Kolaborasi Global dan Pendampingan Kesehatan untuk Lansia

Desa Depeha, Kabupaten Buleleng, menjadi saksi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan STIKES Buleleng dalam rangka praktik aplikasi dua mata kuliah unggulan, yaitu Internasional Collaboration dan Kesehatan Lansia. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi klinis mahasiswa dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan institusi kesehatan internasional untuk pertukaran pengetahuan dan inovasi dalam bidang kebidanan.
Dengan menggabungkan pendekatan global dan lokal, mahasiswa berhasil menyelenggarakan serangkaian program mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, senam lansia, hingga pendampingan psikososial yang dihadiri oleh puluhan lansia dan warga setempat. Dosen pembimbing kegiatan, Bdn. Ketut Ayu Wulandari, S.Tr.Keb., M.Tr. Keb., menekankan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata implementasi Diktisaintek Berdampak sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan universitas mitra di luar negeri.

“Ini adalah momen penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat sambil membangun relasi global,” ujarnya dengan penuh semangat. Salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan mahasiswa dalam proyek kolaborasi internasional bersama mitra, di mana mereka berbagi praktik terbaik (best practices) dalam penanganan kesehatan lansia melalui platform virtual dan diskusi lintas budaya.
Bdn. Luh Ayu Purnami, S.ST., M.Tr,. Keb., selaku Sekprodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan global, terutama terkait populasi lansia yang semakin meningkat. “Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari pakar internasional, tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal Bali dalam perawatan lansia kepada dunia,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan kader kesehatan desa agar mampu melanjutkan program pendampingan lansia secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Antusiasme warga Desa Depeha terlihat jelas sejak pagi hari ketika mahasiswa tiba di Balai Desa untuk mempersiapkan rangkaian acara, mulai dari pendaftaran peserta, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga konseling kesehatan reproduksi bagi lansia perempuan.

Kepala Desa Depeha, I Gede Srinyarnya, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif STIKES Buleleng yang telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama karena banyak lansia di sini yang belum pernah mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh seperti ini,” katanya. Salah satu peserta, Ni Ketut Sari (68 tahun), mengaku senang bisa mengikuti senam bersama dan mendapatkan tips pola makan sehat dari mahasiswa. “Saya dapat ilmu baru dan merasa lebih bersemangat setelah dapat perhatian seperti ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Tidak hanya fokus pada aspek fisik, mahasiswa juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental lansia dengan mengadakan sesi sharing dan terapi kelompok untuk mengurangi rasa kesepian dan kecemasan yang sering dialami usia lanjut. “Kami melatih mahasiswa untuk memahami tanda-tanda depresi pada lansia dan cara memberikan dukungan emosional yang tepat,” jelasnya. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi sederhana seperti penggunaan *telemedicine* untuk memudahkan lansia berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa harus bepergian jauh.

Kaprodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Bdn. Kadek Ayu Suarmini, S.ST., M.Tr. Keb., menegaskan bahwa kegiatan praktik lapangan seperti ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak mitra internasional dan desa-desa terpencil di Bali. “Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi bidan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berwawasan global dan peka terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan demikian, praktik aplikasi mata kuliah Internasional Collaboration dan Kesehatan Lansia ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Desa Depeha, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran multidisiplin bagi mahasiswa kebidanan STIKES Buleleng.

KUI_humas
apakah ada rencana untuk mengembangkan penggunaan teknologi ini agar bisa diakses oleh lebih banyak lansia, terutama yang mungkin terkendala dengan literasi digital?