Dosen S1 Farmasi STIKES Buleleng Raih Juara dalam Pelatihan PS Acting dan Moulage

Pelatihan Pemeran Standar (PS) Acting dan Moulage yang diselenggarakan secara nasional oleh Panitia Nasional Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Apoteker Indonesia (PN UKMPPAI) pada tanggal 17-18 Mei 2025 bertempat di Hotel Artotel Suites Bianti Yogyakarta

Dalam prestasi gemilang yang membanggakan institusi dan dunia pendidikan farmasi Indonesia, salah satu dosen S1 Farmasi STIKES Buleleng berhasil meraih juara dalam pelatihan Pemeran Standar (PS) Acting dan Moulage yang diselenggarakan secara nasional oleh Panitia Nasional Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Apoteker Indonesia (PN UKMPPAI) pada tanggal 17-18 Mei 2025 bertempat di Hotel Artotel Suites Bianti Yogyakarta.

Kegiatan ini, yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi kesehatan khususnya farmasi di seluruh Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyimulasikan kasus-kasus medis secara realistis guna melatih keterampilan mahasiswa farmasi dalam menghadapi ujian kompetensi.

Dengan ketekunan, kreativitas, dan penguasaan materi yang mendalam, dosen STIKES Buleleng tersebut berhasil mengungguli peserta lain dan membawa pulang penghargaan ini, sekaligus meneguhkan reputasi STIKES Buleleng sebagai salah satu pencetak tenaga kesehatan profesional berkualitas.

Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga menantang peserta untuk mengasah keterampilan komunikasi, improvisasi, dan penyelesaian masalah dalam skenario role-play yang kompleks, sehingga kemenangan ini mencerminkan keunggulan holistik yang dimiliki oleh sang dosen.

Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi civitas akademika STIKES Buleleng untuk terus berinovasi dan berkompetisi di kancah nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan PN UKMPPAI dalam menyiapkan calon apoteker yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern. 

Pelatihan PS Acting dan Moulage yang digelar oleh PN UKMPPAI merupakan salah satu program strategis untuk memastikan kesiapan para pengajar dalam menyimulasikan ujian kompetensi apoteker dengan tingkat realisme dan akurasi yang tinggi.

Selama pelatihan, peserta dibekali dengan berbagai teknik moulage—seni membuat efek luka atau kondisi medis menggunakan bahan prostetik—serta metode acting untuk memerankan pasien dengan gejala spesifik, sehingga mahasiswa dapat merasakan pengalaman praktik yang mendekati situasi nyata.

Dosen STIKES Buleleng yang turut serta dalam pelatihan ini yakni apt. Lestari Nugrahini, S.Farm., M.Farm dan ⁠Rizka Aisyah, S.Farm., M.Farm. menunjukkan performa luar biasa dengan menyajikan simulasi kasus yang tidak hanya detail dari segi visual, tetapi juga kaya akan nuansa klinis, seperti penanganan reaksi alergi obat, overdosis, atau interaksi farmakologi yang berpotensi fatal.

Para juri, yang terdiri dari pakar farmasi klinis dan praktisi simulasi medis, memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman pengetahuan dan kemampuan adaptasi sang dosen dalam menciptakan skenario yang menantang namun edukatif.

Tidak hanya itu, keahlian dalam mengintegrasikan aspek patient safety ke dalam setiap simulasi menjadi faktor kunci yang mengantarkannya meraih posisi puncak, mengalahkan peserta dari universitas ternama lainnya.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan individual, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi STIKES Buleleng. Terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan reputasi institusi di mata nasional.

Dengan memiliki dosen yang tersertifikasi dalam teknik PS Acting dan Moulage, STIKES Buleleng kini dapat menyelenggarakan ujian kompetensi dan pelatihan mandiri dengan standar yang setara dengan perguruan tinggi farmasi terbaik di Indonesia.

Selain itu, kemenangan ini juga membuka peluang bagi STIKES Buleleng untuk menjalin kemitraan dengan PN UKMPPAI dalam penyelenggaraan pelatihan serupa di tingkat regional, bahkan mungkin menjadi tuan rumah kegiatan nasional di masa mendatang.

Pencapaian dosen Prodi S1 Farmasi membuktikan bahwa STIKES Buleleng tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mengutamakan pengembangan keterampilan praktik yang dibutuhkan di dunia kerja. 

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top