi berat lahir rendah (BBLR) atau deteksi dini preeklamsia. Peserta bahkan diajak untuk bermain peran (role play) dalam skenario konseling pasien, sebuah metode interaktif yang terbukti meningkatkan retensi memori dan pemahaman konsep. Tak hanya itu, kerja sama dengan penerbit buku kesehatan memungkinkan peserta mengakses e-modul dan bank soal terupdate gratis, sebagai bagian dari dukungan institusi dalam meminimalisir kesenjangan akses materi belajar. 

Setelah try out hari pertama, panitia mengumumkan rata-rata skor sementara 68,5%, dengan 15% peserta berada di kisaran 80-90% (kategori excellent) dan 20% perlu intervensi khusus (skor di bawah 60%). “Hasil ini menjadi baseline untuk program pendampingan intensif selama 1 bulan ke depan, termasuk kelas tambah jam belajar, one-on-one mentoring dengan dosen, dan peer group discussion,” papar Sekretaris Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Bdn. Lina Anggaraeni Dwijayanti, S.ST., M.Kes.

Bagi peserta dengan kesulitan di bidang tertentu, seperti interpretasi hasil laboratorium atau farmakologi kebidanan, disediakan video tutorial dan quiz interaktif yang bisa diakses melalui platform e-learning kampus. Yang menarik, prodi juga menerapkan sistem “buddy study”, di mana peserta dengan nilai tinggi dipasangkan dengan yang masih tertinggal, menciptakan dukungan kolegial yang inklusif.

Untuk memantau progres, try out susulan akan diadakan setiap bulan dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat, sekaligus sebagai alat evaluasi efektivitas metode pembelajaran. “Target kami bukan sekadar lulus UKOM, tetapi 75% mahasiswa mencapai nilai di atas 75%, sehingga bisa bersaing di level nasional,” tegas Ketua Prodi. 

Para peserta try out menyambut positif inisiatif ini, seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa, “Dari hasil analisis, saya tahu harus fokus memperdalam manajemen asfiksia neonatorum, dan sekarang punya rangkuman spesifik dari dosen yang sangat membantu.” Peserta lain, menambahkan, “Simulasi komputer sangat mirip dengan sistem UKOM, jadi rasa grogi berkurang karena sudah terbiasa.”

Bahkan, beberapa peserta mengusulkan extended library hour selama masa persiapan, sebuah permintaan yang langsung ditindaklanjuti oleh pihak prodi. Dukungan orang tua juga tidak kalah penting, terbukti dengan diadakannya pertemuan khusus dengan wali mahasiswa untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya dukungan moral dan lingkungan belajar kondusif di rumah. 

Dengan segala persiapan ini, Prodi Profesi Bidan STIKES Buleleng optimis bisa mempertahankan tradisi kelulusan 100% di UKOM 2025, sekaligus mencetak bidan-bidan unggul yang siap berkontribusi untuk kesehatan ibu dan anak Indonesia. 

Kui_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top