MENGANTAR BERPULANGNYA HODI MAHASISWA FARMASI STIKES BULELENG

(DUMOGI SIDHA AMORING ACINTYA)

STIKes Buleleng turut berduka cita mendalam atas meninggalnya mahasiswa  dari prodi farmasi yaitu Gede Hodi Arthadana pada Jumat Pagi. (Tejakula, 25 November 2022). Ucapan duka tersebut disampaikan oleh Ketua STIKes Buleleng Bapak Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si dan jajaran civitas akademika kepada pihak keluarga.

        Memang ilmu filsafat mengingatkan kita bahwa kematian merupakan misteri atau kepastian, tentang waktu, tempat, dan keadaan/situasi Tuhan takdirnya. Sehingga bagi Hodi mungkin ini sebuah panggilan untuk bersatu dengan-NYA kembali. Kami sangat kehilangan rekan yang aktif diberorganisasi meskipun minim tutur katanya. Dumogi Sidha Amoring Acintya.

        Cita -citamu pernah ingin menjadi seorang dokter, namun seiring jalannya waktu kau menyimpulkan untuk menempuh pendidikan di prodi farmasi menjadi apoteker dan bercita – cita tinggi ingin membuka sebuah apotek, di rumahnya ia merupakan sosok yang rajin dan berbakti kepada kedua orangtuanya, ayahnya juga merupakan alumni lembaga kami, ayahnya seorang perawat dan ibunya seorang guru yang telah mendidik Hodi menjadi sosok anak yang baik.

            Kepergian Hodi untuk kita semua, meskipun ia masih sebagai Ketua dalam kegiatan farmasi, tentu sosok tampan dan karisma tanggung jawabmu akan selalu kami kagumi. Begi rekan-rekannya ia sosok yang periang & lucu bagi kami, selalu menghibur di panitia dalam beberapa event yang sudah kami lalui bersamanya, ia selalu kami percayakan mengemban tanggung jawab sebagai koordinator perlengkapan disetiap kegiatan.

            Semangat dan antusias Hodi sangat menyentuh kami semua dengan kesabaran yang dimiliki, kehilangan seorang sahabat laki-laki yang sigap dan sopan, hormat sapa dirimu selalu berucap ‘Selamat Pagi di depan pintu’ dengan siapapun termasuk kami sejawatnya dikalangan mahasiswa akan selalu kami ingat. “Kami semua sangat merasakan kehilangan dirimu Hodi, yang pasti sangat terbekas di hati dan di memori kami dalam sebuah pertemuan di kenangan singkat di lembaga STIKes Buleleng, meskipun air mata ini tanpa rasa menetes akan kabar kepergianmu, namun air mata ini juga rasa bangga terhadapmu, rasa cinta terhadapmu. Tuhan Menyayangimu engkau telah kembali kepada pemilik yang sesungguhnya. Maafkan kami semua dari yang sengaja maupun tidak sengaja dalam pertemanan kita, dedikasimu akan kami jadikan pembelajaran untuk kami. Kematian sudah pasti tidak bisa kita hindari, lahir dan mati kehendak Beliau. Semoga amal baktimu diterima disisi Beliau.”          Dalam peristirahatan terakhir kalinya di pengabenan Hodi pada Selasa, (29/11) oleh seluruh rekan-rekan mahasiswa prodi farmasi menghantar pulang dirimu kembali kepada Beliau dan bersatu damai dengan alam. We Love You Hodi. Oṁ ksāma sampurnāya namah swāha. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa Yang Maha Kuasa, semogalah arwah yang meninggal mendapat sorga, menunggal denganMu, mencapai keheningan tanpa derita. Ya Sang Hyang Widhy Wasa, ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan serta pengampunanMu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
Scroll to Top