STIKES Buleleng Gelar Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi Secara Megah, Lepas 511 Lulusan Baru untuk Mengabdi di Dunia Kesehatan

Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Gedung STIKES Buleleng Convention Center (SBCC), ketika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng menyelenggarakan acara puncak kebanggaan bagi seluruh civitas akademika, yaitu Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi bagi 511 lulusan terbaiknya dari berbagai program studi unggulan.

Rangkaian acara yang digelar dengan penuh kemegahan dan protokol kesehatan yang ketat ini bukan sekadar menjadi penanda kelulusan, melainkan sebuah momen transformasi yang sangat bersejarah di mana para lulusan tersebut secara resmi berubah status dari mahasiswa yang menimba ilmu menjadi calon tenaga kesehatan profesional yang siap terjun ke masyarakat untuk mengabdikan ilmu, keterampilan, dan dedikasi mereka dalam membangun derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Buleleng dan Indonesia pada umumnya.

Prosesi wisuda yang dihadiri oleh seluruh pimpinan kampus, dosen pembimbing akademik, orang tua/wali mahasiswa, serta tamu undangan terhormat dari berbagai instansi kesehatan ini berlangsung lancar dan tertib, dimulai dengan pengambilan sumpah profesi yang penuh khidmat bagi lulusan Pendidikan Profesi Bidan dan Pendidikan Profesi Ners, yang kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda wisuda dan penganugerahan ijazah kepada seluruh lulusan program sarjana, sehingga menciptakan sebuah panorama kebanggaan dan haru yang tak terlupakan bagi setiap orang yang hadir.

Momentum yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini menjadi bukti nyata dari hasil perjuangan, ketekunan, dan kerja keras yang telah dilakukan oleh para wisudawan dan wisudawati selama menempuh pendidikan yang penuh dengan tantangan, baik selama perkuliahan teori di dalam kelas, praktik di laboratorium keterampilan yang menuntut ketelitian tinggi, hingga praktik klinik dan komunitas di rumah sakit, puskesmas, dan desa-desa yang mengasah kemampuan klinis dan empati sosial mereka.

Dengan dilepasnya 511 lulusan yang terdiri atas 149 orang dari Pendidikan Profesi Bidan, 114 orang dari Pendidikan Profesi Ners, 51 orang dari program Sarjana Kebidanan, 176 orang dari program S1 Keperawatan, dan 21 orang dari program S1 Farmasi ini, STIKES Buleleng kembali memberikan kontribusi yang sangat signifikan dan berdampak langsung bagi peningkatan rasio tenaga kesehatan profesional di Indonesia, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan kesehatan terdepan dan terpercaya di wilayah Bali Utara yang secara konsisten mencetak generasi penerus yang kompeten, berkarakter, dan memiliki integritas tinggi.

Dalam sambutannya yang inspiratif dan penuh motivasi, Ketua STIKES Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil melewati semua proses pendidikan dengan penuh dedikasi dan ketangguhan. Beliau menekankan bahwa gelar dan sumpah profesi yang baru saja diambil bukanlah titik akhir dari perjalanan belajar, melainkan justru menjadi gerbang pembuka menuju babak baru yang penuh dengan tanggung jawab besar, di mana setiap lulusan dituntut untuk mengaplikasikan seluruh ilmu yang telah diperoleh selama masa studi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, bermutu, beretika, dan berpihak pada pasien serta masyarakat.

“Hari ini, kalian tidak hanya menyandang gelar baru seperti Bidan, Ners, atau Sarjana, tetapi yang lebih penting adalah kalian memikul amanah dan kepercayaan yang sangat mulia dari masyarakat yang menaruh harapan besar pada kompetensi dan integritas kalian sebagai ujung tombak sistem kesehatan nasional, di mana setiap keputusan klinis yang kalian ambil akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjadi pembelajar sepanjang hayat, selalu haus akan ilmu pengetahuan dan perkembangan terkini di dunia kesehatan, serta tidak pernah berhenti untuk meng-upgrade kompetensi diri agar dapat mengikuti dinamika dan tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.

Beliau juga menyampaikan pesan khusus tentang pentingnya kolaborasi interprofesi antara bidan, perawat, dan apoteker dalam sebuah tim kesehatan yang solid untuk mencapai outcomes pelayanan yang optimal, karena tidak ada satu profesi pun yang dapat bekerja sendiri-sendiri dalam menangani masalah kesehatan yang multidimensi.

“Kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan tanpa henti, baik secara moral maupun material, ijinkan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mempercayakan putra-putri terbaiknya untuk dididik di kampus kami, dan keberhasilan mereka pada hari ini adalah buah dari sinergi yang harmonis antara dukungan keluarga dan proses pendidikan di STIKES Buleleng,” tutup Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes. diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh undangan.

Prosesi puncak acara, yaitu Pengambilan Sumpah Profesi bagi lulusan Pendidikan Profesi Bidan dan Pendidikan Profesi Ners, berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, dipimpin langsung oleh seorang notaris atau pejabat yang berwenang, di mana seluruh peserta sumpah mengikrarkan janji setia mereka untuk mengabdi kepada masyarakat, menjunjung tinggi kode etik profesi, dan memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan suku, agama, ras, dan status sosial.

Suasana hening dan haru terasa menyelimuti ruangan ketika satu per satu calon bidan dan perawat profesional tersebut dengan lantang mengucapkan sumpah janji, mengangkat tangan kanan mereka sebagai simbol kesiapan untuk memikul tanggung jawab besar yang diamanatkan oleh negara dan masyarakat, sebuah momen sakral yang mengingatkan semua pihak akan nilai-nilai luhur dan etos kerja di dunia kesehatan.

Pengambilan sumpah ini memiliki kekuatan hukum dan moral yang sangat kuat, karena menjadi landasan utama bagi praktik profesi mereka ke depannya, sekaligus sebagai pengingat akan konsekuensi hukum dan etik yang akan dihadapi jika melanggar janji suci yang telah diucapkan di depan banyak saksi pada hari yang bersejarah ini.

Bagi para lulusan profesi bidan, sumpah tersebut menegaskan komitmen mereka dalam mendampingi kehidupan perempuan sejak masa remaja, kehamilan, persalinan, nifas, hingga menyusui, serta berperan aktif dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, sementara bagi lulusan profesi ners, sumpah tersebut mempertegas peran mereka sebagai pemberi asuhan keperawatan yang holistik dan komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif bagi pasien dari segala usia dan latar belakang.

Momen ini tidak hanya membanggakan bagi para lulusan dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh dosen dan staf STIKES Buleleng yang telah membimbing dan mendidik mereka dengan penuh kesabaran dan ketulusan, karena mereka menyaksikan langsung buah dari kerja keras mereka selama ini telah siap untuk menjadi duta-duta kampus di tengah masyarakat.

Setelah prosesi sumpah yang khidmat usai, acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda wisuda dan penyerahan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan dan wisudawati dari masing-masing program studi, yang melambangkan pengakuan resmi atas penyelesaian studi dan pencapaian kompetensi akademik yang telah memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan oleh kampus dan pemerintah.

Prosesi ini dilakukan secara bergantian oleh Direktur STIKES Buleleng didampingi oleh para Wakil Ketua dan Ketua Program Studi masing-masing, di mana setiap wisudawan yang dipanggil namanya satu per satu maju ke depan panggung dengan raut wajah penuh kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam, untuk menerima gulungan ijazah yang menjadi bukti otentik perjuangan mereka selama bertahun-tahun.

Suasana semakin meriah dan penuh dengan luapan emosi ketika para wisudawan tersebut berbalik dan menghadap ke arah orang tua dan keluarga mereka yang duduk di barisan penonton, lalu memberikan salam hormat dan ungkapan terima kasih yang tulus, sebuah tradisi yang selalu ditunggu-tunggu dan tidak pernah gagal menyentuh hati setiap orang yang menyaksikannya, karena momen tersebut merepresentasikan rasa bakti dan pengakuan bahwa keberhasilan anak adalah berkat doa dan pengorbanan orang tua.

Seluruh rangkaian acara ini diiringi oleh alunan musik orchestra yang memainkan lagu-lagu instrumental yang khidmat dan penuh semangat, menambah kemegahan dan kesan profesional dari acara wisuda kali ini, sekaligus menjadi soundtrack yang tepat untuk mengiringi perjalanan emosional para wisudawan dari status pelajar menjadi seorang profesional. Tidak ketinggalan, beberapa wisudawan yang berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna atau hampir sempurna juga diberikan penghargaan khusus dan beasiswa untuk melanjutkan studi, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan menginspirasi rekan-rekan yang lain.

Mengacu pada data yang dirilis oleh panitia wisuda, komposisi 511 lulusan yang diwisuda pada acara kali ini mencerminkan komitmen STIKES Buleleng dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang beragam dan spesifik, angka ini bukan sekedar kuantitas, tetapi merepresentasikan sebuah investasi sumber daya manusia kesehatan yang sangat berharga, di mana setiap lulusan telah melalui proses seleksi yang ketat, kurikulum yang berbasis kompetensi nasional, dan praktik lapangan yang intensif di berbagai rumah sakit mitra, puskesmas, klinik, dan apotek, sehingga diharapkan dapat langsung beradaptasi dengan dunia kerja yang sesungguhnya.

Keberagaman program studi ini juga menunjukkan bahwa STIKES Buleleng memahami pentingnya pendekatan kolaboratif dalam kesehatan, di mana bidan, perawat, dan asisten apoteker harus bekerja sama dalam satu tim yang sinergis untuk memberikan asuhan kesehatan yang terintegrasi dan paripurna kepada pasien, sehingga lulusan dari kampus ini sudah dibekali dengan pemahaman tentang praktik kolaborasi sejak masih berada di bangku kuliah.

Dengan jumlah sebanyak ini, STIKES Buleleng telah memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan terhadap peningkatan angka distribusi tenaga kesehatan, khususnya di wilayah Bali, dan Nusa Tenggara yang masih sering mengalami kekurangan tenaga kesehatan profesional, terutama di daerah-daerah terpencil dan tertinggal yang membutuhkan dedikasi tinggi dari para tenaga kesehatan.

Para wisudawan dan wisudawati yang diwisudapun tidak menyia-nyiakan momen bersejarah ini untuk mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka, seperti yang diungkapkan oleh Bdn. Ni Luh Made Krisna Dwipayanti, S.Keb., lulusan terbaik dari program Pendidikan Profesi Bidan dengan IPK 3.95, yang menyatakan bahwa perjalanan studinya penuh dengan tantangan tetapi semua dapat teratasi berkat dukungan dari keluarga, dosen, dan teman-teman seperjuangan.

“Proses pendidikan profesi bidan menuntut kita untuk memiliki ketangguhan mental, empati yang tinggi, dan keterampilan klinis yang mumpuni, karena kita berhadapan langsung dengan kehidupan ibu dan bayi yang sangat rentan, dan saya bersyukur sekali bahwa STIKES Buleleng telah membekali saya dengan semua kompetensi tersebut melalui pembelajaran yang sangat aplikatif dan dosen-dosen yang benar-benar peduli dengan perkembangan mahasiswanya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Senada dengan hal tersebut, Ns. Kadek Suastini Nadila Furtuna, S.Kep., lulusan terbaik dari program Pendidikan Profesi Ners, juga menambahkan bahwa sumpah profesi yang baru saja diikrarkannya merupakan sebuah komitmen seumur hidup untuk melayani masyarakat dengan hati dan ilmu yang dimiliki, serta siap ditempatkan di mana pun daerah yang membutuhkan tenaga perawat profesional.

“Menjadi seorang perawat bukan sekadar profesi, tetapi adalah panggilan jiwa untuk merawat, meringankan penderitaan, dan memberikan harapan kepada setiap pasien yang kita layani, dan saya berjanji akan mengabdikan diri saya untuk terus belajar dan berkontribusi positif bagi kemajuan dunia keperawatan Indonesia,” tegasnya dengan penuh semangat.

Ungkapan serupa juga datang dari perwakilan lulusan S1 Farmasi, Desak Komang Diah Anggraeni Putri, S.Farm, yang menyoroti peran strategis apoteker dalam memastikan keamanan dan kemanfaatan obat, terutama di era dimana resistensi antibiotik menjadi ancaman serius, sehingga dirinya merasa terpanggil untuk menjadi apoteker yang tidak hanya handal secara teknis tetapi juga dapat menjadi edukator yang baik bagi masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan wisuda akbar yang melibatkan ratusan lulusan dan ribuan tamu undangan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dan koordinasi yang apik dari seluruh panitia yang terdiri atas dosen, staf administrasi, dan mahasiswa yang masih aktif, yang telah mempersiapkan acara ini selama berbulan-bulan dengan detail dan penuh perhatian pada setiap aspek.

Ketua Panitia Wisuda, Ns. Ni Putu Diah Ayu Rusmeni, S.Kep., M.Kep., dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan dimulai dari proses verifikasi data kelulusan, pengurusan ijazah dan transkrip, pencetakan undangan, penataan venue, hingga penyusunan protokol acara yang ketat untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar, khidmat, dan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku.

“Kami ingin menciptakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisudawan dan keluarga, karena momen seperti ini hanya terjadi sekali seumur hidup, sehingga kami berusaha maksimal untuk menyajikan acara yang tidak hanya formal tetapi juga penuh makna dan kehangatan, dari prosesi sumpah yang khidmat hingga resepsi yang meriah,” jelas Ns. Ni Putu Diah Ayu Rusmeni, S.Kep., M.Kep. dengan penuh kepuasan.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng, jajaran Dinas Kesehatan, seluruh rumah sakit dan puskesmas mitra yang telah menjadi tempat praktik mahasiswa, serta sponsor-sponsor yang telah membantu secara finansial dan material sehingga acara dapat berlangsung dengan sukses dan mewah.

Koordinasi yang solid antar divisi panitia, mulai dari divisi acara, konsumsi, perlengkapan, humas, hingga keamanan, benar-benar terlihat dalam kelancaran acara dari awal hingga akhir, tanpa ada kendala berarti yang mengganggu jalannya prosesi, yang membuat seluruh undangan merasa nyaman dan dapat menikmati setiap momen dengan khidmat.

Acara wisuda dan pengambilan sumpah profesi yang spektakuler ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pejabat teras di bidang kesehatan, seperti Bapak Gede Supriatna, SH. Selaku Wakil Bupati Buleleng, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIKES Buleleng atas kontribusinya yang luar biasa dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.

Beliau menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga bidan, perawat, dan apoteker yang kompeten dan memiliki integritas moral yang tinggi masih sangat besar, terutama di puskesmas-puskesmas dan desa-desa yang berada di daerah tertinggal, sehingga kehadiran 511 lulusan baru ini diharapkan dapat mengisi kekosongan dan memperkuat jaringan pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 8 Bali Nusra yang diwakili oleh Bagian Umum menyampaikan, “Pemerintah dalam hal ini LLDIKTI Wilayah 8 sangat mendukung penuh setiap upaya yang dilakukan oleh STIKES Buleleng dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan kami berharap para lulusan yang fresh graduate ini tidak hanya mengejar karir di kota besar atau rumah sakit swasta yang bonafide, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian yang tinggi untuk bekerja di daerah-daerah pelosok yang masih sangat membutuhkan sentuhan tenaga kesehatan profesional,” pesannya yang disambut dengan tepuk tangan meriah.

Kehadiran pejabat tinggi tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa terdapat link and match yang kuat antara dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus membuka peluang bagi para lulusan untuk segera diserap oleh pasar kerja, mengingat Pemerintah Daerah sendiri memiliki program percepatan penempatan tenaga kesehatan, terutama melalui program Nusantara Sehat dan penempatan tenaga kontrak di puskesmas.

Hal ini sejalan dengan visi dan misi STIKES Buleleng yang tidak hanya berorientasi pada angka kelulusan, tetapi lebih pada bagaimana menciptakan lulusan yang siap kerja, siap bersaing secara global, dan yang paling penting, siap untuk mengabdi kepada masyarakat dengan penuh ketulusan dan dedikasi yang tinggi.

Dari perspektif orang tua wisudawan, acara ini jelas menjadi momen yang sangat membanggakan dan mengharukan, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Ketut Wijaya, ayah dari salah seorang wisudawati terbaik, yang datang jauh-jauh dari kampung untuk menyaksikan anaknya diwisuda.

“Saya tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga yang begitu besar, melihat anak saya yang dulu hanya seorang gadis kecil, hari ini telah berubah menjadi seorang bidan profesional yang siap mengabdi kepada masyarakat, dan semua pengorbanan finansial dan doa yang kami panjatkan selama ini terbayar lunas pada detik ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Banyak keluarga lain yang juga terlihat mengabadikan momen tersebut dengan foto dan video, bahkan beberapa ada yang tidak dapat menahan tangis bahagia ketika melihat putra-putri mereka mengenakan toga dan menerima ijazah, karena mereka menyadari bahwa perjalanan untuk mencapai titik ini penuh dengan pengorbanan, baik dari sisi orang tua yang membiayai pendidikan, maupun dari sisi anak yang harus berjuang menyelesaikan tugas akhir, praktik klinik yang melelahkan, dan belajar hingga larut malam.

Dukungan moral dan material dari keluarga memang menjadi faktor kunci keberhasilan mahasiswa, terlebih untuk program studi kesehatan yang membutuhkan biaya praktik dan literatur yang tidak sedikit, serta waktu studi yang relatif panjang dibandingkan program studi lainnya, sehingga kehadiran dan kebahagiaan orang tua pada acara wisuda ini adalah bentuk apresiasi yang paling tulus atas semua perjuangan tersebut.

STIKES Buleleng pun memahami hal ini, sehingga dalam acara wisuda, pihak kampus selalu mengalokasikan waktu dan momen khusus untuk memberikan penghargaan kepada orang tua, seperti dengan mengundang mereka untuk maju ke depan dan diberi kesempatan untuk menyematkan pin wisuda kepada anaknya sendiri, yang semakin menambah kekhidmatan dan keakraban dalam acara tersebut.

Melihat ke depan, pelepasan 511 lulusan terbaik ini diharapkan dapat menjadi stimulus baru bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, di mana rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setiap lulusan dari STIKES Buleleng diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru, misalnya dengan membuka praktik bidan mandiri, mendirikan home care service, atau membuka apotek komunitas yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau dan dekat dengan masyarakat.

Selain itu, dengan bekal ilmu dan keterampilan yang mutakhir, mereka juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan edukator kesehatan di masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan global seperti pandemi, peningkatan penyakit tidak menular, dan stunting, yang membutuhkan pendekatan promotif dan preventif yang masif dari tenaga kesehatan profesional.

STIKES Buleleng sendiri berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan karir alumni-alumninya, serta membuka peluang untuk program pelatihan berkelanjutan dan studi lanjut, agar ikatan antara almamater dan alumni tetap erat dan dapat saling menguntungkan dalam membangun jaringan profesional di dunia kesehatan.

Acara wisuda yang berlangsung selama hampir empat jam ini akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama, foto bersama seluruh wisudawan dengan para dosen dan pimpinan kampus, serta resepsi ramah tamah yang memungkinkan para wisudawan dan keluarga untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademik mereka, mengakhiri sebuah babak penting dan membuka lembaran baru yang penuh dengan harapan dan tantangan di dunia kesehatan yang dinamis dan penuh dengan makna pengabdian.

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top