ANGKAT SUMPAH PERDANA, APOTEKER ANGKATAN PERTAMA STIKES BULELENG DIKUKUHKAN

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng menggelar momen bersejarah dengan terselenggaranya Angkat Sumpah Perdana bagi para Apoteker Angkatan Pertama, sebuah pencapaian penting yang menandai kelahiran generasi baru tenaga kefarmasian profesional di wilayah Bali Utara.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut tidak hanya menjadi tonggak awal perjalanan karier para lulusan, tetapi juga bukti nyata komitmen STIKES Buleleng dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat luas.

Dalam prosesi yang pimpin oleh Dr. apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. selaku Kaprodi S1 Farmasi  dan Profesi Apoteker STIKES Buleleng serta dihadiri oleh pimpinan institusi, dosen, pengurus organisasi profesi, keluarga, serta tamu undangan, para calon apoteker membacakan ikrar sumpah jabatan sebagai wujud tanggung jawab moral dan etika profesi yang akan mereka emban sepanjang karier.

Momentum ini semakin istimewa karena salah satu mahasiswa yakni apt. I Made Surya Widya Negara, S.Farm. berhasil memborong dua peringkat tertinggi sekaligus, yakni pada Ujian Kompetensi (Ukom) Apoteker dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), sebuah prestasi luar biasa yang mengukir nama angkatan pertama di panggung keunggulan akademik.

Keberhasilan tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika STIKES Buleleng, sekaligus mematahkan keraguan bahwa angkatan perdana mampu bersaing dan bahkan unggul di tingkat nasional.

Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara, mengingat Ukom dan OSCE merupakan dua instrumen evaluasi krusial yang mengukur kompetensi pengetahuan, keterampilan klinis, serta kemampuan komunikasi seorang calon apoteker.

Nilai tertinggi pada kedua ujian tersebut menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak hanya menguasai aspek teoritis kefarmasian, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya dalam simulasi pelayanan farmasi yang menuntut ketelitian, empati, dan pengambilan keputusan cepat.

Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari kerja keras, disiplin, serta bimbingan intensif dari para dosen dan pembimbing klinik yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk mendampingi mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga tahap ujian kompetensi.

Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. selaku Ketua STIKES Buleleng dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam dan berharap agar prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Beliau juga menegaskan bahwa institusi akan terus berupaya meningkatkan kualitas kurikulum, fasilitas laboratorium, serta kemitraan dengan berbagai institusi kesehatan guna memastikan lulusan apoteker STIKES Buleleng mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Angkat sumpah perdana ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang mengikat para apoteker baru untuk menjalankan praktik kefarmasian sesuai dengan kode etik, standar pelayanan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Para lulusan diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai lini pelayanan kesehatan, mulai dari apotek komunitas, rumah sakit, industri farmasi, hingga sektor regulasi dan pendidikan, dengan tetap mengedepankan kepentingan pasien sebagai prioritas utama.

Momen bersejarah ini juga menjadi refleksi bagi STIKES Buleleng untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam proses pembelajaran, sehingga setiap angkatan yang lulus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian prestasi yang telah diraih oleh angkatan pertama.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta mitra kerja sama industri dan fasilitas kesehatan, menjadi kunci keberhasilan dalam menyiapkan apoteker yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.

Dengan demikian, kelahiran Apoteker Angkatan Pertama STIKES Buleleng dapat menjadi awal yang gemilang bagi kontribusi nyata dunia kefarmasian di Bali Utara dan Indonesia pada umumnya.

Ke depannya, STIKES Buleleng berkomitmen untuk terus mencetak apoteker yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang seimbang, sehingga mampu memberikan pelayanan yang holistik kepada masyarakat.

Prestasi dua peringkat tertinggi yang diraih salah satu mahasiswa diharapkan menjadi inspirasi bagi adik-adik angkatan berikutnya untuk tidak pernah berhenti belajar, berlatih, dan mengasah keterampilan klinis maupun non-klinis.

Selain itu, institusi akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit pendidikan, apotek, dan industri farmasi, guna memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman praktik yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, STIKES Buleleng optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan tenaga apoteker yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi.

Akhirnya, seluruh civitas akademika mengucapkan selamat kepada para apoteker baru, semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat bagi sesama, serta nama STIKES Buleleng semakin harum di kancah pendidikan kesehatan nasional.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top