273 Mahasiswa Profesi Bidan dan Ners STIKES Buleleng Sukses Gelar Try Out Uji Kompetensi Nasional

Persiapan Akhir Menuju Ujian Kompetensi Nasional Kesehatan yang Penuh Tantangan

Total sebanyak 273 mahasiswa yang terdiri dari 145 orang Program Profesi Bidan dan 128 orang Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng mengikuti kegiatan Try Out Uji Kompetensi Nasional (UKOM) yang diselenggarakan di ruang Computer-Based Test (CBT) STIKES Buleleng, sebagai bagian dari persiapan intensif menghadapi ujian nasional yang akan menentukan kelulusan dan kompetensi mereka sebagai calon tenaga kesehatan professional, unggul dan kompeten.

Try out yang berlangsung selama dua hari penuh ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi ujian sesungguhnya, mulai dari sistem komputerisasi, alokasi waktu pengerjaan, hingga tingkat kesulitan soal yang disusun berdasarkan kisi-kisi resmi dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI), sehingga para peserta bisa mengukur kemampuan sekaligus mengidentifikasi kelemahan mereka sebelum menghadapi ujian yang sebenarnya.

Para peserta terlihat serius dan fokus selama mengerjakan ratusan soal yang terbagi dalam beberapa bagian, termasuk asuhan kebidanan atau keperawatan, ilmu biomedik, etikolegal, serta manajemen pelayanan kesehatan, yang semuanya disajikan dalam format CBT untuk memastikan mereka terbiasa dengan sistem ujian nasional yang kini sepenuhnya berbasis digital. 

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kemampuan kognitif mahasiswa, tetapi juga membangun mental dan kedisiplinan mereka dalam mengelola waktu, tekanan, dan strategi menjawab soal, karena ujian kompetensi nasional dikenal sebagai salah satu ujian paling menantang bagi calon bidan dan perawat dengan tingkat kelulusan yang sangat selektif.

“Try out ini adalah langkah krusial bagi mahasiswa untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari selama masa pendidikan, sekaligus menjadi ajang pembuktian diri sebelum bertarung di ujian nasional yang sesungguhnya,” tegas  Bdn. Putu Dian Prima Kusuma Dewi, S.ST., M.Kes., Ketua Panitia Try Out sekaligus Asesor, Dosen Kebidanan, Kepala LPPM STIKES Buleleng, dalam pembukaan acara.

Selama try out berlangsung, panitia juga menyediakan tim pengawas dan teknis IT yang siap membantu jika terjadi kendala teknis, memastikan seluruh peserta dapat mengerjakan soal dengan lancar tanpa gangguan yang berarti, karena simulasi ini harus benar-benar mencerminkan kondisi ujian yang sebenarnya agar hasilnya akurat dan bisa dijadikan bahan evaluasi. 

Antusiasme peserta terlihat jelas dari keseriusan mereka memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, dengan banyak mahasiswa mengaku bahwa try out ini membantu mereka mengenali topik-topik yang masih menjadi kelemahan, sehingga bisa lebih fokus dalam belajar di sisa waktu menuju ujian nasional.

“Soal-soalnya cukup menantang dan sangat mirip dengan contoh soal UKOM tahun sebelumnya, jadi saya bisa mengukur sejauh mana kesiapan saya dan bagian mana yang masih perlu saya pelajari lebih dalam,” ujar Putu Lia Kristina, salah satu mahasiswa Profesi Ners yang mengikuti try out dengan harapan bisa lulus ujian kompetensi dengan nilai tinggi.

Tidak hanya peserta, para dosen pembimbing juga turut memantau perkembangan hasil try out, karena data dari ujian percobaan ini akan menjadi acuan untuk melakukan pembenahan materi dan metode pembelajaran dalam bimbingan intensif yang akan dijalankan dalam beberapa minggu ke depan sebelum ujian nasional tiba. 

STIKES Buleleng sendiri telah mempersiapkan fasilitas CBT dengan sangat matang, mulai dari komputer yang memadai, jaringan internet stabil, hingga ruangan ber-AC yang nyaman, karena institusi ini memahami bahwa kenyamanan infrastruktur turut berpengaruh pada konsentrasi dan performa peserta selama mengerjakan soal-soal ujian.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman ujian yang terbaik bagi mahasiswa, karena ini adalah bagian dari proses pembelajaran mereka, sekaligus bentuk tanggung jawab kami dalam mencetak lulusan yang benar-benar kompeten dan siap bersaing di dunia kerja,” ungkap Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., MSi., M.Kes., Ketua STIKES Buleleng, yang turut hadir memantau jalannya try out di hari pertama. 

Hasil try out akan dianalisis secara mendalam oleh tim akademik kampus, dan setiap peserta akan mendapatkan rekapitulasi nilai beserta pembahasan soal, sehingga mereka tahu persis di bagian mana mereka perlu meningkatkan pemahaman, apakah di bidang asuhan maternitas, kegawatdaruratan, atau manajemen pelayanan kesehatan komunitas.

Bagi mahasiswa yang nilainya masih di bawah passing grade, kampus akan mengadakan remedial dan pendalaman materi secara khusus, karena STIKES Buleleng memiliki target 100% kelulusan dalam uji kompetensi nasional, mengingat reputasi institusi dan masa depan mahasiswa tergantung pada hasil ujian ini. 

Uji Kompetensi Nasional sendiri merupakan tahap akhir yang wajib dilalui oleh setiap lulusan profesi bidan dan ners sebelum mereka bisa mengajukan sertifikasi dan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang menjadi syarat mutlak untuk bekerja di rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Dengan demikian, kegiatan try out ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan batu loncatan menuju kesuksesan karir mereka di dunia kesehatan, yang menuntut tidak hanya penguasaan teori tetapi juga kemampuan analisis dan penerapan ilmu dalam kasus-kasus klinis yang kompleks. 

Di tengah persaingan dunia kesehatan yang semakin ketat, lulusan bidan dan perawat dari STIKES Buleleng diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar nasional, tetapi juga bisa bersaing di tingkat global, sehingga setiap proses persiapan, termasuk try out ini, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Kami ingin lulusan STIKES Buleleng tidak hanya lulus ujian, tetapi juga menjadi tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Dr. Darma Suyasa dalam pesan penutupnya, sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus bersemangat dalam mengejar impian mereka menjadi bidan dan perawat profesional. 

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top