
Sekretaris Prodi S1 Farmasi, Ibu Luh Putu Desy Puspaningrat, SKM., M.Si sebagai prawara mengantar ceremony kegiatan Workshop Kurikulum Profesi Ners MBKB dengan 7 (tujuh) kesepakatan ketat. Lanjut Ibu Ns. Ni Kadek Diah Purnamayanti, S.Kep., M.Kep. yang kental dengan bahasa jawanya, sang lidah gampang mengolah kata hingga situasi menjadi sedikit sejuk selaku moderator seniornya di UGM yaitu Dr. Fitri Haryanti, SKp MKes., yang fasih juga berbahasa inggris. Mental sang moderator teruji dan dipuji publik dalam situasi apapun dan dimanapun, ramahnya tidak ketulungan, wajar elastis tanpa muncul demam panggung, istri dokter ini yang aslinya dari Desa Takmung Klungkung namun kelahirannya di Denpasar. Pada pukul 9.20 WITA, Ketua STIKes menyampaikan sambutan lanjut membuka dengan resmi, salah satu baris kata sambutannya yaitu lembaga segera memiliki Kurikulum Profesi Ners begitu pula yang lainnya sembari mengucapkan terimakasih kepada pemakalah senior handal seperti Ibu Dr. Fitri Haryanti, SKp MKes., I Dewa Gede Putra Yasa, S.Kep., M.Kep., Sp.Mb dan Ns. Gede Budi Widiarta, S.Kep., M.Kep., selaku Puket 1 di STIKes Buleleng.
Tuntutan formal sebuah lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi yang pertama harus berdiri yayasan yang mengayomi, pimpinan lembaga termasuk eksekutif, fungsional dan tenaga kependidikan lainnya harus punya ijin operasional, infrastruktur, sarana dan prasarana belajar yang memadai, kurikulum serta mahasiswa. Kurikulum adalah rancangan yang terencana nyata, terukur, untuk mengacu yang salah satunya mengantar lulusan yang berkualitas, siap kerja dan mempunyai kemampuan dua bahasa. Ini mutiara penting fungsi kurikulum dalam sebuah lembaga termasuk lembaga STIKes Buleleng.
Pernyataan serius, tegas dan elegan yang sering dibarengi senyum sugestinya, Ketua Senat STIKes Buleleng Ns. Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Si., menjalankan amanah Ketua STIKes Buleleng yang menyampaikan dua ALD yang telah terlewati sukses meraih yang terbaik meskipun belum sampai pada peringkat unggul termasuk satu lagi ALD yang dimulai tanggal 21 Juli s/d 24 Juli 2021 ini oleh figur-figur calon maestro muda kelak nanti, Astungkara. Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan sepertinya optimis tembus di peringkat sama bila mungkin diatas prodi pendahulunya.
Optimis bahwa kualitas maksimal lembaga kita sudah di depan mata, saat berlangsungnya Workshop Akbar Kurikulum Profesi Ners selama dua hari penuh, tanggal 16 & 17 Juli 2021 ditengah pandemi COVID-19 yang padat, ketat, dan semangat yang kaya intruksi, ditengah penatnya peserta oleh tugas pribadi, keluarga, dan kondisi COVID-19 dengan PPKM-nya yang sepertinya belum meluntur. Namun para pakar, tokoh, yang juga instruktur yang membidangi manajemen dan demokrasi pendidikan di perguruan tinggi melenturkan kepenatan peserta yang awalnya bingung memasuki hari pertama di pukul 12.40 WITA.
Pembicara pertama pembantu Ketua Satu STIKes Buleleng, Bapak Ns. Gede Budi Widiarta, S.Kep., M.Kep., Pada workshop kurikulum ini nampak luwes dan penuh kehati – hatian memaknai sebuah kalimat yang dimulai dari makna kurikulum, visi, misi dengan analisis (SWOT), pentingnya pemahaman bahasa asing hingga jumlah SKS dalam inti pembelajaran di keperawatan tercapai. Lanjut mensuplemen kurikulum lama dan yang baru disinggung juga sarjana keperawatan, mungkin hingga semester tujuh bila diperhatikan keputusan tertinggi yang menentukan nanti. Kemungkinan juga KKN atau PKL hanya sebuah komunitas karena sudah nampak di merdeka belajar dengan kegiatan magang di lembaga perguruan tinggi di luar kampus yang dihuni.
Pakar yang juga yang pernah di assesor, tokoh pendidik kualitas baik di dalam dan di luar negeri dalam kepakaran kurikulum serta selalu menjadi perpanjangan tangan Dirjen Dikti sesuai keahliannya, beliau adalah Ibu Dr. Fitri Haryanti, SKp MKes jebolan UGM Yogyakarta. Penuh ramah terkadang terselip canda dengan bentangan narasi sejenis power point yang padat penuh variasi, diawali dengan kalimat antisipasi kedepan apa yang terjadi? dengan paparan perubahan kurikulum mengacu pada SN Dikti No.3 tahun 2020 hendaknya setiap mahasiswa telah mencapai CPL, dan kenapa CPL mesti berubah. Himbauan sang Doktor setelah pemaparan materi mesti dikerjakan bersama kelompok yang terancang sebagai umpan balik materi yang digelar menjadi kertas kerja utuh pegangan kedepan.
Lanjut sang pakar membentangkan materinya lewat daring “Kurikulum Pendidikan Profesi Ners Indonesia Tahun 2021” dengan pohon materinya, Identitas Program Study, Evaluasi kurikulum dan Tracer Study, Landasan Perencanaan dan Pengembangan kurikulum (landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikologi, landasan yuridis dll.) Rumusan Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan University Value. Rumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dinyatakan dalam capaian pembelaran lulusan (CPL). Diingatkan CPL terdiri dari aspek sikap dan keterampilan umum minimal diadopsi SN Dikti, serta aspek pengetahuan dan ketrampilan khusus dirumuskan mengacu pada deskriptor KKNI sesuai dengan jenjangnya.
Argumen pancingan dari Sang pakar, “Mungkinkah di STIKes Buleleng akan ada Prodi Spesislis Medical Bedah? Hati -hati jangan terlalu kritis.” imbuhnya. Lihatlah kebutuhan di lapangan/industri penerima lulusan kesempatan kerja lebih luas dan banyak.
Prodi bisa saja menambahkan CPL yang diadopsi dari SN Dikti bisa juga menambahkan CPL baru dengan antisipasi bahan kajian mahasiswa untuk menjadi mata kuliah kemudian lanjut membuat matrik, ada CPL ada juga capaian CPL nya (mohon hati – hati) imbuh sang pakar. Begitu pula RPS nantinya lebih detail, dititipkan dimata kuliah mana, termasuk penilaiannya dan lain – lain didiskusikan lanjut didalami karena bisa saja di tahap sarjana bisa menuntaskan MBKM sepanjang dapat mengukur waktu praktik pratikum lapangan laboraturium dalam sebuah SKS.
Ditambahkan keterlibatan dari sistem Penjaminan Mutu sampai pada implementasinya harus sesuai dengan SOP begitu pula alur perkembangan kurikulumnya mengacu pada SN Dikti yang menyangkut level – level sesuai dengan petunjuk. Masukan alumni sangat dipentingkan seperti tujuan pendidikan prodi yang meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Padatnya materi, sang pakar membuat intrupsi dari para pengampu, Ns. Made Martini, S.Kep., M. Ke,. Ns. Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Si., Ns. Gede Budi Widiarta, S.Kep., M.Kep., Ns. I Made Yos Kresnayana, S.Kep., M.Si., Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep, Putu Dian Prima Kusuma Dewi, S.ST., M.Kep., Ns. Ni Kadek Diah Purnamayanti, S.Kep., M.Kep., yang merangkap moderator untuk penanaman dan pegangan. Kerinduan untuk sharing pun hadir yaitu pemakalah ketiga Bapak I Dewa Gede Putra Yasa, S.Kep., M.Kep., Sp.Mb seorang tokoh, pakar dan pembimbing serta penyantun manajemen lembaga STIKes Buleleng sejak tahun 2008. Kebingungan peserta workshop mendadak menjadi landai dengan bahasa idealnya pak Dewa yang penuh motivasi yang mengajak kita percaya diri mampu menuntaskan tugas dengan baik dengan bukti kertas kerja yang ada. Setiap langkah kerja harus ada logika dan dianalisa dulu, refrensi, buku petunjuk dan kajiannya, agar tidak setres dan salah arah. Contohnya sang ketua LPM yang ketat dengan rumusan visi, misi, strategi dan tujuan dibuka habis oleh pak Dewa untuk dipahami sebelum diimplementasi dengan bahasa yang bertutur sehingga visi bisa lebih sempurna termasuk kalimat misi dari satu hingga empat lincah diperbaiki oleh tangan terampilnya begitu juga pengampu visi yang lain di dalam workshop.
Hingga hari kedua tambah nyaman dengan penyempurnaan kertas kurikulum yang kita harapkan oleh para pakar hingga menjadi barang yang harus diputuskan oleh ketua lembaga lewat senat dalam sebuah tim. Terjawab sudah bukti workshop ini telah terlahir sebuah lembar kerja yang cerdas, tuntas, dan berkualitas guna meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja dan lahir kepuasan pengguna lulusan. Inilah bukti kata ketua Senat STIKes Buleleng, bahwa kualitas lembaga kita telah ada di depan mata dengan SDM yang makin hari makin hadir sesuai dengan mental dan visionernya sekaligus misi yang dijalankan sesuai dengan bendera lembaga. Hingga workshop ini tertutup dengan ucapan terimakasih dan kepuasan batin diantara peserta dengan mengakui para pakar/pemakalah benar-benar membuka mata, pemahaman yang penuh dinamika hingga kertas kerja ini mampu terwujud. Hingar bingar para peserta memgucapkan syukur kepada pakar/pemakalah pada workshop ini, Ketua Senat, Ketua STIKes Buleleng dan kami menjadi dewasa apa yang awalny kami takuti yang membuat binggung pada siang hari pertama hingga menorehkan sebuah pengalaman yang berharga. Bagi para pengampu dan penanggung jawab kurikum di lembaga tercinta kita ini lanjutkan membimbing kami dan kami akan terus berbenah diri dengan bukti fisik yang nyata Kurikulum Profesi Ners MBKM terwujud juga dengan gemilang. Astungkare.