
Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti ruang pertemuan utama Kampus STIKES Buleleng pada pagi yang cerah ini, di mana sebuah babak baru dalam sejarah pelayanan kesehatan dan pendidikan tinggi di wilayah Bali Utara secara resmi dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Parama Sidhi Singaraja, sebuah langkah strategis yang diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
Kerja sama yang difasilitasi oleh semangat kolaboratif ini bukanlah sekadar formalitas administratif belaka, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen kedua institusi untuk secara sinergis mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sebuah amanat yang wajib diemban oleh setiap lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.
Acara penandatanganan yang berlangsung dengan tata cara yang tertib dan penuh makna tersebut dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen dari kedua belah pihak, termasuk para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Buleleng, yang turut menyaksikan langsung momen bersejarah yang diharapkan dapat menjawab tantangan kompleks di sektor kesehatan, khususnya dalam hal penyediaan tenaga medis profesional dan peningkatan kualitas layanan di rumah sakit rujukan utama di Singaraja.
Direktur Utama RSU Parama Sidhi Singaraja, dr. I Desak Nyoman Yunita Pratiwi, MARS dalam sambutannya menyampaikan bahwa MoU ini merupakan pintu gerbang bagi terciptanya ekosistem pendidikan klinis yang lebih terstruktur, di mana para mahasiswa STIKES Buleleng akan mendapatkan kesempatan emas untuk mengasah keterampilan praktis dan mengaplikasikan ilmu teori mereka secara langsung di bawah bimbingan dokter spesialis dan tenaga kesehatan berpengalaman di lingkungan rumah sakit yang sesungguhnya.

Sementara itu, Ketua STIKES Buleleng Dr. Ns. I Made Sudayana, S.Kep., MSi., M.Kes. menegaskan bahwa kolaborasi dengan RSU Parama Sidhi yang memiliki reputasi baik dalam pelayanan medis ini akan secara signifikan memperkaya kurikulum institusinya, terutama dalam hal praktik lapangan yang menjadi komponen krusial dalam pembentukan karakter dan kompetensi lulusan bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang siap pakai dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini di dunia medis.
Lebih lanjut, ruang lingkup kerjasama yang dituangkan dalam dokumen MoU tersebut mencakup berbagai aspek vital, mulai dari pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa, program magang bagi dosen untuk peningkatan kapasitas mengajar, pelaksanaan penelitian bersama yang berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan masyarakat di Buleleng, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan pelatihan kesehatan yang melibatkan seluruh sivitas akademika dan tenaga profesional dari kedua institusi.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan antara dunia pendidikan akademis dan praktik pelayanan kesehatan di lapangan, karena para mahasiswa akan terbiasa dengan atmosfer dan dinamika rumah sakit sejak dini, sehingga saat mereka lulus dan terjun ke masyarakat, mereka telah memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang mumpuni untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

Para pimpinan kedua lembaga secara bersama-sama mengungkapkan optimisme yang tinggi bahwa melalui kerja sama strategis ini, jumlah dan kualitas tenaga kesehatan spesialis di Kabupaten Buleleng dapat ditingkatkan secara bertahap, sebuah langkah penting mengingat kebutuhan akan dokter spesialis di daerah ini masih sangat tinggi dan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan di bawah naungan Pemerintah Daerah.
MoU ini juga menjadi landasan bagi pengembangan program residensi atau pendidikan berkelanjutan bagi para dokter muda yang sedang menempuh pendidikan spesialis, di mana RSU Parama Sidhi akan berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan yang menyediakan kasus-kasus klinis yang beragam, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih holistik dan berbasis bukti ilmiah yang mutakhir.
Dalam suasana penuh kebersamaan, kedua belah pihak sepakat untuk segera membentuk tim kerja gabungan yang akan bertugas menjabarkan poin-poin kerjasama ke dalam program kerja yang terukur dan memiliki target capaian yang jelas, termasuk di dalamnya mengatur jadwal rotasi mahasiswa, menentukan kuota peserta, serta menyusun standar prosedur operasional yang menjamin keselamatan pasien dan kenyamanan belajar bagi mahasiswa selama berada di lingkungan rumah sakit.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, di mana terlihat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang hadir, menandakan bahwa kolaborasi antara STIKES Buleleng dan RSU Parama Sidhi Singaraja telah diterima dengan baik oleh seluruh elemen dan diharapkan dapat menjadi model bagi kerjasama serupa antar institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Provinsi Bali.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, masyarakat Buleleng dan sekitarnya kini memiliki harapan baru akan akses terhadap pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, karena kehadiran mahasiswa dan tenaga pendidik yang kompeten di RSU Parama Sidhi tidak hanya akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia rumah sakit, tetapi juga secara tidak langsung akan mendorong peningkatan pelayanan publik yang lebih manusiawi, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
KUI_humas