Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes.- Ketua STIKES Buleleng Jadi Narasumber Dialog Interaktif RRI Singaraja

“Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa” dalam Rangka HUT PPNI Ke-51 Tahun 2025

Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes.- Ketua STIKES Buleleng (Posisi kiri pembaca)

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-50 pada tahun 2025, berbagai kegiatan digelar untuk mempromosikan peran strategis perawat dalam pembangunan kesehatan bangsa. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah dialog interaktif bertajuk “Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa”, yang diadakan di RRI Pro 1 Singaraja. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi keperawatan terkemuka, termasuk Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng, sebagai narasumber utama.

Dr. Sundayana, yang dikenal sebagai sosok visioner dan inspiratif di dunia pendidikan keperawatan, membagikan wawasan dan pengalamannya tentang bagaimana perawat dapat berperan aktif dalam membangun bangsa melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dialog interaktif ini dihadiri oleh ratusan perawat, mahasiswa keperawatan, dan praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Bali. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui platform digital, menjangkau ribuan penonton di seluruh Indonesia.

Profil Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes.                       

Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., adalah seorang akademisi dan praktisi keperawatan yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan keperawatan di Indonesia. Sejak menjabat sebagai Ketua dan sekaligus Owner dari STIKES Buleleng, beliau telah memimpin berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan keperawatan. Latar belakang pendidikannya yang kuat, mulai dari Sarjana Keperawatan (S.Kep), Magister Sains (MSi), hingga jenjang Doktoral (Dr), menjadikannya salah satu tokoh yang dihormati dalam bidang keperawatan.

Selain aktif di dunia akademik, Dr. Sundayana juga terlibat dalam berbagai organisasi profesi, termasuk PPNI. Beliau sering diundang sebagai pembicara dalam seminar, lokakarya, dan dialog interaktif terkait isu-isu kesehatan dan keperawatan. Keahliannya dalam manajemen keperawatan, penelitian kesehatan, dan pengembangan kebijakan kesehatan membuatnya menjadi narasumber yang sangat dicari.

Dialog Interaktif: Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa

Dialog interaktif ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT PPNI ke-50 pada tahun 2025. Tema “Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa” dipilih untuk menegaskan peran sentral perawat dalam sistem kesehatan nasional. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya profesi keperawatan, serta mendorong kolaborasi antara perawat, pemerintah, dan stakeholders lainnya dalam membangun bangsa yang sehat dan sejahtera.

Dr. Sundayana membuka sesi dialog dengan memaparkan data dan fakta tentang kontribusi perawat dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. “Perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Mereka tidak hanya bertugas merawat pasien, tetapi juga berperan dalam promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan rehabilitasi. Dalam konteks pembangunan bangsa, perawat memiliki peran strategis untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan,” ujarnya.

Tantangan dan Peluang Profesi Keperawatan

Dalam paparannya, Dr. Sundayana mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh profesi keperawatan di Indonesia. Salah satunya adalah beban kerja yang tinggi akibat rasio perawat-pasien yang tidak seimbang. “Di banyak fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, perawat sering kali harus menangani pasien dalam jumlah yang melebihi kapasitas ideal. Hal ini dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan meningkatkan risiko burnout,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Sundayana juga menyoroti pentingnya pengakuan dan apresiasi terhadap profesi keperawatan. “Perawat sering kali dianggap sebagai profesi pendukung, padahal kontribusi mereka sangat besar. Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya peran perawat dalam sistem kesehatan,” tegasnya.

Di sisi lain, Dr. Sundayana juga melihat banyak peluang bagi perawat untuk berkembang. “Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, perawat kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan karir. Misalnya, melalui program spesialisasi keperawatan, sertifikasi profesi, dan pelatihan berbasis teknologi,” ujarnya.

Strategi Membangun Perawat yang Kuat dan Berdaya Saing

Sebagai narasumber, Dr. Sundayana tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi dan strategi untuk membangun perawat yang kuat dan berdaya saing. Beberapa strategi yang ia sampaikan antara lain:

1. Peningkatan Kualitas Pendidikan Keperawatan

            Dr. Sundayana menekankan pentingnya kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Pendidikan keperawatan harus terus diperbarui untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain keterampilan klinis, mahasiswa juga perlu dibekali dengan kemampuan manajemen, komunikasi, dan teknologi,” ujarnya.

2. Penguatan Kolaborasi Antarprofesi

            Menurut Dr. Sundayana, kolaborasi antara perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. “Kita perlu menghilangkan ego sektoral dan bekerja sama sebagai tim yang solid,” katanya.

3. Peningkatan Kesejahteraan Perawat

            Dr. Sundayana mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk memperhatikan kesejahteraan perawat, termasuk gaji yang layak, jaminan kesehatan, dan kesempatan pengembangan karir. “Perawat yang sejahtera akan lebih termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

4. Pemanfaatan Teknologi dalam Keperawatan

             Dalam era digital, teknologi menjadi alat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan keperawatan. Dr. Sundayana mencontohkan penggunaan sistem informasi kesehatan, telemedicine, dan alat-alat medis canggih. “Perawat harus melek teknologi dan siap beradaptasi dengan perubahan,” pesannya.

Inspirasi dan Motivasi bagi Generasi Muda

Selain membahas isu-isu strategis, Dr. Sundayana juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda yang ingin berkarier di bidang keperawatan. “Menjadi perawat adalah panggilan jiwa. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pengabdian untuk kemanusiaan. Jika kalian memiliki passion di bidang ini, jangan ragu untuk mengejar mimpi kalian,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya integritas dan etika profesi. “Sebagai perawat, kalian akan dipercaya untuk merawat pasien dalam kondisi yang paling rentan. Jaga selalu kepercayaan itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keperawatan,” pesannya.

Kontribusi STIKES Buleleng dalam Pengembangan Profesi Keperawatan

Sebagai Ketua STIKES Buleleng, Dr. Sundayana juga memaparkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan oleh institusinya untuk mendukung pengembangan profesi keperawatan. “STIKES Buleleng berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Kami terus memperbarui kurikulum, meningkatkan fasilitas, dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Salah satu program unggulan STIKES Buleleng adalah “Perawat Mengabdi”, yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil yang kekurangan tenaga kesehatan.

Penutup

Dialog interaktif dengan tema “Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa” telah sukses digelar, berkat kontribusi dan kepemimpinan Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., sebagai narasumber utama. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk berdiskusi tentang isu-isu keperawatan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para perawat dan calon perawat.

Melalui dialog ini, diharapkan semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya peran perawat dalam pembangunan bangsa. Dengan sinergi dan kolaborasi, perawat Indonesia dapat menjadi pilar kuat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkualitas dan merata.

Selamat kepada Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., atas kontribusinya dalam dialog interaktif ini. Semoga pemikiran dan gagasan beliau dapat terus menginspirasi dan membawa perubahan positif bagi dunia keperawatan di Indonesia.

KUI_humas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top